Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 12


__ADS_3

" Cih apa ini sifat Aslinya…Menyebalkan." Gerutu Silvana dalam hati menatap kesal ke arah Zio yang masih terus tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya. Bukannya merasa terpesona Silvana malah merasa Ngeri melihat wajah Zio yang tersenyum dengan kaku bahkan tampak Aneh di mata Silvana.


" Cih jika tidak bisa tersenyum yasudah nggak usah tersenyum bukannya tampan malah tambah Aneh seperti Zombie tahu " kata Silvana lalu merebut sendok di tangan Zio lalu mulai menyedot makanan di depannya lalu makan dengan Tenang.


Sedangkan Zio langsung mengernyitkan dahi saat mendengar Silvana menyamakannya dengan Zombie.


" Zombie itu apa….atau nama seseorang " batin Zio bingun menatap ke arah Silvana yang malah bersikap Acuh sibuk dengan makanan di depannya membuat Zio mengurungkan niatnya untuk bertanya.


" Nanti aku tanya Arga dia pasti tau apa itu Zombie " Batin Zio lalu mulai makan dengan tenang.


" Akhirnya aku bisa makan dengan tenang tanpa harus mendengarkan mulut Beonya itu yang terus mencerocos sana sini " batin Silvana bernapas lega karna Zio tidak menanyakan apa lagi.


Beberapa menit kemudian makanan di atas meja satu persatu kandas tak tersisa. Bukan Zio tapi Silvana gadis itu makan begitu lahap dan banyak tanpa memikirkan tubuhnya akan melebar sana sini jika ia makan sebanyak itu.


" Sudah kenyang " tanya Zio yang sedari tadi hanya duduk diam memerhatikan Silvana yang asyik makan tanpa memperdulikan keadaan sekitar.


" Eh…..Tuan masih lapar tapi makanannya sudah aku habiskan " Cicit Silvana menundukkan kepalanya lalu memainkan jari-jari tangannya seperti anak yang baru saja ketahuan mencuri permen.


" Tidak…..aku sudah kenyang hanya saja mungkin kamu masih lapar….jika masih lapar aku akan memesankan kamu lagi " kata Zio sambil mengambil ponselnya siap untuk memesan tapi di hentikan oleh Silvana.


" Tidak perlu Tuan ….aku sudah kenyang jadi aku akan kembali ke ruanganku saja " Silvana buru-buru berdiri lalu berjalan lewati Zio.


Sret…..


" Kenapa cepat sekali….bukankah ruangan mu itu tidak akan lari kemana-mana " Ucap Zio memeluk pinggang Silvana yang sedang terduduk di atas pangkuannya.


" Tuan…."


" Honey or Sayang Baby No Tuan " Tekan Zio menatap tajam langsung ke mata Silvana membuat Silvana langsung mematung karna terpesona akan manik mata indah Zio.


" Tapi Kamu akan atasan aku " kilah Silvana.


" Di jam kerja dan di saat banyak orang di saat kita berdua kamu dan aku adalah sepasang kekasih "


" Tapi…."


" Ssssst bukankah kamu sudah setuju jadi biarkan aku menjalankan kewajibanku untuk membuat mu jatuh cinta padaku " jelas Zio yang langsung membungkam Silvana. Sepertinya dia menyesal telah memberikan kesempatan kepada pria di depannya ini pikir Silvana yang tiba-tiba kepalanya di serang pening karna Zio yang terus bisa menjawab.


" Tapi aku tidak mau menggil kamu dengan nama itu Big No " kata Silvana lantang mulai kesal.


" Aku nggak suka yah cara kamu yang ini itu harus di turuti. Aku menjadi kekasih atau budak kamu sih…"


Deg


Zio tertegun mendengar penuturan Silvana

__ADS_1


" Maaf " Pinta Zio membuat Silvana menjatuhkan Rahangnya dengan mata melotot.


" Kau…..apa.." Antara Percaya dan tidak percaya Silvana menatap Zio.


" Maaf jika sikap ku membuat mu kurang nyaman. Aku akan berusaha untuk mengerti keadaan kamu " Zio berkata dengan lembut lalu mengecup singkat bibir Silvana.


" Ehm….aku kerja dulu " Silvana langsung turun dari pangkuan Zio lalu berlari masuk ke ruangan miliknya.


HAAAAAA


" Apa kata dunia jika tahu aku bahkan mengucapkan kata keramat itu " Desah Zio meremas rambutnya.


