Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 11


__ADS_3

Zio larut dalam Ciuman sepihaknya tanpa memperdulikan Silvana yang bisa dia mematung dengan tatapan kosong. Zio terus mencium Silvana Namun Ciumannya lama kelamaan menjadi *******-lumayan lembut Zio menghentikan Ciumannya saat merasa sesuatu yang asin. Zio melepas Ciumannya lalu menjauhkan sedikit wajahnya hingga Untuk Sesaat Zio terkejut melihat Silvana yang hanya diam menatap kosong tapi air matanya terus mengalir di sudut matanya membuat Zio kaget lalu menghapus air mata Silvana


" Kenaa…." Zio bertanya dengan Lirih sambil menatap Silvana Sendu.


Hidup selama 26 tahun baru kali ini Zio merasakan perasaan Ini, perasaan yang membuncah, menggelikan, membahagiakan, dan selalu ingin di dekat Silvana. Selama ia hidup tak pernah menginginkan sesuatu sebesar ini, perasaan yang ia rasakan kepada Silvana benar-benar Tulus dari dalam lubuk hatinya paling dalam bukan hanya karna ketertarikan sementara atau Sebuah Obsesi belaka.


" Apa aku tidak cukup baik untukmu….atau apa kekurangan ku di banding dengannya " Lanjut Zio membelai pipi Silvana sehingga pandangan mata mereka saling bertemu membuat jantung keduanya berdetak dengan Kencang.


" Tidak…..kamu sempurna hanya saja…..aku yang belum bisa melupakan masa lalu " kata Silvana Lirih seperti sebuah bisikan tapi Zio masih mampu mendengarnya dengan Jelas


" Hanya karna itu…." Zio mengernyitkan alis lalu memegang dagu dan mengangkat sehingga ia bisa melihat wajah Silvana


" Bukankah kau hanya perlu waktu untuk melupakannya…." Tanya Zio menatap bola mata Silvana yang sedang menatapnya juga


" Aku…..aku …." Silvana berusaha menjawab tapi lidahnya seperti Kelu, pikirinnya Seketika mendadak kosong saat manit mata hitam itu menatapnya dengan Lembut dan penuh kesungguhan di dalamnya membuat Silvana tiba-tiba merasakan desiran aneh di dadanya tapi ia memilih menepis akan hal itu.


" Beri aku waktu………1 bulan…! Beri aku waktu 1 bulan untuk membuktikan kepadamu, aku cukup baik untuk mu, Selama 1 bulan itu biarkan aku mencurahkan seluruh isi hati ku padamu jika dalam 1 bulan kamu juga belum bisa mencintai ku…..aku akan membiarkan mu mencari kebahagiaan kamu sendiri "


" Tapi aku berjanji jika orang yang akan menjadi sumber kebahagiaan kamu itu adalah aku " lanjut Zio dalam hati


Silvana menatap Zio dengan lekat pikirannya entah kemana. Silvana akui Zio adalah pria tertampan yang pernah ia dia temui atau mungkin tertampan di dunia ini tidak mungkin ia tidak bisa jatuh cinta kepada pemilik wajah rupawan di depannya ini tapi apa dia siap jika di masa depan ia akan di campakkan di tinggalkan dan d khianati lagi pikir Silvana


" Jangan ragu….aku bersumpah aku tidak akan pernah menghianati apalagi mencampakkan dirimu seperti yang di lakukan si brengsek itu TIDAK AKAN " Seakan mengetahui apa yang di pikirkan Silvana Zio mendekat lalu menyakinkan Silvana akan perasaannya dengan menekan kata kalimat Terakhir miliknya.


