Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 59


__ADS_3

Sreett


“Cincin seindah ini hanya pantas untukku seorang.” Kata Angelina dengan memasang langsung cincin itu di jari tangannya.


“Hey itu cincin….”


“KAUUUU…, APA YANG KAMU LAKUKAN DI TEMPAT INI?” Bentak Angelina yang menatap tajam sosok wanita mudah di depannya itu.


Bukan hanya Angelina yang kaget namun wanita di depan Angelina itu juga kaget melihat wanita yang di temuinya beberapa jam lalu ada di mal ini.


“Wanita miskin seperti mu ingin membeli perhiasan? Uang dari mana?” Ejek Angelina dengan suara yang cukup keras membuat orang-orang yang berada di sekitar mereka dapat mendengarnya dengan jelas.


“Aku miskin? Ck… Aku memang miskin tapi kamu lupa jika suamiku adalah orang kaya?” Sarkas wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Silvana.


Silvana dan Zio ada pertemuan di dekat mall itu dan juga kebetulan Zio yang mengajaknya untuk mampir di mall itu. Tapi suaminya itu tiba-tiba menghilang saat mereka masuk dengan mengatakan jika akan ke toilet dulu. Namun, beberapa menit sudah berlalu tapi Zio Juga belum kembali.


Silvana yang merasa bosan memutuskan untuk berjalan-jalan melihat mungkin ada sesuatu yang di inginkannya. Mata wanita itu tertuju dengan sebuah cincin yang memiliki mata batu safir yang berwarna biru sangat indah walaupun terlihat sederhana.


“Tolong ambilkan aku yang ini.” Ucap Silvana kepada seseorang yang sepertinya pelayan yang bertugas melayani pembeli.


“Baik Nona.” Pelayan itu dengan segera menunduk membuka laci kaca penyimpanan perhiasan-perhiasan itu. Pelayan itu mengambil cincin itu menggunakan kaos tangan lalu di letakkannya di depan Silvana.


Silvana yang melihat secara langsung cincin itu langsung terpana. Dengan sedikit ragu Silvana mengambil kotak cincin itu melihatnya dengan teliti sebelum tangan seseorang dari belakang mencopot cincin itu membuat Silvana kesal.


“Jadi wanita hanya mengandalkan uang suami apa yang membanggakan.” Uap Angelina dengan nada keras tak lupa memberi tatapan mengejek dan sinis kepada Silvana.


“Apa salahnya? Aku hanya menggunakan uang suamiku bukan uang dari sugar daddy.” Balas Silvana yang tersenyum mengejek pada Angelina.


Sontak hal itu membuat Angelina kaget dan langsung berwajah pucat psi menatap horor Silvana.


“Siapa yang memiliki sugar daddy? Aku tidak memiliki sugar daddy jangan mencoba menfitnahku. Dasar wanita miskin sialan.”

__ADS_1


“Apa saya menyebut nama anda nona Angelina? Saya hanya mengatakan Sugar daddy dan tidak mengatakan nama anda. Jadi, kenapa anda sangat marah seakan-akan jika apa yang saya ucapkan barusan itu berhubungan dengan anda?”


Angelina yang baru menyadari hal itu langsung tertegun dan tidak bisa lagi untuk mengeluarkan apapun. Di tambah dengan adanya bisik-bisik orang di toko membuat Angelina bertambah mati kutu.


“Wanita muda itu bukankah Angelina?”


“Iya dia Angelina si model terkenal itu. Wajahnya selalu muncul di layar tv dan juga surat kabar.”


“Waaah berarti berita tadi itu benar dong.”


“Berita yang mana?”


“Tadi pagi ada berita tentang jika model Angelina sedang keluar di bandara internasional bersama para bodyguard. Aku kira itu hanya berita bohongan tidak tahu bear adanya.”


“Tapi model Angelina mencari masalah lebih dulu dengan wanita itu tadi.”


