Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 37


__ADS_3

“Apa yang kamu lihat dari wanita ku?”


“Cantik..”


Glek


Arga langsung menutup mulutnya saat sadar apa yang baru saja dia ucapkan. Namun, terlambat tatapan tajam Zio padanya bagaikan laser yang dapat mencincang habis tubuhnya menjadi bagian yang kecil-jecil.


“Bos aku….. Tidak bermaksud seperti itu..” Cicit Arga dengan keringat dingin yang mengalir deras di punggungnya.


“Apa kamu sudah tidak mau lagi menggunakan mata kamu itu he…?”


Suara Zio bagaikan melodi kematian bagi Arga. Hingga pria itu dengan gemetar menggelengkan kepalanya dengan keras.


“Ti….tidak ma…maafkan saya Bos” Ucap Arga dengan suara yang bergetar.


“Huhhhh sudahlah karna saya lagi berbaik diri kali ini kamu saya maafkan. Namun, jika lain kali kamu mengulangi hal yang sama maka saya akan congkel mata kamu itu.” Kata Zio dengan nada penuh ancaman.


Sedangkan Arga berjanji dalam hati untuk tidak lagi memprovakasi bosnya itu. Karna memprovokasi Zio sama saja dengan mencari kematian kamu sendiri.


“Sayang ayo…’’


Zio dengan lembut menarik lembut tangan Silvana membawanya keluar. Arga yang melihat perubahan Zio hanya bisa menarik napas. Cinta memang menggilakan pikir Arga.


Sampai di parkiran Zio dengan penuh cinta membukakan pintu mobil untuk Silvana. Sedangkan Silvana hanya tersenyum menanggapi apa yang di lakukan oleh sang kekasihnya itu.


Disisi lain tak jauh dari mereka Doni menatap tajam mobil Zio yang semakin menjauh dengan tangan yang mengepal kuat.


Darah Doni mendidih saat melihat bagaimana Silvana wanita yang dia cintai itu tersenyum manis ke arah Zio. Sedangkan padanya janganka tersenyum menoleh saja Silvana tidak sudi.


“Sial! karna pria sialan itu aku harus kehilangan Vana” Umpat Doni yang memukul tembok.


Zio bersama Silvana dan Doni berjalsn masuk ke dalam perusahaan dengan gagah.


“Arga ikut saya!” Ucap Zio datar sedangkan Silvana hanya diam menuju ruangannya yang berada di samping Zio.

__ADS_1


“Bagaimana?” Tanya Zio the to point.


“Dia masih tidak mau menyerah Bos. Dia tetap pada pendiriannya untuk merebut nona Silvana.” Jelas Arga.


“Batalkan kerja sama kita dengan perusahaan bajingan itu dan tarik semua data yang kita keluarkan aku tidak mau tahu kamu harus membuat mereka membayar 2 kali lipat.” Ucap Zio yang benar-benar serius dengan apa ang di katakannya.


“Tapi Bos…. Jika ingin membuat mereka membayar 2 kali lipat itu harus mereka yang membatalkan kerja sama kita.” Terang Arga yang mengingatkan karna bagaimana pun juga itu semua sudah tertulis di surat perjanjian kerja sama.


Zio yang mendengar penuturan dari Asistennya itu mengerutkan alis.


“JIka begitu buat mereka membuat dana yang kita berikan 24 jam jika tidak maka buat jalur hukum.” Perintah Zio yang tak ingin di bantah.


“Baik bos…” Arga langsung keluar dari ruangan Zio menuju ruangannya untuk mempersiapkan semuanya.


“Inilah akibatnya jika berani berurusan dengan seorang Zionard. Sudah aku ingatkan tapi kamu sendiri yang mencari perkara.” Ucap Zio dengan menyeringai dingin.


Zio tidak pernah main-main dengan ucapannya pada Doni tadi malam. Tadinya Zio berpikir untuk melepaskan pria yang menjadi mantan kekasih dari kekasihnya itu. Tapi mengingat ancamannya tadi malam yang ingin merebut Silvana darinya tentu membuat darah Zio mendidih.


Andaikan Doni cepat sadar dan melepas semuanya maka semua ini tidak akan berakhir sama seperti ini. Tidak mungkin bagi Zio untuk menghancukan perusahaan kecil seperti itu. Namun, karna dia menyinggung orang yang dia cintai maka berarti orang itu siap menerima emarahan darinya.


