Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 60


__ADS_3

“Aku tidak mengetahui apapun. Bukankah semu itu adalah rencana kamu bersama kakekku sedangkan aku tidak tahu menahu akan hal itu. Lagipula jika sejak awal kamu adalah sosok wanita yang di jodohkan denganku, harusnya berita itu ada di media bukan? Lalu kenapa sampai sekarang tidk ada kabar itu sama sekali?”


Skakmati


Angelina terdiam kaku dengan wjh yangpucat dan mata melotot. Bagaimana Zio dengan begitu muda mengatakan hal itu. Kenapa pria itu tidak memperdulikan dirinya sama sekali.


"Harusnya anda memiliki kehormatan sedikit saja nona, agar tidak mempermalukan diri sendiri. Jika seperti ini kesannya seperti wanita murahan."


"Wanita siala…!"


Srettt


“Lepaskan..!” Silvana berteriak kesal saat Angelina menarik rambutnya saat dirinya melaluinya karena ingin menuju Zio.


“Wanita sialan, lepaskan istriku…!” teriak Zio yang langsung mencengkram dan menyentak tangan Angelina dengan kuat hingga membuat sang model itu langsung tersungkur di lantai.


“Sayang kamu baik-baik saja?” Zio langsung bertanya dengan memerhatikan kepala belakang sang istri takut jika kulit kepala Silvana terluka karena tarikan dari Angelina.


“ZIO..! YANG JATUH ADALAH AKU BUKAN WANITA SIALAN ITU..!” Teriak Angelina yang menatap nyalang Silvana.


“Wanita silan ini, hm rupanya belum jera juga. Baiklah lihat apa yang aku lakukan.” batin Silvana yang tersenyum licik.


“Kau..,”


“Sayang, kepalaku sakit.” Panggil Silvana dengan memegang kepalanya tak lupa dengan ekspresi kesakitan.


Zio yang baru saja ingin mengamuk kepada Angelina langsung menoleh cepat k arah sang istri. Zio langsung merangkul Silvana.


“Mana yang sakit sayang?” Zi bertanya dengan nada panik dan jangan lupakan wajahnya yang sudah pucat pasi.


Silvana yang melihat wajah panik Zio sebenarnya ingin tertawa dan juga tidak tega, namun melihat Angelina membuat Silvana kesal dengan wanita yang mengaku-ngaku calon istri dari suaminya itu.


“Kepala belakangku sakit sayang, jangan-jangan aku nanti lupa ingatan terus lupain kamu gimana?” Silvana berkata dengan nada lemah lembut dan lemes.


Deg


Deg

__ADS_1


Deg


Tanpa diketahui Silvana jika jantung Zio sudah mau copot dari tempatnya saat mendengar jika Silvana akan melupakannya. Jangankan melupakannya, memikirkannya saja Zio sudah tidak sanggup apalagi jika semua itu benar-benar terjadi. Apa dia masih bisa hidup? stsu mungkin dia akan langsung menjadi mayat hidup yang berjalan seperti zombie


“Jangan katakan itu sayang, aku tidak sanggup bila harus kehilangan kamu.” Ucap Zio panik yang langsung menggenong Silvana dengan ala brida stely.


“Urusan kita belum selesai.” Ancam Zio yang langsung berlari keluarmembela kerumunan orang-orang itu.


“Sayang buka mata kamu dong,” bisik Zio yang bertambah panik saat melihat jika mata Silvana tertutup.


Sampai di mobil Zio langsung membuka pintu dengan menggunakan tangannya yang satu lalu memasukan Silvana di jok belakang. Zio dengan pelan membaringkan wanita itu lalu keluar dari mobil masuk ke jok depan bagian kemudi.


Zio dengan panik menjalankan mobilnya dengan cepat pergi meninggalkan area mall itu menuju rumah sakit.


Sedangkan di dalam Angelina hanya bisa mengumpat dalam hati dengan menyumpah serapahi Silvana yang membuat dirinya seperti ini. Angelina hanya bisa menebalkan mukanya berdiri dengan kesal menatap semua orang dengan pandangan tajam.


