
Tidak terasa satu bulan sudah berlalu Ana dan Abimayu menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Belum ada yang berubah saat ini dari hubungan yang mereka jalin. Abimayu masih menutup hatinya untuk menerima Ana di dalam hidupnya.
Ana ingin menaklukkan Abimayu supaya mau menyentuhnyamenyentuhnya dan dia ingin membuktikan ucapan Abimayu yang mengatakan kalau dia tidak tergoda melihat tubuh seksinya. Dia ingin menantang Abimayu, sampai suaminya itu jatuh ke pelukannya.
"Ayo kita lakukan, Mas?" ucap Ana tanpa malu saat dia dan Abimayu berada di dalam kamar saat ini. Sekarang dia telah menyuruh pelayan untuk memindahkan semua barang-barang Abimayu ke dalam kamar yang dia tempati, jika Abimayu masih ingin memindahkannya lagi, maka dia juga akan mencari cara agar tetap bisa sekamar dengan Abimayu lagi.
"Kenapa kamu sangat ingin? Apa kamu sudah merasa tidak tahan karena lama tidak di sentuh oleh pria?" Abimayu bertanya dengan tuduhannya.
"Bukan itu, Mas. Seharusnya kita sudah melakukannya sejak pertama kali sudah sah menjadi suami istri." Ana menjawab sambil tersenyum menggoda ke arah Abimayu.
"Kamu jangan berharap terlalu banyak!" ucap Abimayu sambil berjalan keluar dari kamar meninggalkan Ana.
Hati Ana menjadi panas mendengar perkataan Abimayu, dan dia juga merasa marah karena Abimayu kembali mengabaikannya.
Ana bersiap di dalam kamar, dia akan melakukan hal yang baru untuk menaklulkkan Abimayu.
Saat ini jam sudah menunjukkan ke angka 10 malam dan Abimayu masih berada di lantai bawah untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan masih menunggunya untuk masuk ke dalam kamar. Tapi karena tidak ada tanda-tanda Abimayu akan masuk, Ana pergi menyusul nya di lantai bawah.
Sedang fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba Abimayu mwrasakan ada tangan yang memeluk lehernya dengan gerakan lembut dari arah belakang.
Bersamaan dengan itu, Abimayu juga merasakan benda kenyal yang menempel di belakang punggungnya dan di leher bagian kanannya terasa sedang diciumi oleh seseorang.
"Apa yang kamu lakukan, Ana?" tanya Abimayu.
__ADS_1
"Ehmmm." Ana hanya bergumam menjawab pertanyaan Abimayu, dia tidak mengeluarkan ucapannya karena sedang melakukan aksinya.
Abimayu membiarkan Ana melakukan aksinya, karena dia ingin memastikan dirinya tidak akan terbuai oleh sentuhan yang diberikan Ana, karena dia tahu bahwa Ana ingin menaklukkan dirinya, dan dia tidak ingin kalah saat ini. Jika dia sampai tergoda, berarti dia akan kalah dan dia bisa dikatakan akan menjilat ludahnya sendiri karena sudah mengatakan kepada Ana bahwa dia tidak akan tergoda dengan sentuhan Ana.
Abimayu menghentikan gerakan tangan Ana di tubuhnya dengan cara memegang kedua tangan Ana dengan tangannya, dan dia sedikit membungkuk supaya tubuh Ana tidak menempel lagi di punggungnya. Lalu dia memutar tubuhnya menghadap ke arah Ana.
"Kamu benar-benar sangat berani." Abimayu berkata setelah menghadap Ana, dia sedikit terkejut karena melihat penampilan Ana sekarang.
"Apa jika begini Mas Abi sudah bisa tergoda?" tanya Ana tanpa merasa malu sedikit pun kepada Abimayu.
"Aku bukannya tergoda, tapi aku merasa jijik melihatnya." Abimayu menjawab dan melihat ke arah mata Ana.
"Ehmmm Mas Abi terlalu berusaha untuk menghindarinya, padahal Mas Abi juga menginginkannya." Ana semakin merapatkan tubuhnya ke arah Abimayu. Malam ini dia benar-benar ingin menaklukkan Abimayu, dan dia ingin melihat sampai di mana Abimayu bisa bertahan.