“Apa maksudmu? Model Angelina tidak akan melakukan hal rendah seperti itu.”


“Apa yang kamu katakan? Kamu ingin menjelekan Model Angelina?”


“Hey bukankah wanita itu juga salah wanita yang beberapa hari lalu viral di media sosial? Lantaran membuat seorang pengusaha rela berbelanja di supermarket dengan membawa semua belanjaan istri.”


“Ah aku ingat, dia Nona Silvana istri dari Tuan Zio pengusaha sukses di negara ini.”


‘‘Jangan sampai model Angelina terkena masalah karena bersinggungan dengan Tuan Zio.”


“Sial.” Umpat Angelina dalm hati.


Wanita itu mengepalkan erat tangannya menahan amarah dalam dirinya. Seharusnya yang menjadi istri dari Zio adalah dirinya bukan wanita miskin di depannya itu. Harusnya dia yang di puji-puji oleh masyarakat karena dirinya di cintai oleh Zio bukan wanita di depannya itu.


“Ada apa ini?”

__ADS_1


Suara berat itu datang dri kerumunan orang-orang itu membela kerumunan berjalan menghampiri wanita yang berdiri kaku di depan sana. Angelina yang melihat kedatangan Zio langsugn melotot sebelum senyum miring tercetak di bibirnya yang di warnai dengan lipstik yang merah menyalah.


“Zio, lihat wanita ini baru saja memaki dan menghinaku. Kamu harus memberi keadilan untukku, bagaimana pun juga aku adalah calon istrimu.” Ucap Angelina dengan nada lemah lembut namun di keraskan hingga semua orang dapat mendengarnya.


Silvana yang mendengr apa yang di katakan oleh Angelina langsung membulatkan mata dengan tanduk yang siap keluar.


“Kau….”


“Apa anda benar-benar tidak punya harga diri nona? Apa anda tidak malu mengatakan itu di depan semua orang terutama di depan instri sah ku?” Sarkas Zio yang menekan kata istri sahku.


“Ah benar juga bagaiamana bisa model itu mengatakan hal itu tepat di depan nona itu yang merupakan istri dari Tuan Zio?”


“Disini aku mulai menyadari jika penilaianku tentang model Angelina salah.”


“Aku juga, dulu aku sangat mengidolakan dirinya kini aku merasa dia bukanlah wanita yang baik.”


“Kalian benar, walaupun dia adalah wanita pilihan sebagai calon istri Tuan Zio. Tapi sebagai wanita harusnya kan tidak menyakiti wanita lain.”


Angelina yang mendengar apa yang di bisik-bisikan oleh orang-orang lanhsung pucat pasi. Bukan ini yang dia inginkan, Ia menginginkan dirinya yang akan di puja-puja dengan seperti sosok malaikat yang tidak bersalah. Bukan dirinya yang justru di hujat dan di salahkan.


“Zio ini…, aku hanya memperjuangkan hak aku yang seharusnya tempatnya adalh tempatku. Kamu tahu dari awal kita sudah di jodohkan…”


“Aku tidak mengetahui apapun. Bukankah semu itu adalah rencana kamu bersama kakekku sedangkan aku tidak tahu menahu akan hal itu. Lagipula jika sejak awal kamu adalah sosok wanita yang di jodohkan denganku, harusnya berita itu ada di media bukan? Lalu kenapa sampai sekarang tidk ada kabar itu sama sekali?”


Skakmati


Angelina terdiam kaku dengan wjh yangpucat dan mata melotot. Bagaimana Zio dengan begitu muda mengatakan hal itu. Kenapa pria itu tidak memperdulikan dirinya sama sekali.


"Harusnya anda memiliki kehormatan sedikit saja nona, agar tidak mempermalukan diri sendiri. Jika seperti ini kesannya seperti wanita murahan."


"Wanita siala…!"

__ADS_1


Srettt


__ADS_2