Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 48


__ADS_3

“KAU…..”


“Ada apa Rio…?” Suara dari atas sana membuat pria tua yang sedang marah-marah itu menghentikan aksinya.


Terlihat pria tua di lantai bawah itu langsung menatap tajam pria tua yang berada di lantai atas.


“Ada apa? Kenapa kamu datang-datang langsung marah-marah nggk jelas?” Tanya pria tua yang berada di lantai atas turun dari atas dengan tongkatnya di tangannya.


“Kamu bertanya ada apa? Setelah cucu kamu membuat cucu kesayanganku menangis?” Sentak Pria tua yang bernama Rio itu.


“Ada apa? Kenapa cucu mu menangis karna cucuku?” Tanya pria tua yang bernama Handoko.


“Jangan berpura-pura bodoh Handoko…! Kamu tahu cucu mu itu telah menikah. Kamu sudah berjanji akan menjodohkan Zio dengan cucuku Angelina.” Ucap Rio dengan sangat emosi karna merasa di tipu oleh Handoko dan Zio.


Sedangkan Handoko pria tua itu langsung membulatkan mata saat mendengar jika sang cucu telah menikah. Handoko tidak percaya akan itu, bagaimana bisa cucunya menikah tanpa mengabarinya sedikitpun.


“Itu tidak mungkin, aku tidak mengetahui apapun soal pernikahan itu. Lagipula cucuku tidak mungkin menikah tanpa mengabariku.” Ucap Handoko yang tidak percaya apa yang di katakan Rio.


“Lihat ini…! Kita lihat apa kamu masih tidak percaya setelah melihat berita itu.” Kata Rio yang menyodorkan ponselnya ke arah Handoko.


Handoko dengan ragu menerima ponsel yang di sedorkan oleh Rio padanya. Walaupun tidak yakin namun, Tuan Handoko juga merasa penasaran dengan apa yang di katakan oleh Rio.


Mata Tuan Handoko langsung membulat sempurna melihat sang cucu yang telah menikah. Bukan hanya itu Tuan Handoko juga merasa tertegun menatap wajah bahagia sang cucu yang begitu terlihat bahagia. Bahkan cucunya itu tersenyum lebar dengan menatap wanita yang berada di sampingnya yang masih menggunakan gaun pengantin senada dengan jaz yang di kenakan oleh sang cucu.

__ADS_1


“Sekarang bagaimana masih tidak percaya jika cucu kebanggaan kamu itu sudah menikah? Ingat Handoko kita sudah sepakat untuk menjodohkan cucu kamu Zio dan cucu ku Angelina. Aku tidak mau tahu cucumu harus menikahi cucuku. Kau jangan ingka janji hanya karna cucumu telah menikah.” Gertak Rio yang menatap tajam Tuan Handoko.


“Kakek harus membuat Zio menikahiku karna kakek telah berjanji akan itu. Aku tidak mau tahu pokoknya Zio harus menjadi suami aku.” Ucap wanita muda di samping Tuan Rio yang merupakan cucunya yang bernama Angelina seorang model internasional.


Handoko yang mendengar apa yang di katakan oleh Tuan Rio dan juga Angelina hanya diam karna tidak tahu harys berbuat apa.


“Ayo kita pergi Angel..!” Ucap Tuan Rio yang langsung menarik tangan Angelina agar keluar dari mension itu.


“Anak itu kenapa berani menikah tanpa sepengetahuan diriku? Sekarang dia juga telah membuat pertemananku dengan Tuan Rio hancur karna menikah diam-diam.” Geram Handoko yang sangat kesal dengan perbuatan Zio yang menikah diam-diam.


Tuan Handoko merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya hingga mulai mengaak atik benda persegi itu. Meletakannya di samping telinganya. Sepertinya Tuan Handoko sedang menghubungi seseorang.