Abimayu sedikit menekan pundaknya dan meremasnya, sehingga dia merasa sedikit kesakitan. Tujuan Abimayu membuat Ana merasa kesakitan, agar Ana melupakan perbuatannya yang ingin menyentuhnya.
"Auuuu" Ana meringis kesakitan.
"Jangan pernah lakukan ini lagi jika kamu tidak ingin merasakan sakit yang lebih dari ini lagi," ucap Abimayu di telinga Ana sambil menolak tubuh Ana ke belakang lalu melepaskan pegangan tangannya.
Tubuh Ana terhuyung ke belakang, dan dia juga memegang pundaknya yang terasa sakit karena ditekan sangat kuat oleh Abimayu.
"Ssshhhh" Ana mendesis pelan. Di hadapannya Abimayu sudah berdiri dan beralih duduk ke atas sofa dengan laptop di pangkuannya. Sebelum Ana tiba, dia duduk di bawah karena dia merasa lebih nyaman dan lebih leluasa ketika mengerjakan pekerjaannya dalam keadaan begitu.
__ADS_1
"Cepat pakai bajumu! Jangan jadi wanita yang terlihat begitu murah," suruh Abimayu sambil menyindir Ana, karena malam ini Ana benar-benar nekad untuk menggodanya. Saat dia berbalik melihat Ana, betapa terkejutnya dia melihat Ana yang tidak memakai pakaian bagian atasnya. Dia hanya memakai satu pakaian di tubuhnya yaitu hanya penutup bagian bawahnya, selain dari itu dia membiarkannya terbuka.
"Aku bukan wanita seperti itu! Jika aku lakukan di rumah ini, tidak ada salahnya. Mas Abi adalah suamiku, tidak ada yang melarang jika suami dan istri melakukan hubungan." Ana berkata membantah ucapan Abimayu.
"Masalahnya, aku yang tidak ingin melakukannya denganmu," jawab Abimayu dengan sinis.
Ana menaikkan kedua bahunya diikuti dengan gerakan di wajahnya. Dia juga tidak peduli jika Abimayu tidak ingin melakukannya saat ini. Dia akan berusaha lagi di lain waktu sampai Abimayu benar-benar menyerah, karena ternyata cara ini belum berhasil untuk menaklukkan Abimayu
Ana berdiri dari duduknya lalu kembali naik ke atas menuju kamar. Ketika dia berjalan, Abimayu sempat mengalihkan matanya dari laptop dan Ana berjalan menaiki tangga yang hanya menggunakan dalaman bawah nya saja.
Abimayu menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil bergidik ngeri. Dia saat ini mengakui kenekatan yang ada pada diri Ana, karena telah berani berbuat begitu kepadanya. Dia tidak merasa malu ketika Abimayu melihat dia berpenampilan begitu, padahal selama ini Abimayu sama sekali belum pernah melihat bagian tubuhnya sejelas itu.
Abimayu juga tidak mengerti kenapa dirinya bisa setahan ini menghadapi Ana. Jika ini terjadi kepada pria lain, mungkin Ana sudah diterkam sejak tadi. Mungkin karena dia tidak ingin Ana sampai menaklukkan dirinya, makanya dia bisa menahan diri dari godaan Ana.
Beberapa menit kemudian, Ana turun kembali ke bawah dengan menggunakan lingerie tipisnya, dan setidaknya dia tidak se seksi saat menggoda Abimayu tadi.
"Ayo kita tidur, Mas!" ajak Ana kepada Abimayu. Ternyata dia turun kembali hanya untuk mngajak Abimayu untuk tidur.
"Aku masih banyak pekerjaan." jawab Abimayu yang masih fokus dengan laptop di depannya.
Ana si keras kepala tetap menunggu Abimayu hingga menyelesaikan pekerjaannya. Hingga akhirnya Abimayu menyelesaikan pekerjaan dan mereka naik keatas menuju kamar.
Semua usaha yang dilakukan Ana setiap malam masih belum menunjukkan hasilnya. Seperti yang terjadi malam ini, berakhir dengan mereka tidur di atas ranjang yang sama tanpa melakukan apa-apa.
__ADS_1
Dalam hati Ana masih bertanya-tanya sampai kapan dia akan bisa menaklukkan Abimayu.