
Hari berlalu dengan begitu cepat hingga tak terasa kejadian Mona dan Doni sudah satu Minggu berlalu. Sejak kejadian itu Mona menghilang seperti yang di katakannya seminggu yang lalu.
Sedangkan Doni pria itu terlihat acuh dan tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Mona atau pun menghilangnya Mona. Bagi Doni malam itu adalah malam terakhir mereka bersama sekaligus malam perpisahan mereka.
Selama 1 Minggu terakhir ini Doni berjuang keras mengembalikan ke stabilan perusahaan termaksud mengembalikan saham yang pernah turun. Doni telah bertekad untuk mengejar Silvana kembali tapi sebelum itu dia ingin fokus dulu ke perusahaan hingga perusahaan stabil.
Tok
Tok
"Masuk…." Sahut Doni dari dalam.
Ceklek
"Tuan…" ternyata yang masuk adalah Gio asisten Doni di perusahaan.
"Eh kamu Gio…. Ada apa?" Doni bertanya kepada Gio.
"Tuan besar ingin bertemu dengan Tuan." Jawab Gio yang memberitahukan jika Tuan Riko sang ayah dari Doni ingin bertemu.
Doni yang mendengar perkataan Gio langsung mengerutkan dahi. Sejak kapan ayahnya itu mengunjunginya dan harus menunggu di luar pintu. Biasanya pria paruh baya itu hanya akan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan nya bahkan tanpa mengetuk pintu sekalipun.
"Suruh masuk..!" Ucap Doni.
__ADS_1
Walaupun di dalam pikirannya tersimpan tanda tanya untuk apa sang Daddy datang mengunjunginya di perusahaan. Sedangkan keadaan perusahaan sekarang sudah baik-baik saja hanya sedikit lagi usaha untuk mengembalikannya seperti semula.
Membereskan mejanya menyusun kembali berkas-berkas Yang sudah di kerjakannya menjadi beberapa surat. Tak lama kemudian pintu kembali terbuka terlihatlah sosok pria paruh baya yang masih terlihat gagah berjalan masuk ke dalam ruangan Doni. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Tuan Riko yang merupakan ayah dari Doni.
"Apa Daddy mengganggu mu?" Tanya Tuan Riko kepada sang Putra.
"Tidak, duduklah." Doni mempersilahkan sang Daddy untuk duduk di depannya.
Tuan Riko duduk di sofa depan Doni terlihat pria paruh baya itu menatap dalam Doni. Sejak beberapa hari yang lalu putranya itu juga sedikit demi sedikit mulai berubah. Dari awalnya ke perusahaan hanya main-main kini mulai serius, Tuan Riko merasa bersalah mungkin Doni berperilaku seperti yang dulu-dulu karna juga dirinya yang terus memojokkan untuk menjadi yang seperti ini itu.
Huhhhhhh
Terlihat Tuan Riko beberapa kali menarik nafas dan membuangnya secara pelan-pelan. Doni yang melihat Apa yang di lakukan oleh Tuan Riko hanya bisa mengerutkan dahi. Sebenarnya sejak awal mulut benih gatal sekali untuk mengeluarkan pertanyaan kepada sang Daddy akan tetapi di tahannya.
"Doni, Daddy minta maaf jika apa yang Daddy selama ini lakukan ternyata memberatkan kamu." Ungkap Tuan Riko tiba-tiba setelah terdiam cukup lama.
Doni yang mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Riko hanya bisa membulatkan mata. Doni tak menyangka jika Tuan Riko akan meminta maaf tentang apa yang dilakukannya selama ini.
"Daddy tidak perlu minta maaf, semua ini memang salah aku yang belum bisa berfikir dewasa. Hingga membuat daddy dan Silvana berulang kali merasa kecewa terhadap sikap dan pendirianku yang tidak tegas.” Ujar Doni yang memijat keningnya.
Andai dulu ia tidak melakukan hal tercela itu mungkin sampai sekarang dia akan masih bersama-sama dengan Sivana. Namun, karna kebodohannya sendiri yang membuat semuanya berakh ir di tangannya sendiri.
Menyesal pun sekarang tidak ada guna lagi, yang bisa di lakukan Doni saat ini adalah memperbaiki semua nya. Tuan Riko yang mendengar apa yang di katakan oelh Doni ikut semakin bersalah.
__ADS_1
“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya Tuan Riko kepada Doni yang hanya diam beberapa saat. Tuan.
“Unttuk saat ini aku akan okus pada Perusahaan dulu. Setelah semuanya telah selesai baru saat itu aku kembali mengejar cintaku pada Silvana. Walaupun aku tahu rintangan yang akan aku hadapi akan lebih sulit di banding rintangan pertama saat aku mengenalnya.” Ujar Doni dengan napas berat.
Ingatan Doni kembali pada beberapa tahun silam lalu, Dimana dia baru saja masuk di kampus sebagai mahasiswa baru kala itu.Di pertemuan terakhir Doni sudah tertarik dengan Silvana gadis cantik yang sederhana.
Doni yang sadar jika dia menyukai Silvana langsung mengejar gadis itu. Namun, semua tidak sepertti di banyangkan-nya yang dimana Silvana gadis yang di sukainya itu akan menerimanya. Ternyata gadis itu menolaknya dengan mentah-mentah dengan alasan yang tidak masuk akal oleh Doni.
Hanya karna alasan jika ingin masih foks kulian Doni tidak bisa terima akan hal itu, memuttuskan unttuk terus mengejar Silvana.
Hingga tahun berlalu dengan cepat bersamaan dengan 1 tahun perjuangannya dia langsung di terima oleh Silvana settelah menerima penolakan yang mungkin rattusan kali.
Kala ittu mereka menjalin hubungan di saatt keduanya sedang berada di semester akhir. Hingga setttelah lulus keduanya sepakat untuk bekerja di perusahaan bokap Doni yaitu perusahaan milik Tuan Riko ayah dari Doni.
Hahhhhh
Doni menarik napas dan membuangnya dengan kasar. Mengingatt bagaimana perjuangannya di masa lalu Doni tidak tahu apakah sesulit apa perjuangannya di masa ini. Mengingat jika ada pria lain yang berada di dekat Silvana.
Doni mengepalkan tangan bila mengingat bagaimana pria yang mengaku sebagai kekasih dari Silvana menghajarnya beberapa hari yang lalu. Sejak saat itu Doni memang diam, namun sejak saat ittu Doni mempersiapkan diri termasuk dengan rencana yang apik.
Doni sudah menyusun rencananya membawa Silvana kembali pada sisinya. Benar, Doni tidak akan membiarkan pria manapun menjadi suami Silvana selain dirinya.
“Sesualit apapun rintangannya akan aku lewati untttukmu. Kmau hanya milikku, hanya milik Doni Atmadja bukan milik pria lain apalagi oleh pria brengsek itu. Tunggu aku, aku akan segera datang padamu.”
__ADS_1