"Apa lihat-lihat? Mau aku congkel matanya ha…?" Teriak Angelina yang menatap kerumanan orang-orang dengan wajah memerah menahan marah sekaligus malu.


"Nona," panggil pelayan toko perhiasan sebelumnya.


"Apalagi?" Bentak Angelina yang menatap nyalang pelayan itu.


Angelina yang mendengar itu hanya mendengus. Lalu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan angkuh dan sombong.


"Berapa?" Ucap Angelina dengan mengangkat dagunya tinggi percaya diri.


"300 juta Nona."


"A…apa?"


Angelina tergagap dengan mata melotot saat mengetahui harga dari cincin yang di kenakan-nya itu. Matanya menatap horor ke arah jari manisnya yang telah tersematkan sebuah cincin yang tadi direbutnya dari Silvana. Namun, Angelina tidak menduga jika harga cincin itu begitu mahal.


“Kenapa? Apa anda tidak sanggup membayarnya? Harusnya jika tidak, nona tidak perlu merebutnya dari nona itu.” Kata pelayan toko itu dengan sinis.


“Angelina yang dihina tentu saja tidak terima begitu saja. Dengan kekesalan yang teramat kesal Angelina mengeluarkan kartunya lalu memberikannya pada pelayan itu.


“Cepat! Aku tidak punya waktu banyak untuk tetap disini.” Kata Angelina sombong menatap angkuh Pelayan itu.

__ADS_1


Setelah melakukan pembayaran Angelina langsung pergi dari mall itu walau harus menanggung malu.


Sedangkan di tempat lain Zio dengan langkah terburu-buru berlari memasuki rumah sakit.


“DOKTER..! DOKTER..! DOKTER TOLONG ISTRI SAYA..!”


Para suster yang melihat dan mengenal Zio langsung panik menghampiri Zio dengan mendorong sebuah brankar rumah sakit.


“Letakkan disini Tuan.” Ucap salah satu perawat yang mendorong brankar.


Zio yang melihat itu tanpa mengeluarkan lagi suara langsung melakukan apa yang dikatakan oleh perawat yaitu meletakkan Silvana di atas brankar, Zio membantu para perawat dan suster mendorong brankar itu hingga masuk ke dalam ruangan.


“Tuan tidak boleh masuk, biar kami saja yang menanganinya.”


“Baik Dok, tolong selamatkan istri saya dan jangan buat dia hilang ingatan.” Ucap Zio dengan cepat dan juga mimik wajah khawatir.


Dokter yang mendengar apa yang dikatakan oleh Zio langsung mengernyit bingung. Apa yang dilihatnya dengan yang dikatakan oleh pria di depannya itu sangat jauh berbeda. Apa yang di lihatnya wanita yang baru saja di bawah masuk tidak mungkin akan mengalami hal separah itu, bahkan wanita itu tidak mendapatkan luka apapun.


“Baik Tuan, akan kami lakukan yang terbaik.”


Walau sempat bingung dan heran dokter itu memilih mengiyakan apa yang dikatakan oleh Zio. Setelah berkata seperti itu dokter segera berbalik masuk ke dalam ruangan.


“Awas saja, jika sampai istriku kenapa-napa.” Guman Zio yang mengotak atik ponsel miliknya.


“Hallo,”


“Cari tahu dimana pria tua bangka itu menginap. Waktu kamu hanya 10 menit saja, jika tidak terima akibatnya.”


Tut


Tut


Zio langsung mematikan sambungan telfonnya dengan menarik napas dalam-dalam. Jangan hanya mereka lihat karena dirinya yang sudah mulai lunak an bisa tertawa memperlakukan wanita dengan lembut bukan berarti Zio melupakan dirinya yang sebenarnya.


Dingin dan kejam, sifat itu tidak akan pernah hilang dari dalam dirinya. Hanya saja Zio mencoba menahan agar sifat itu tidak terlihat dan membuat Silvana takut. Zio hanya ingin Silvana melihat sisi baiknya bukan sisi buruknya.


Ting

__ADS_1


Zio langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh Arga padanya berisi lokasi tempat Angelina dan sang kakek menginap.


“Aku datang, bersiaplah untuk menerima kemarahanku.”


__ADS_2