
Aku turun." Kata Silvana yang bergerak membuka pintu tapi tangannya di cegat oleh Doni.
"Ada apa?" Tanya Silvana yang menoleh ke arah Doni.
"Apa kita tidak bisa kembali ke masa lalu? Menjalin kasih dan memperbaiki hubungan kita dan memulainya dari awal?" Ucap Doni sendu.
"Tidak bisa bahkan di dunia mimpi sekalipun"
Deg
Jawaban Silvana benar-benar membuat dada Doni terasa sesak. Kenapa di saat seperti ini baru di sadari jika dia begitu mencintai wanita itu. Namun, Doni sadar sampai kapanpun Doni tidak akan pernah lagi bisa membuat wanita itu mencintainya. Terbukti dari tatapan mata wanita itu yang begitu dingin kepadanya.
"Ada lagi?" Suara Silvana menyadarkan Doni dari lamunannya.
"Aku….."
"Jika tidak ada, Aku turun sekarang." Kata Silvana yang memotong kalimat Doni.
Ceklek
Silvana langsung membuka pintu mobilnya lalu keluar dari mobil pria yang pernah menjadi masa lalunya itu.
Grep
Zio yang menyaksikan sang kekasih dari jauh langsung menggertakan gigi dengan kepala tangan yang mengepal kuat menahan amarah.
"Bajingan itu berani sekali memeluk kekasihku! Benar-benar mencari mati." Ucap Zio dengan suara rendah namun penuh Penataran setiap katanya.
Harga yang melihat dan mendengar geraman dari Bosnya itu hanya bisa bergidik nyeri. Membayangkan saja Arga sudah tidak mampu apa lagi untuk memikirkannya.
"Apa nyawa mantan kekasih Nona Silvana ada sembilan? Kenapa dia begitu berani memeluk Nona Silvana di depan pawangnya?" Kata Arga dalam.hati yang menatap ngeri ke arah Doni.
"Biarkan seperti ini sebentar saja, biarkan aku memeluk untuk menyenangkan hati aku yang rapih ini." Bisik Doni di telinga Silvana saat merasakan jika gadis itu memberontak.
Huuuh
Mendengar ungkapan Doni barusan Silvana hanya bisa diam membiarkan pria itu memeluknya beberapa saat.
__ADS_1
"Tidak bisakah kamu memberi aku kesempatan sekali saja Vana? Aku janji akan berubah, aku tidak akan mendekati wanita manapun lagi. Aku mohon." Bisik Doni yang semakin memeluk erat Silvana dari belakang.
Srekkk.
"Berhenti berharap karna semua ini bukan inginku ataupun karna ulahku. Semua ini karna ulah kamu sendiri. Kamu yang dari awal sudah bermain api." Ucap Silvana tajam.
"Aku tahu! Aku tahu aku salah karna itu aku minta maaf. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki keduanya. Tak apa jika kamu menjadikan aku selingkuhan mu atau simpanan kamu asal kamu bisa memberiku kesempatan aku rela."
Plak
"Sejauh ini….. kamu belum juga mengerti apa kesalahan kamu? Sefatal apa kesalahanmu?" Ucap Silvana sinis.
"Dengar Doni Atmaja! Aku bisa memaafkan kesalahan kamu yang lain tapi penghianatan tidak ada di kamu aku. Dengan entengnya kamu menawarkan dirimu untuk menjadi simpanan ku? Selingkuhan ku? Cih…. Aku tidak mungkin melakukan perbuatan yang sangat aku benci."
"Vana aku….."
"Apa yang kamu banggakan sehingga berani menawariku untuk menjadikan kamu simpananku? Apa yang kamu banggakan dan bisa lebih baik terlihat sempurna dari seorang Zionard. Apa yang bisa kamu bandingkan? Wajah? Dia lebih tampan! Kekayaan? Dia lebih kaya! Sifat? Dia lebih perhatian! Atau permainan ranjang? Zionard memang aku tidak tahu seperti apa? Tapi setidaknya dia tahu cara menyenangkan hati yang luka dan retak ini karna ulah bejat dari pria bejat seperti kamu." Tuding Silvana yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Doni yang terdiam kaku.
