Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 62


__ADS_3

“Wanita ini menarik rambut istriku dengan kencang hingga istriku kesakitan dan pingsan. Bukan hanya itu saja Istriku sampai masuk rumah sakit katanya dia bisa hilang ingatan karena jambakan dari wanita ini.” Kata Zio dengan amarah yang meledak-ledak.


“APA..?”


“Jika sampai Silvana Hilang ingatan maka aku sendiri yang akan membunuh wanita ini.”


UHUKK UHUKK


Tuan Handoko yang mendengar apa yang dikatakan oleh Zio langsung tersedak mudanya sendiri. Bagaimana bisa dirinya mempunyai cucu yang bodoh seperti pria muda di depannya itu? Bagaimana seseorang akan mengalami hilang ingatan yang hanya disebabkan oleh sebuah tarikan rambut.


Ternyata bukan hanya Tuan Handoko yang merasa lucu dan kesal secara bersamaan dengan apa yang dialami oleh Zio. Kedua orang bodyguard milik Tuan Handoko pun merasa lucu dengan tanggapan tuan muda mereka terhadap apa yang terjadi pada istrinya.


Kedua penjaga itu bahkan saling melirik satu sama lain dengan pikiran yang entah ke mana. Sejak kapan aksi dari jambak menjambak rambut mempunyai akibat fatal seperti hilang ingatan. Anehnya lagi tuan muda yang biasanya dianggap jenius sedang tak bisa dibodohi itu justru dengan mudahnya langsung menelan apa yang dikatakan oleh Silvana.


“Apa otakmu sekarang sudah tidak ada di dalam kepalamu itu, cucu sialan?” bentak Tuan Handoko yang menatap tajam Zio yang sedang mencengkram rahang Angelina.


“Kamu menyebut aku tidak punya otak, begitu?” Garang Zio yang menatap nyalang sang kakek.


“Lalu aku harus apa? Kamu sekarang benar-benar bodoh bagaimana bisa wanita itu membodohi kamu dengan mengatakan akan hilang ingatan? Orang bodoh saja kau jika sakit yang disebabkan seperti itu tidak akan sampai mengalami itu.” Terang Tuan Handoko yang menatap tajam cucunya itu karena menjadi bodoh dan diperdaya oleh wanita.


Zio yang mendengar itu langsung melepaskan Angelina dari cengkramannya. Matanya menatap ke arah Tuan Handoko dengan dahi yang mengkerut sedang berpikir.


“Tetap saja, wanita ini sudah berani membuat istriku kesakitan. Jadi, semua harus ada bayarannya, sama sepertinya yang harus mendapat bayaran setimpal.” Kata Zio dengan nada datar dan juga dingin membuat Tuan Handoko langsung mengerutkan dahi.


Karena jika sudah seperti ini maka akan sangat sulit menghentikan apa yang diinginkan oleh sang cucu. Entah apalagi yang kan Zio lakukan yang jelas Tuan Handoko tidak mengeluarkan suara apapun lagi. Sedangkan Zio pria itu dengan gerakan cepat mengacak-acak kamar yang ditempati oleh Angelina. Kamar itu telah berantakan sedari tadi kini sudah bertambah berantakan dengan Zio yang semakin mengamuk dengan terus membuka laci-laci meja rias entah mencari apa.


“Kek, tolong hentikan Zio. Aku sakit kek, tolong kek.” Angelina menatap memelas Tuan Handoko yang terdiam tanpa melakukan apapun untuk menolongnya.

__ADS_1


“Akhirnya ketemu juga,” Kata Zio yang mengangkat benda yang ada di tangannya itu.


Sontak semua orang yang berada di dalam ruangan itu langsung membulatkan mata saat melihat jika dia sedang memegang sebuah gunting. Mata Angelina semakin melotot hingga hampir keluar dari tempatnya bersamaan dengan langkah Zio yang semakin mendekat ke arahnya.


“A…apa yang ma…mau kamu la..lakukan? Men..jauh jangan kesini.” Angelina berteriak dengan panik dan menggeser badannya mundur ke belakang.


Zio yang melihat itu tersenyum miring, lalu berkata. “ Kenapa mundur? Bukankah kamu selalu menempel ku hingga membuat istriku sakit. Jadi, kamarilah!” ucap Zio dengan nada lembut dan juga senyuman manis.


