
“Saya wanita sialan dan kamu wanita mur4h4n.” Balas Silvana dengan enteng.
“Kau…,” Angelina yang tak bisa membendung lagi amarahnya langsung mengangkat tangannya mengayunkan ke arah wajah Silvana untuk menampar wajah itu.
Plak
Bukannya memberi tamparan pada wajah Silvana Angelina justru mendapat tamparan balik dari Silvana. Silvana yang melihat pergerakan tangan Angelina langsung membalasnya dengan cepat. Hingga sebelum tangan Angelina mendarat di wajahnya tangan Silvana lebih dulu menyapu sukses wajah Angelina.
Wajah Angelina menoleh ke samping dengan sudut bibir yang sobek dirinya benar-benar tidak menduga jika Silvana bisa melakukan hal nekat itu. Silvana tersenyum setelah memberi sapuan halus pada bermake up Angelina.
“Dengar Nona Angelina, jika kamu mengira saya hanya akan diam karena anda yang berusaha untuk mendekati suami saya. Maka anda salah besar karena aku akan membalas sepuluh kali lipat apa yang anda berikan pada saya. Jangan membuat saya marah dan kehilangan kesabaran saya. Jika itu terjadi saya tidak menjamin apakah anda masih baik-baik saja atau tidak.” Ucap Silvana dengan panjang kali lebar.
“Kau…, kau berani menamparku?” Angelina menatap Silvana dengan tajam.
“Ini hanya taparan Nona, lain kali mungkin aku bisa membuat wajah yang anda banggakan itu rusak.” Balas Silvana yang berlalu pergi.
Angelina hanya bisa menggertakan giginya dengan kuat menahan amarah. Sedangkan Silvana, wanita itu dengan langkah tegas memasuki ruangan Zio.
Brak
Zio yang sedang melamun langsung terperanjat kaget saat pintu ruangannya yang langsung di banting.
"Siapa…,"
"Aku. Tanda tangani semua ini karena di butuhkan. Tuan Arga yang akan datang mengambilnya nanti. Saya permisi Tuan," Silvana langsung berbalik setelah meletakan berkas di tangannya ke atas meja.
__ADS_1
Zio yang baru saja membuka mulutnya untuk berbicara kembali menutup mulutnya hanya dengan menatap punggung Silvana yang menjauh darinya. Zio pikir Silvana akan berbicara lebih lama dengannya tidak tahu akan seperti ini.
“Kenapa dia tidak menungguku?” beo Zio dengan dahi yang mengkerut.
Zio segera mengambil berkas yang di bawa oleh Silvana tadi. Dengan gerakan cepat Zio langsung membuka dan menanda tangani berkas-berkas itu tanpa membacanya terlebih dahulu. Mood Zio yang berantakan karena kedatangan Angelina di tambah dengan Silvana sanb istri yang masuk ke dalam ruangannya dengan aura dingin membuat Pria itu semakin kesal.
Tunggu…,
Apa Silvana melihatnya dengan Angelina tadi? Apa Silvana melihat Angelina masuk ke dalam ruangannya araukah Silvana melihat Angelina keluar dari ruangannya barusan? Mungkin juga Angelina ang menghampiri istrinya dan meprovokasi Silvana.
“Sial,”
Memikirkan itu sontak membuat Zio mengumpat dalam hati. Jika di antara pemikirannya itu tepat maka bukannya membaik hubungannya dengan Silvana akan berakibat fatal dengan terus eperti ini.
“Wanita itu benar-benar membuatku kesal,” guman Zio yang dengan tangannya yang cekatakan menanda tangani berkas-berkas di atas mejanya.
Sedangkan di tempat lain Angelina baru saja sampai di bandara untuk menjemput kakeknya yang datang menyusulnya.
“Kakek..!” Angelina yang melihat keberadaan Tuan Rio langsung menghampiri Tuan Rio.
“Angelina cucuku apa yang terjadi pada rambutmu?” Tanya Tuan Rio yang kaget melihat potongan rambut Angelina yang sangat pendek.
Biasanya Angelina tidak pernah mau memotong rambutnya karena Angelina sangat menyukai rambut panjang. Lalu kenapa sekarang potongan rambut cucunya itu bahkan berada di atas bahu.
“Ceritanya panjang kek, sudah Kakek ingin Angel. Keberaaan kakek disini tidak harus di ketahui oleh Kakek Handoko.” Ujar Angelina yang langsuing menarik tangan sang Tuan Rio untuk pergi.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Rio hanya menurut karena memang rencana ini adalah rencananya bersama Angelina sang cucu tanpa adanya ikut campur dari pihak lain seperti Yuan Handoko.
Angelina memasuki mobil yang dia sewa lalu pergi meninggalkan area bandaa. Hingg beberapa menit kemudian Angelina memberhentikan mobilnya di sebuah hotel yang tidak jah dari perusahaan Zio. Tanpa Angelina ketahui jika hotel itu adalah milik Zio.
Angelin langsung memesan kamar untuk sang kakek sekaligus untuk tempat mereka membahas rencana mereka.
Ceklek
“Sekarang ceritakan apa yang terjadi kenapa rambut kamu seperti ini?” Tanya Tuan Rio kepada Angelina dengan cemas.
“Ini semua karena wanita yang merebut Zio, kakek. Wanita itu membuat Zio menggunting rambutku hingga seperti ini.” Terang Angelinayang tentunya tidak akan menyalahkan Zio. Namun, sebagai gantinya wanita itu justru menyudutkan Silvana.
“Wanita itu lagi, apa yang membuatnya hingga terus menyudutkanmu?”
“Aku menyukai sebuah perhiasan, kek, Ternyata wanita itu juga menyukainnya, wanita itu menfitnahku dengan aku yang mengambil atau merebut perhiasan yang disukainya. Sehingga dia menjadi marah dan menyerang ke arahku,”
Angelina terus bercerita kepada Tuan Rio tentang bagaimana kronologi terjadinya sehingga dia memiliki rambut pendek seperti sekarang. Hanya saja, dalam setiap detail cerita yang diungkapkannya Angelina sengaja menyudutkan Silvana sebagai tersangka. Bahkan Angelina juga terus menceritakan yang jelas-jelas adalah kebohongan.
Namun sayangnya Tuan Rio yang begitu menyayangi dan mencintai Angelina sebagai cucu satu-satunya menelan langsung ucapan Angelina tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. Pria paruh baya itu sangat marah mengetahui jika cucunya diperlakukan tidak baik oleh Zio lantaran hanya karena wanita yang menjadi istrinya itu.
“Kamu tenang saja, kakek akan berusaha membuat rencana untuk memisahkan wanita jahat itu dari Zio.” Hibur Tuan Rio mengelus kepala Angelina dengan sayang.
“Terima kasih, kakek.”
Angelina langsung menghambur memeluk Tuan Rio yang langsung dibalas oleh Tuan Rio sendiri. Tanpa diketahui Tuan Rio diam-diam Angelina memungkinkan senyum miring memikirkan nasib Silvana kedepannya. Angelina sangat yakin jika kali ini Silvana tidak akan berkutik lagi.
__ADS_1
“Tunggu saja kehancuranmu, Aku adalah orang pertama yang akan menertawakan kamu dengan terbahak-bahak. Berani menyinggungku? Hanya wanita miskin yang tak punya apa-apa berani sekali menyinggung aku yang sebagai Nona muda ini. Sekarang rasakan akibat dari perbuatanmu itu, tamparanmu hari ini akan aku balas berkali lipat dari yang kamu lakukan terhadap.” Batin Angelina yang tersenyum jahat.