“Hallo, cari tahu latar belakang istri Tuan Muda Zio….!” Perintah Tuan Handoko pada seseorang yang berada di sebrang sana.


“Berani sekali anak itu menikah tanpa sepengetahuan ku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan jika dia menikah dengan wanita yang beda kasta." Ucap Tuan Handoko.


Ceklek


"Silahkan permaisuri ku." Ucap Zio yang membungkuk setengah badan mengulurkan tangannya kepada Silvana.


Silvana yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa tersipu malu menerima uluran tangan Zio. Silvana melongo menatap bangunan di depannya yang terlihat sederhana namun sangat indah di pandang. Mata Silvana menatap sekitar mansion yang di kelilingi taman bunga hingga mension itu terlihat lebih hidup.


“Ini rumah siapa?” Silvana bertanya dengan mata yang tak lepas dari depan sana.

__ADS_1


Zio yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya Zio berjalan di belakang Silvana. Zio memeluk Silvana dari belakang dengan kepala yang di sandarkan pada bahu sang istri.


“Kamu suka?” Bisik Zio yang memeluk erat perut Silvana.


“Aku sangat menyukainya tapi…..” Jeda Silvana yang tidak lagi melanjutkan perkataannya karna Silvana sadar jika Zio tidak mungkin memberikannya rumah.


“Ini rumah kita sayang, mulai saat ini kita akan tinggal disini. Aku sengaja memberikan rumah ini sebagai kado pernikahan kita. Aku juga sengaja membeli mension kecil karna aku tahu kamu mengimpikan ini.” Ungkap Zio dengan sangat tulus mengecup pucuk kepala Silvana.


Silvana yang mendengar itu tentu merasa tidak percaya karna Zio begitu memahami dirinya yang tak ingin mempunyai rumah yang besar jika nyatanya dia merasa sendirian atau pun kesepian.


Zio sudah membeli mension itu sekitar 1 bulan lalu saat dirinya yakin jika ingin hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Silvana adalah pilihan yang pas bagi Zio. Selain karna dirinya yang mencintai Silvana ada hal lain yang membuat Zio yakin jika Silvana adalah wanita yang tepat untuknya dan menemaninya nanti.


“Benarkah ini tempat kita tinggal nanti?” Silvana bertanya dengan tidak percaya. Namun, melihat respon yang di berikn oleh Zio membuat Silvana yakin jika Zio benar-benar berkata dengan serius.


“Aku tidak pernah berbohong.” Balas Zio yang membalik Silvana hingga menatap ke arahnya dengan posisis mereka saling menatap satu sama lain.


“Dengar sayang, mungkin akan terkesan lebay dan di buat-buat jika aku mengatakan aku rela melepaskan ataupun membuang semua yang aku miliki sekarang. Namun, dengan sangat jelas aku mrngatakan aku tidak akann bisa hidup atau bahkan berdiri tegak saat kamu tidak ada di sisiku. Jadi, bersediakah kamu menemaniku hingga akhir nyawaku nanti berada dan bersamayang di dalam tubuhku.” Ugkap Zio yang terdengar begitu merdu dan sungguh-sungguh membuat Silvana terpesona.


Silvana tidak mampu berkata-kata karena lidahnya terasa keluh untuk mengucapkan satu katapun.


“Ayo kita masuk,,!” Zio menggandeng tangan Silvana membawa gadis itu masuk dalam mension sederhana yang berlantai 2 itu.


Sampai di dalam lagi lagi Silvana tertegun karena semua susunan dalam mension itu seperti yang di inginkannya. Sedangkan Zio tanpa sepengetahuannya beberapa hari yang lalu Zio tidak sengaja menemukan sebuah skesta bangunan rumah juga beserta tata ruangnya.

__ADS_1


Zio sengaja menata seperti semua beenda sesuai dengan apa yang di gambar itu karena Zio tahu jika itu adalah keinginan Silvana’


“Terima kasih hiks…”


__ADS_2