“Ada apa? Kenapa memanggil daddy? Kamu tidak sibuk dengan para wanita bayaranmu itu? Tenang saja Daddy tidak akan lagi melarang kamu melakukan apapun. Daddy tahu kamu sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik untuk diri kamu sendiri. Daddy hanya harap semoga suatu saat nanti kamu sadar jika ada Vana yang begitu mencintaimu.” Ujar Riko yang meminum kopinya dengan menatap datar sang outra semata wayangnya itu.


Deg


Doni langsung menegang saat Daddynya menyinggung soal Silvana yang merupakan orang yang sudah menjadi mantan untuknya.


“Aku sudah tobat dad….. Aku tidak lagi memakai atau main wanita lagi.” Ucap Doni dengan menundukan kepalanya.


“Baguslah jika kamu sudah seperti itu. Daddy senang jika kamu sudah sadar akan perbuatan kamu yang hanya dapat merugikan diri kamu sendiri.” Balas Riko yang apa adanya.


Riko senang karna akhirnya putranya itu mau berhenti dari kebiasaan buruknya itu. Namum, Riko bukanlah orang bodoh ada yang tidak beres dari gelagat dari putranya itu.


“Dad aku…… aku putus dengan Silvana.” Ucap Doni dengan suara tercekat dan kepala tertunduk.


Deg

__ADS_1


“Sudah ku duga” Kata Riko dengan santai meminum tehnya lagi.


“Kenapa?” Tanya Riko dengan menatap serius sang putra.


“Dia menjadi kekasih orang yang lebih kaya dariku.”


“Daddy tanya apa masalahnya? Bukan bertanya dia sekarang jadi apa.”


“Vana…….. Melihat aku masuk hotel bersama wanita lain.”


Riko yang mendengar penjelasan Doni hanya diam dengan senyum tipis di bibirnya. Nyatanya putranya itu tidak brubah seutuhnya.


“Di lobby atau di dalam kamar?” Sarkas Riko.


Deg


Doni yang mendengar pertanyaan sang daddy yang lebih tepatnya itu bukan pertanyaan tapi pernyataan membuat Doni terdiam kaku.


Riko yang melihat keterdiaman dari sang putra hanya bisa tersenyum masam. Tanpa menjawab pun Riko tahu jika bukan di lobby tapi di dalam kamar hotel dirinya di pergoki karna saat itu dia juga menyaksikan secara langsung bagaimana Silvana menghajar keduanya.


Riko tidak menduga jika gadis yang selalu terlihat lemah lembut dan seanggun Silvana bisa menjadi harimau yang menyerang siapa saja yang menyakitinya.


Jika saja waktu itu ia tidak bertindak cepat mungkin sekarang mereka sudah menjadi gembel karna kebodohan dari putranya itu.


“Daddy tuh sebenarnya bingun sama kamu….. Apa yang kurang dari Vana? Cantik, lemah lembut, baik, penyayang, cinta sama kamu, perhatian, apa coba kurangnya? Atau karna dia nggak bisa menuruti keinginan kamu untuk **** before merrid?”


Diam….!


Doni hanya bisa terdiam dengan kepala yang tertunduk karna apa yang di katakan daddy-nya itu adalah alasannya mencari pelampiasan selama ini.


Walau pun di awal Doni hanya bermain-main akan tetapi lambat laun Doni mulsi ketagihan apalagi saat Mona muncul dalam kehidupannya. Wanita itu selalu menggoda dan memuaskannya setiap saat hingga waktu ke waktu. Doni yang tak ingin membuat hubungan selain dengan Silvana bahkan dengan gilanya Doni menjadikan Mona selingkuhannya.


Waktunya semakin terkikis mengabaikan Silvana. lama kelamaan perhatian dan ungkapan bahkan sikapnya terhadap Silvana mulai berubah walau dalam hati dia selalu menegaskan jika dia mencintai Silvana. Namun, tubuhnya tidak bisa di bohongi jika dia juga membutuhkan Mona dalam hidupnnya.


Bahkan dengan gilanya Doni mengatakan jika tidak akan meninggalkan Mona walaupun sudah menikah dengan Silvana karna hanya wanita itu yang dapat memuaskannya.

__ADS_1


“Jika kamu di suruh milih antara permen yang terbungkus atau permen yang sudah tidak ada pembungkusnya. Mana yang akan kamu pilih?”


__ADS_2