Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
Bab 33


__ADS_3

Tak di sangka waktu terus berjalan hingga waktu pulang sudah tiba. Silvana membereskan mejanya dengan rapi menyusun senua berkas yang telah dia kerjakan dan akan di serahkan kembali besok pagi.


Setelah memastikan semuanya telah tersusun rapi Silvana langsung mengambil tasnya. Silvana berjalan keluar dengan tergesa-gesa seperti sedang menghindari sesuatu. Jelas sedang menghindari seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Zionard yang merupakan sang kekasih.


Dengan langkah lebar setengah berlari Silvana menuju lift.Masuk dan menekan angka lantai bawah.


Ting


‘’Syukurlah’’ Guman Silvana yang menengok kiri kanan lalu berlari kecil menuju parkiran perusahaan.


‘’Silvana!’’


Baru saja Silvana sampai di parkiran tiba-tiba ada orang yang memanggil namanya mau tidak mau Silvana haus berbalik melihat orang yang memanggil namanya.


‘’Cih, untuk apa lagi buaya buntung ini datang kesini?’’ Batin Silvana yang menata jengah ke arah pria di depannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Doni sang mantan kekasih.


‘’Kamu baru pulang?’’ Tanya Doni dengan senyum manis di bibirnya.


‘’Ck, sudah tau napa masih nanya juga’’ Ucap Silvana ketus bahkan melihat bahkan melihat saja wajah dari sang mantan sepertinya tidak minat.


Doni yang mendengar balasan Silvana yang terdengar pedas di telinga hanya bisa menghela napas saja.


‘’Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri untuk mendengar ucapan pedas dan ketusmu ya Vana?’’ kata Doni dengan meringis.


Silvana yang terlalu malas untuk meladeni langsung Doni langsung berbalik dengan maksud pergi meninggalkan Doni. Namun baru beberapa langkah Doni langsung mencekal tanganya membuat Silvana menghentikan langkah kakinya.


‘’Ada apa lagi?’’ Tanya Silvana yang menatap datar Doni.


‘’Biar aku antar kamu’’ Ucap Doi yang menatap Silvana penuh permohonan.


‘’Kamu itu……’’ Silvana tidak lagi melanjutkan kalimatnya saat matanya tak sengaja melihat kedatangan Zio.


‘’Kamu mau antar aku?’’ tanya Silvana yang langsung di balas anggukkan kepala semangat oleh Doni.


‘’Ya sudah ayo!’’ Kata Silvana yang langsung masuk ke dalam mobil Doni.


Zio yang melihat itu sontak langsung membulatkan mata melihat sang kekasih hati masuk ke dalam mobil pria yang menjadi masa lalu dari sang kekasih.


Bukh

__ADS_1


Bukh


‘’Sayang keluar dari mobilnya sayang!’’ Teriak Zio yang mengedor-ngedor kaca mobil dari Doni.


‘’Sialan kenapa pria ini bisa muncul di saat seperti ini’’ Umpat Doni yang menatap sinis Zio yang tengah mengedor kaca mobilnya.


‘’Jalan saja, jangan pedulikan dia’’ Kata Silvana yang menutup matanya.


‘’Jika itu keinginanmu maka akan aku turuti’’ Kata Doni ang tersentum penuh kemenangan kepada Zio yang berada di luar mobil.


‘’Arga cepat ambil mobil jangan hanya diam seprti patung disitu!’’ Sentak Zio yang menatap tajam sang Asisten.


‘’Baik bos’’ Arga dengan tergesa-gesa segera berlalu pergi.


Setelah 2 menit kemudia sebuah mobil Ferarri hitam berhenti di depan Zio. Zio yang tahu itu mobil miliknya segera masuk ke dalam mobil.


"Cepat kejar bedebah sialan itu!" Umpat Zio.


"Mengemudi yang cepat Arga! Kenapa kamu mengemudikan mobil bagus seperti siput?" Sentak Zio yang menendang jok belakang kursi yang di tempat Arga.


"Ini sudah cepat Bos, jika kita menambah lagi kita akan mencegat mereka."


Huh…..


Arga hanya bisa menarik napas dan membuangnya secara kasar. Bosnya itu benar-benar menyebalkan dan menyeramkan saat marah.


"Harusnya jika cemburu tidak perlu pelampiaskan semuanya padaku. Aku tidak tahu apa-apa permasalahan cinta tapi bos menjadikan ku samsak pelampiasannya. Nona Silvana anda benar-benar membuat singa yang tertidur ini mengamuk." Batin Arga yang ikut meringis.


Zio yang berada di jok belakang hanya diam dengan mata yang terus menatap tajam mobil di depan sana yang merupakan mobil Doni selalu mantan kekasih dari wanita yang menjadi kekasihnya sekarang.


