Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 35


__ADS_3

"Tidak akan! Karna akan aku buat dia mengandung anakku." Balas Zio.


Deg


Doni yang mendengar perkataan Zio jelas kaget. Bagaimana bisa pria itu mengatakan dengan enteng membuat Silvana mengandung anaknya. Jika hal itu terjadi maka dapat di pastikan jika dia tidak akan bisa lagi membuat Silvana kembali dalam pelukannya.


Bukan hanya Doni yang kaget tapi Arga juga orang yang menjadi asisten Zio pun ikut kaget. Bagaimana bisa Bosnya itu dengan mudah mengatakan hal itu.


Arga tahu Zio mencintai Silvana tapi Arga tidak berpikir sampai disana dimana Zio akan menghamili Silvana.


"Jika sudah seperti ini maka pria ini sungguh malang sekarang." Kata Arga dalam hati yang emantap iba Doni yang kini berdiri kaku menatap kosong.


"Jadi persiapkan dirimu mendengar kabar jika wanita yang kamu cintai akan menjadi milikku seutuhnya." Kata Zio dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi.


Selepas berkata seperti itu Zio langsung berbalik berjalan untuk menyusul sang kekasih Silvana. Namun, baru beberapa langkah Zio kembali menghentikahkan langkah kakinya. Kepalanya menoleh ke arah Arga yang kini masih berdiri disana.


"Selesaikan ini semua. Malam ini jangan ganggu aku dan besok pagi bawah baju ganti untukku." Kata Zio datar yang langsung melanjutkan langkahnya.


"Sialan…! Mau kemana kamu brengsek….!" Teriak Doni yang berlari menyusul Zio.


Arga yang memang sudah di beri peringatan oleh Zio langsung menghentikan dan mencegah Doni.


"Mau kemana bro?" Arga dengan sigap langsung menarik kerah baju belakang Doni.


"Lepas…! Aku mau menghentikan bajingan itu. Silvana hanya milikku sialan…!" Teriak Doni murka namun tidak bisa membuat apapun sebab dia tidak bisa melawan Arga.


" Bukankah kamu sendiri yang mengsia-siakan dia. Bukankah kamu sendiri yang mengkhianatinya dengan tidur bersama selingkuhan kamu itu yang sekarang menjadi sekretaris kamu." Ejek Arga yang langsung menyeret Doni keluar dari gedung itu.


"Karna aku juga butuh pelampiasan tapi Silvana tidak boleh di miliki orang lain selain aku!"


Brukk


Tanpa perasaan Arga langsung mendorong Doni hingga tersungkur di lantai dengan keras.


"Kau…." Doni menatap tajam Arga yang sudah berani mendorongnya.


"Apa…..? Saya perlu ingatkan anda Tuan Doni Atmaja anda saat ini salah memilih lawan. Lawan anda bukan orang biasa Tuan bahkan perusahaan yang anda bangga-banggakan akan langsung gulung tikar hanya hitungan jam." Kata Arga yang menatap remeh Doni.


Sedangkan Doni hanya diam mendengar penuturan dari Arga. Tentu! Doni tahu siapa orang yang dia lawan tapi untuk mendapatkan Silvana dia harus melawannya. Baginya Silvana tetaplah miliknya yang harus menjadi miliknya bagaimana pun caranya.


"Cih…. Aku tidak peduli Silvana hanya milikku bukan milik Bos kamu itu atau orang lain!" Balas Doni berdiri menantang Arga.


"Dasar bodoh! Mana ada wanita yang mau hidup dengan pria miskin yang tak punya apa-apa." Kata Arga yang berlalu pergi dengan senyum remeh di bibirnya.


"Aku tidak peduli apa yang aku inginkan harus aku dapatkan." Guman Doni yang masuk ke dalam mobilnya.


Cinta yang dulunya tulis kini telah berganti menjadi sebuah obsesi yang gila untuk memiliki Silvana. Tanpa Doni ketahui jika itu adalah jalan menuju kehancurannya sendiri.


Sedangkan di tempat lain Silvana baru saja selesai mandi. Tiba-tiba di kagetkan dengan suara bell apartemen dirinya yang berbunyi berulang kali.

__ADS_1


"Siapa sih? Perasaan aku tidak memesan apapun." Guman Silvana yang mengetuk-ngetuk dagunya tampak berpikir.


Tong


Tong


Tong


"Astaga siapa sih? Bikin kesal saja." Kesal Silvana.


Dengan langkah kesal Silvana berjalan menuju pintu apartemen miliknya yang hanya mengenakan jubah mandi.


Ceklek


"Sia……. Kamu ngapain….."