Namun, di pendengaran Angelina entah kenapa nada lembut Zio justru terdengar seperti melodi kematian yang begitu menyeramkan baginya. Angelina menggelengkan kepalanya kuat memibnta Zio untuk tidak datang padanya. Sayangnya Zio tidak mendengarkan teriakannya.


Srett


AAAAA


Angelina memekik kesakitan saat rambutnya lagi-lagi ditarik oleh Zio. Zio yang merasa kesal karena Angelina yang terus berteriak langsung menjabat keras ke rambut wanita itu.


“DIAM…! SUARA JELEKMU INI JUSTRU MENYAKITI GENDANG TELINGAKU.” Bentak Zio yang melototi Angelina.


Srett


Sret


Sret


Hiks hiks hiks


Angelina hanya bisa menangis histeris saat rambutnya ditarik dan dipotong acak oleh Zio. Hingga beberapa saat kemudian Zio menyudahi kegiatannya yang memotong rambut Angelina.

__ADS_1


“Hiks hiks ka…kamu jahat hiks kejam..” Isak Angelina yang menatap nanar pria di depannya itu dengan tatapan mata terluka.


“Kamu tahu sendiri aku kejam tetapi kenapa masih berani mengusik orang yang aku sayang. Jika sekali lagi kalian mengusik orang yang aku sayang maka aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membalas kamu berkali lipat lebih sakit dari ini dan itu juga berlaku kepada kamu Pak Tua.”


Zio menatap menatap tajam Tuan Handoko dengan memberi ultimatum kepada Tuan Handoko. Zio tidak akan memberi ampun siapapun yang mengusik istrinya tak terkecuali Tuan Handoko selaku kakeknya sendiri.


“Hey Pak Tua, kamu menyukai wanita ini, bukan? Kenapa tidak engkau nikahi saja dia. Agar di masa tuamu itu ada yang merawatmu,” ejek Zio yang berlalu pergi dengan senyum miring di bibirnya.


Tuan Handoko yang mendengar ejekan dari Zio hanya bisa menyumpah serapahi pria yang baru saja berlalu itu yang tak lain adalah cucu satu-satunya miliknya dan tentu penerusnya.


Sedangkan untuk kedua bodyguard di belakang Tuan Handoko mereka hanya bisa menahan tawa saat mendengar ejekan sang Tuan muda pada sang majikan.


“Harusnya kamu tidak membuat masalah Angelina, jika sudah seperti ini bagaimana caraku membuat Zio menyukaimu.” Ucap Tuan Handoko yang cukup tinggi membuat Angelina yang sedang menangis terperanjat kaget.


“Kek aku…,”


“Aku tidak mau tahu, jika sampai kejadian ini di ketahui kakekmu. Lalu kakek kamu marah-marah kepadaku. Maka hari itu juga aku pulangkan kamu kembali di Rio Tua.” Gertak Tuan Handoko kepada Angelina.


Tuan Handoko segera berbalik pergi begitu saja meninggalkan Angelina yang masih terus menagisi rambutnya dan juga merasakan sakit pada kepalanya. Namun, Tuan Handoko tidak peduli.


Bagi Tuan Handoko itu pelajaran dan juga akibat Angelina yang gegabah dalam bertindak tanpa sepengetahuannya. Jika Angelinabisa bersabar sedikit saja semua akan berjalan sesuai rencana yang telah susun dari jauh-jauh hari. Tapi jika keadaanya seperti ini percuma saja. Bukannya mendekat Zio semakin jauh dari jangkaun membuat Tuan Handoko kesal.


Dengan wajah memerah menahan kekesalan sekaligus amarah Tuan Handoko berjalan keluar dari kamar hotel Angelina menuju kamarnya sendiri.


Di sisi lain Zio dengan melaju kencang dengan kecepatan yang di atas rata-rata membuat beberapa pengendara bahkan sampai menyumpahinnya. Apa Zio peduli..? Pria itu justru terlihat santai fokus pada pandangan di depan hingga beberapa menit kemudian akhirnya mobil Zio berhenti di depan Rumah Sakit.


Dengan wajah datar dan dingin Zio turun dari mobil dengan sebuah bunga mawar di tangannya. Pria itu berjalan masuk tanpa memperdulikan jika dirinya menjadi pusat perhatian dari para wanita di dalam rumah sakit itu. Zio yang melihat itu hanya acuh karenanya objek yang menarik baginya hanyalah Silvana wanita yang di cintainya dan sudah menjadi istrinya sekarang.

__ADS_1


Ceklek


“Sayang..,”


__ADS_2