Zio duduk termenung di sofa matanya menerawang jauh hingga tiba-tiba ia teringat.


" Seperti Zombie "


" Zombie "


" Zombie itu apa…makanan atau nama orang…." Zio lantas mengambil ponselnya lalu mengotak-atik ponselnya.


" Ke ruanganku SEKARANG "


Ceklek


" Tuan…."


" Haaa apa Tuan " tanya Arga.


" ZOMBIE…..Zombie itu apa " Tanya Zio.


" Eeee itu saya juga tidak tahu Tuan " Arga hanya bisa garuk-garuk kepala menatap Tuannya dengan Kaku.


" Cari tau " Perintah Zio.


" Tapi Tuan…."


" Cepat kalau dia pria kamu hancurkan mukanya berani sekali dia mengcopy wajah Tampanku " Potong Zio dengan Datar dan Dingin.


" Baik Tuan " Arga hanya bisa pasrah menjalankan perintah Zio daripada Ia yang di amuk.


" Dimana aku harus mencari tahu Zombie itu…..kenapa juga Tuan memberikan ku tugas hal yang tidak penting bahkan berkas-berkas sialan ini sudah menggunung " Gerutu Arga.


" Astaga….. " Dengan Frustasi Arga mengambil Leptopnya lalu mulai memainkan jarinya di atas keyboard hingga beberapa menit kemudian.


" WHAT THE F***K " umpat Arga dengan mata yang melotot menatap ngeri gambar yang tertera di layar Leptopnya.

__ADS_1


" Jadi ini adalah Zombie…apa tuan ingin membunuhku dengan menyuruhku untuk menghancurkan wajah mengerikan itu. Ini bukan manusia tapi monster Tuan benar-benar sudah gila….." umpat Arga berapi-api lalu mengambil Leptopnya lalu berjalan keluar menuju Ruangan di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah Ruangan atasannya Yaitu ZIONARD.


Tok


Tok


Tok


" Masuk " sahut dari dalam. Arga yang masih menyimpan kekesalannya langsung saja membuka pintu dengan sedikit kasar.


" Apa kau bosan hidup Arga " Tanya suara bariton berasal dari Zio yang sedang fokus menatap Leptop di depannya.


" Yang bosan hidup itu anda Tuan…bagaimana bisa anda berencana ⁶untuk menghancurkan kumpulan para monster " Teriak Arga keras tapi sayangnya hanya mampu teriak dalam hati Ia masih menyayangi nyawanya.


" Apa sekarang kau bisu " Zio berkata dengan datar dan menatap tajam.


" Eh itu……itu Tuan…Tuan masih mau menghancurkan wajah Zombie itu " Tanya Arga ragu-ragu.


" Kenapa…..kamu takut "


" Jelas takutlah….itu Monster Tuan " Jawab Arga dalam hati lalu menganggukan kepalanya tanda membenarkan ucapan Zio. Membuat Zio mencibirnya lalu berkata.


" kalau takut biar aku saja yang menghancurkan wajah Zombie itu" Kata Zio dengan enteng penuh akan kesombongan.


" Anda yakin Tuan……"


" Cih Saya tidak sama seperti mu PENAKUT " Zio meledek Asistennya itu. Tapi Arga hanya diam lalu meletakkan Leptopnya depan Zio.


" Tuan….silahkan lihat orang yang di sebut ZOMBIE " kata Arga menekan kata Zombie. Zio lalu menoleh ke layar leptop Arga lalu tiba-tiba Kedua alis Zio mengernyit hingga menyatu lalu menatap Arga yang sudah berekspresi aneh.


" Apa yang kau tunjukan…"


" Zombie apalagi " jawab Arga seadanya.


" Iya MANA ZOMBIE KENAPA MALAH HITAM SEMUA "Sentak Zio membuat Arga tersadar lalu kembi mendekat dan melihat jika layar Leptopnya Mati.


" Maaf Tuan…" Arga lalu mulai menghidupkan Leptopnya lalu menghadapkan kembali ke hadapan Zio.


" Silahkan Tuan "


Zio dengan percaya diri yang tinggi Langsung menatap tajam ke arah layar Leptop Arga.


" WHAT THE F***K " Umpat Zio terjungkal kebelakang karna kaget.


BRUK……

__ADS_1


" Sudah ku duga " batin Arga menahan tawa melihat wajah pucat Zio.


" Itu….. itu apa " Tanya Zio yang masih Syok.


__ADS_2