Silvana masuk dalam gedung tanpa menoleh sedikitpun kepada Doni. Jangankan menoleh berhenti saja sejenak tidak karna gadis itu tak ingin menatap sebuah masa lalu di saat hatinya telah terisi dengan orang baru.
Sedangkan Doni pria itu hanya bisa menatap nanar kepergian Silvana di depannya yang berarti dalam hidupnya.
Bugh
Doni yang masih terpaku pada tempatnya berdiri langsung di kagetkan dengan datangnya bogem mentah dari arah samping yang langsung menghantam pipinya.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Doni yang marah menatap tajam orang yang memberinya pukulan.
"Apa yang aku lakukan? Harusnya aku yang tanya. Apa yang kamu lakukan dengan memeluk kekasihku?" Tanya Zio balik yang menatap tajam Doni.
"Kekasih? Ck…. Kalian hanya kekasih palsu oh bukan….. kamu hanya pelampiasan bagi Silvana. Karna apa? Karna sampai kapan pun Silvana hanya mencintaiku. Kamu tahu? Kami menjalani kisah asmara menjadi sepasang kekasih selama 3 tahun. Jadi, Silvana hanya menjadikan kamu pelarian. Maka dari itu sadar diripah sendiri." Balas Doni yang terse yum penuh kemenangan kepada Zio.
"Kau….. Hehehe Silvana bukan wanita bodoh yang akan bertahan pada laki-laki brengsek seperti kamu. Apa artinya hubungan 3 tahun nyatanya hanya sebuah penghianatan maka bisa membuat Silvana menghapus kamu dari hatinya."
"Cih Silvana masih mencintaiku?"
"Aku tidak peduli……! Menurut mu aku hanya akan diam? No… aku akan merebut apapun yang aku inginkan. Termaksud dengan Merebut Silvana dari kamu yang brengsek itu."
__ADS_1
"Kau……"
"Atau kamu mau aku menyebarkan video bejat kamu pada beberapa wanita yang berprofesi sebagai wanita bayaran atau video panas kamu dengan selingkuhan kamu yang bernama…… Mona itu?"
Deg
Doni yang mendengar ancaman dari Zio langsung tertegun diam di tempat.Doni lupa siapa yang berdiri di depannya itu.
"Tidak…..! Jangan takut padanya. Aku harus bisa mendapatkan Silvana kembali, Silvana hanya menjadi milikku." Kata Doni dalam hati.
"Bukankah itu hal lumrah? Kamu pun pasti pernah melakukannya. Jangan munafik!" Ejek Doni.
Bugh
Zio yang tidak terima di katakan brengsek oleh saingan cintanya langsung memberi bogem mentah untuk kedua kalinya pada Doni.
"Jangan samakan aku dengan mu atau pria brengsek di luar sana. Aku masih suci bahkan aku masih perjaka tahu!" Ucap Zio lantang menatap kesal kepada Doni.
Zio benar-benar kesal Karna di samakan seperti Doni si pria brengsek itu. Padahal bahkan di internet pun Zio tak pernah ada kabar dekat dengan perempuan manapun.
"Tapi mungkin hanya berlaku untuk malam ini karna besok aku mungkin sudah tidak perjaka lagi." Ucap Zio dengan senyum miring.
"A…..apa maksudmu?" Tanya Doni dengan gagap.
"Maksudku….. hm mungkin aku akan melalui malam panas bersama kekasihku."
"Cih….. tidak akan. Silvana bukan gadis seperti itu yang akan mau di tiduri laki-laki bahkan aku yang menjadi kekasihnya 3 tahun sekalipun."
"Benarkan seperti itu? Tapi sayangnya itu mungkin salah. Kamu tahu dia sangat menggoda apalagi saat berpose seksi dengan kemeja milikku yang kebesaran." Bisik Zio di telinga Doni.
Hahahaha
Doni tertawa terbahak-bahak saat menilai jika apa yang di katakan oleh Zio itu adalah sesuatu yang konyol.
"Itu karna Vana sengaja melakukannya setelah dia tidur denganmu dia akan kembali padaku." Ucap Doni dengan penuh percaya diri.
"Tidak akan! Karna akan aku buat dia mengandung anakku." Balas Zio.
__ADS_1
Deg