" Huuuu….baiklah… hanya 1 bulan setelah itu semua akan kembali pada tempatnya masing-masing " Cicit Silvana yang membuat Senyum indah Zio merekah


" Deal. mulai sekarang kau menjadi kekasih ku jadi ayo kita keluar sebentar lagi makanan tiba. Aku sudah memesan makanan enak untu mu " ungkap Zio mengelus ubun-ubun Silvana lalu menarik lembut tangannya membawanya keluar dan duduk di sofa ruang miliknya

__ADS_1


" Tunggu ya sebentar lagi sampai " Ucap Zio mengelus lembut kepala Silvana. Sedangkan Silvana tidak tahu harus berbuat apa saat menerima perlakuan Manis oleh Seorang ZIONARD selain hanya bisa menganggukan Kepala


" Kemana Asisten bodoh itu wanita ku sudah kelaparan dari tadi tapi dia belum juga datang " Batin Zio menatap tajam ke arah Pintu yang belum ada tanda-tanda untuk di ketok apalagi di bukan


" Kamu tunggu disini ya aku keluar sebentar " Zio langsung berdiri lalu berjalan keluar tanpa mendengar jawaban Silvana terlebih dahulu. Sampai di luar Zio langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya lalu mulai mengotak-atik ponselnya


" Kau dimana sialan…." Teriak Zio saat panggilan tersambung


" Cepat kemari. 5 menit jika kau belum sampai juga terimah akibatnya " sentak Zio lalu mematikan sepihak sambungan telfonnya. Lalu kembali masuk dalam Ruangan miliknya. Wajah yang tadi berekspresi datar dan Dingin langsung berubah hangat dan penuh senyuman saat melihat wanitanya sedang duduk menunggunya


" Sabar ya " Zio segera duduk di samping Silvana lalu membawa Silvana pada dekapannya.


" Sial…..Jiak begini tidak perlu 1 bulan untuk ku jatubi Cinta padanya 1 Minggu saja ku rasa akan berhasil " Celoteh Silvana dalam hati sambil terus berusaha lepas dari dekapan Zio tapi selalu gagal karna Zio selalu menahannya


" Diamlah Baby…."


" Tu……and ha……ha…."


" Apa sekarang kamu tidak punya sopan santun Arga " Zio menatap tajam Asistennya itu yang sudah berani mengganggu momen indahnya bersama Silvana


" Astaga Tuan….. bagaimana aku tidak panik tuan hanya memberi aku waktu lima menit jika tidak pasti bonusku akan di potong dan sekarang Tuan menyalahkan aku lagi " Jerit Arga dalam hati menatap masam Bosnya


" Maaf Tuan tadi saya buru-buru karna Tuan…."


" Jadi salah saya…." Potong Zio


" Bukan…salah saya Tuan "

__ADS_1


" Beginilah nasib para bawahan salah atau enggak tetap saja pada akhirnya tetap salah juga di mata Bos apalagi kalau Bosnya lagi Bucin-bucinan seperti Tuan " Arga hanya bisa menahan semua keluh kesahnya dalam hati


" Cih memang salah kamu. Cepat berikan makanannya kau tahu wanitaku sudah kelaparan karna menunggu mu "


Silvana yang sedari tadi hanya melihat dan mendengar Perdebatan mereka sontak langsung terkejut saat namanya di bawah-bawah Sedangkan Arga hanya bisa mengelus dada


" Ini Tuan….." Arga meletakan pesanan Zio lalu segera berjalan keluar saat melihat tatapan Bosnya itu setajam Silet


" Astaga…..belum apa-apa tapi Tuan sudah Bucin bagaimana nanti jika Tuan menjadi Suami istri dengan Nona dapat di pastikan Tuan akan menjadi Budak Cinta Nona Silvana " batin Arga dalam hati hanya bisa geleng-geleng akan kelakuan Bosnya yang Dingin itu tapi akan menjadi seseorang yang berubah jika bersama Silvana


Sedangkan di Ruangan Zio dan Silvana terus berdebat lantaran Zio yang ingin menyuapi Silvana tapi di tolak oleh Silvana


" Tuan….saya bisa makan sendiri " Tolak Silvana terhadap Zio yang terus memaksanya untuk makan di suapi olehnya


" Tidak Baby biar aku suapi ya " Zio tetap kekeh ingin menyuapi Silvana makan menurutnya itu romantis dan salah satu bentuk perhatian seorang kekasih kepada Kekasihnya.


" Tapi aku ingin makan sendiri Tuan…..tuan makanlah juga "


" Tidak….aku tidak akan makan jika kamu belum selesai makan "


" Baiklah aku makan tapi tidak perlu di suapi aku makan sendiri "


" No Baby…aku menyuapi mu jika ingin tanganmu berguna maka gunakan saja untuk menyuapiku "


" Cih apa ini sifat Aslinya…."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2