Wajah Zio memerah seperti banteng yang sedang mengamuk dengan asap yang keluar dari telinganya. Arga yang melihat tatapan tajam Bosnya pada mobil Doni hanya bisa bergidik ngeri.


Bagaimana tidak tatapan Zio benar-benar menakutkan. Jika hanya tatapan bisa membuat sebuah peluru maka dapat di pastikan mobil sedang Doni itu akan segera meledak karna tatapan mata tajam Zio yang benar-benar tajam dan menargetkan mobil Doni sebagai sasaran.


"Bedebah sialan itu berani sekali menculik kekasihku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk memberinya pelajaran!" Batin Zio menggebu-gebu yang benar-benar menargetkan Doni sebagai sasaran.


"Sial, apa yang bajingan itu lakukan pada Silvana di dalam mobil itu? Kenapa dia menjalankan mobilnya begitu lambat? Bajingan sialan lihat saja akan aku beri pelajaran padanya karna menculik wanitaku!" Gerutu Zio yang meremas tangannya.


"Menculik?" Beo Arga.

__ADS_1


"Apa matamu buta? Kamu tidak lihat tadi jika bajingan itu yang menculik Silvana?" Sentak Zio yang lagi lagi menendang belakang kursi yang di duduki oleh Arga.


Arga yang mendengar penuturan dari Zio hanya bisa membulatkan mata dengan mulut yang menganga. Apa tadi katanya? Menculik? Arga benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran dari Zio.


"Anda mempertanyakan apa mata saya buta atau tidak? Seharusnya yang di pertanyakan adalah mata anda Bos, mata bos masih berfungsi dengan baik atau tidak? Atau setidaknya otak anda tolong di cek apa masih normal atau sudah miring? Semua orang yang melihat akan tahu jika itu tadi namanya bukan penculikkan. Di katakan penculikkan itu ketika seseorang memaksa orang lain untuk ikut dengannya secara paksa. Sedangkan tadi Nona Silvana masuk ke dalam mobil Tuan Doni dengan suka rela. Tidak ada adegan saling tarik menarik atau adegan teriak minta tolong."


Ingin sekali sekali Arga mengeluarkan semua yang ada dalam pikirannya saat ini. Namun, mau di apa Arga masih menyayanginya pekerjaannya dan gajinya yang hanya setengah lagi.


Sedangkan di sisi lain di dalam mobil Doni hanya hanya ada keheningan saja. Keduanya terlihat hanya diam lebih tepatnya Silvana yang mengacuhkan Doni.


"Kita makan malam dulu….."


"Aku lelah, mau istrahat. Jika kamu ingin makan malam turunkan aku disini!" Potong Silvana cepat.


Sebenarnya Silvana selain capek gadis itu juga merasa tidak nyaman bersama Doni. Jika dulu mungkin dia akan sangat bahagia jika Doni mau mengantarnya pulang tapi tidak untuk sekarang. Saat ini hatinya tidak lagi merasakan perasaan senang dan nyaman saat bersama Doni.


Tanpa di jelaskan pun Silvana tahu jika saat ini hatinya telah kosong untuk Doni. Hatinya telah di isi oleh pria lain yang bahkan perkenalan mereka cukup singkat. Siapa lagi jika bukan Zionard Morgan Dewantara.


"Tidak perlu aku akan menahan laparku dan mengantarmu sampai di apartemen." Kata Doni.


Doni berharap setelah mendengar jika dia kelaparan Silvana akan luluh dan mau mengikutinya. Namun, harapan tinggal harapan Doni lagi lagi harus menelan pil pahit saat Silvana tak bergeming sedikitpun. Jangankan berbicara melirik saja tidak.


Jika dulu seperti apapun lelah dan capeknya Silvana jika Doni bilang lelah tidak bisa mengantar maka Silvana akan dengan patuh pulang sendiri. Jika Doni bilang tidak lapar selapar apapun Silvana maka dia akan menahannya.


Sekarang Silvana benar-benar tidak lagi peduli padanya. Memikirkan itu Doni hanya bisa mencekram stir dengan keras. Sekarang yang ada hanyalah penyesalan Doni benar-benar menyesal kenapa dulu ia tidak memberi perhatian yang Silvana butuhkan.


Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu Mobil Doni berhenti di depan gedung yang menjadi tempat tinggal Silvana dari dulu hingga sekarang.


Ckitt


"Kenapa begitu cepat sampainya padahal aku menjalaninya dengan lambat." Kata Doni dalam hati.


"Aku turun." Kata Silvana yang bergerak membuka pintu tapi tangannya di cegat oleh Doni.


"Ada apa?" Tanya Silvana yang menoleh ke arah Doni.


"Apa kita tidak bisa kembali ke masa lalu? Menjalin kasih dan memperbaiki hubungan kita dan memulainya dari awal?" Ucap Doni sendu.


"Tidak bisa bahkan di dunia mimpi sekalipun"

__ADS_1


__ADS_2