Ceklek


Cup


Belum selesai Silvana menyelesaikan ucapannya dirinya langsung di dorong sosok di depan apartemennya yang tak lain dan tak bukan adalah Zio. Belum cukup rasa terkejutnya karna di dorong Silvana membulatkan mata saat merasakan bibirnya di bungkam oleh Zio.


Emhhh


"Apa yang aku lakukan?" Tanya Silvana dengan napas yang ngos-ngosan saat Zio melepas ciumannya.


Sreeet


Dalam satu kali tarikan tubuh ramping Silvana langsung melayang berada di gendongan bridal style Zio.


"Mau kemana?" Tanya Silvana yang mengalungkan tangannya di leher Zio.


"Kamar." Jawab Zio singkat yang langsung menuju kamar Silvana.


Sampai di kamar Zio langsung melempar pelan Silvana di atas ranjang.


Brukkk


"Apa yang kamu lakukan…? Sakit tahu…!" Teriak Silvana kesal Karnadi lempar begitu saja.


Zio hanya diam mulai melepaskan dasinya yang mencekik lehernya sejak melihat Silvana masuk di dalam mobil si Doni mantan kekasihnya itu. Zio membuang sembarangan dasinya melepas jasnya dan membuka dua kancing atas kemeja miliknya membuat dadanya terlihat seksi.


Zio membuka sepatu dan kaos kakinya laku berjalan mendekat ke arah Silvana yang berada di atas ranjang.


"Ka….kamu mau a…apa?" Silvana yang tadinya biasa saja kini langsung di serang rasa gugup saat melihat Zio mulai naik di atas ranjang.


"Menuntaskan apa yang kita lakukan kemarin malam baby." Bisik Zio yang sudah menaiki Silvana hingga kini tatapannya bertemu dengan manik hitam milik Silvana.


"Kamu tahu…? Aku sangat cemburu melihat kamu satu mobil dengan bajingan tengik itu. Dan aku tambah marah saat bajingan itu memelukmu." Ucap Zio dengan suara berat.

__ADS_1


Silvana yang mendengar pernyataan Zio langsung membulatkan mata. Berarti pria itu mengikutinya dan otomatis .melihatnya di peluk oleh Doni tadi di bawah.


"Kamu melihatnya?" Beo Silvana dengan mata melotot.


"Tentu baby, aku sangat ingin sekali meledakkan kepalanya karna berani memeluk kekasihku ini."


"Kamu tidak marah padamu?"


"Untuk apa aku marah? Aku tidak akan marah padamu karna semua itu salah si Doni Doni itu. Lagipula aku tahu kamu kecewa padaku karna kemarin aku menolakmu."


"Aku hmmmph…."


"Tenang saja malam ini kita akan menggantinya." Bisik Zio yang langsung membungkam mulut Silvana dengan bibirnya.


Cup


Cup


Ciuman Zio semakin lama semakin liar dan menuntut. Tangannya bergerak menyentuh dan memijit sensual titik-titk sensitif sang kekasih. Tak puas dengan bibir Silvana ciuman Zio merambat ke arah dagu, rahang dan berakhir di leher.


Dengan lembut Zio menghisap memberi tanda merah di leher Silvana sebagai bentuk bukti cintanya.


Ah…


Suara laknat iru tidak bisa lagi Silavana tahan hingga meluncur begitu saja dari mulutnya.


Srekk


Hanya butuh satu kali tarikan akhirnya jubah mandi yang di kenakan Silvana langsung terlepas dari tubuh molek Silvana.


Glek


Zio menelan ludah saat melihat secara sempurna bentuk tubuh dari kekasihnya itu. Jakunnya naik turun menahan gelombang hasrat yang emakin meningkat.


“Baby kamu seksi,” Bisik Zio dengan suara berat dan serak menahan sesuatu yang sudah menegang di bawah sana.


Cup


Zio langsung menggelamkan wajahnya di antara dua gundukan yang begitu menantang itu. Di hisapnya dan di gigit gemas ujung gunung utu yang begitu membuat sang empuh langsung bergerak gelisah karna ulah dari Zio.


“Keluarkan sayang…” Bisik Zio yang semakin gencar mempermainkan gunung kembar itu.


Sedangkan Silvana yang tak ingin mengeluarkan lagi suara laknat itu segera menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


“Tidak mau mengeluarkannya hem…. Lihat! Sampai kapan kamu bisa menahannya sayangku.” Kata Zio dalam hati yang tersenyum licik.


Emmmh


Silvana semakin bergerak gelisah saat tangan Zio dengan nakalnya mempermainkan hutan rimba di bawah sana.

__ADS_1


“Masih tidak mau mengeluarkannya hm…?” Bisik Zio yang tersenyum tipis melihat wajah memerah Silvana menahan hasrat.


Ah


__ADS_2