
"Bunda, Fatimah di sini dulu."
"Benar Fatimah mau di sini?"
"Iya, Fatimah mau main sama Kak Hawa lagi."
"Biarkan saja, Nak. Kalian jemput dia besok kalau Hawa sudah pulang saja." Umi Aida melerai dua orang ibu dan anak itu.
"Iya, sya. Biar nanti Kakak yang menjaga Fatimah di sini, dan Kakak juga harus pulang besok karena harus cepat memberi jawaban untuk ustadz Alif supaya dia tidak terlalu lama menunggu kepastian jawabannya."
Dari tempat dia berdiri, hati Abimayu kembali panas mendengar perkataan Sarah menyebut nama seorang ustadz yang ingin melamar istrinya itu.
Hari ini Abimayu dan Ana akan kembali ke rumah mereka, karena Abimayu mempunyai urusan di perusahaan yang harus diselesaikan. Mereka sudah menunda kepulangan mereka selama satu hari lagi karena Fatimah yang merengek belum ingin pulang, dan juga karena Hawa masih ada di rumah itu. Dia ingin bermain lagi dengan Hawa sebelum mereka pulang kembali ke kotanya.
"Ya sudah. Fatimah harus ikut apa yang dikatakan Eyang sama mbah, ya. Anak sholehah Bunda anak yang baik dan patuh."
"Iya, Bunda." Fatimah berkata sambil menganggukkan kepalanya.
"Abi...ikut!" terdengar suara Fais memanggil Abimayu yang ingin masuk ke dalam mobil.
Wajah Ana berubah masam ketika melihat anak kecil laki-laki itu menghampiri Abimayu. Dia tahu jika dia telah salah meletakkan rasa kesal itu kepada Fais, anak laki-laki yang berumur di bawah Fatimah dan belum mengerti apa-apa itu mendapatkan rasa ketidaksukaan darinya. Tapi hatinya tidak bisa berkompromi dengan fikirannya. Saat ini dia sangat ingin mereka langsung pergi saja dan Abimayu tidak perlu melayani Fais lagi.
"Hai, Sayang. Abi pulang dulu, ya. Besok Abi ke sini lagi."
Hanya itu yang keluar dari mulut Abimayu, dan Fais langsung bisa mengerti. Dia mengangguk lalu mengulurkan tangannya kepada Abimayu untuk bersalaman dengan Abimayu sebelum dia pergi.
Ana semakin panas saja melihat itu.
"Astaghfirullahaladzim, ampuni hamba ya Allah."
Ana mencoba meredakan panas hatinya dengan beristighfar di dalam hati.
__ADS_1
...----------------...
Di dalam perjalanan mereka berdua sama-sama tidak banyak bicara. Mereka sibuk dengan fikiran dan hati masing-masing.
Abimayu hanya fokus melihat ke depan dan memperhatikan jalan karena dia yang menyetir. Sedangkan Ana memilih untuk melihat ke arah samping dari jendela mobil.
"Kita singgah di perusahaan dulu, karena tidak sempat lagi kalau Mas mengantar kamu untuk pulang ke rumah." Abimayu berkata sambil terus melihat ke arah depan.
Ehmmm
Ana hanya bergumam dengan pelan dan juga tanpa melihat ke arah Abimayu.
Sesampainya di perusahaan Abimayu berjalan sedikit cepat karena ponselnya berbunyi sejak dari tadi, itu adalah panggilan dari Heri.
Ana juga turun dari mobil tapi dia tidak bisa menyeimbangi langkah Abimayu yang berjalan terburu-buru, dan dia hanya bisa terus berjalan mengikuti Abimayu dari belakang. Saat itu dia juga menyadari bahwa sebagian karyawan Abimayu melihat ke arahnya.
Abimayu terlihat berhenti di depan sebuah lift sambil menunggu pintu lift itu terbuka dia menjawab panggilan dari Abimayu dan pada saat itu Ana telah berada di sampingnya juga menunggu pintu lift terbuka, karena dia akan pergi kemana Abimayu pergi sekarang.
Di dalam lift Abimayu terus berbicara di ponselnya, sedangkan Ana tetap diam berdiri di sampingnya.
Huffffff
Abimayu menghembuskan nafasnya sejenak. Dia menyadari jika sejak tadi dia telah mengabaikan sang istri karena hatinya yang masih menyimpan gejolak rasa yang tidak bisa dia ungkapkan lagi.
Ana masih berdiri di tempatnya dan juga belum berbicara, dia hanya melihat Abimayu yang kini sudah berjalan menghampirinya. Dia juga sedang merasakan panas di hatinya yang belum hilang semua.
"Tunggu Mas, ya." Abimayu berkata kembali sambil menyentuh pipi Ana yang tertutup cadar nya.
"Maafkan Mas juga!" lanjut Abimayu.
Ana tidak mengerti untuk apa ucapan maaf itu dikatakan oleh Abimayu, tapi yang pasti hatinya menghangat kembali setelah mendengar kata maaf dari Abimayu itu. Sedangkan Abimayu merasa dirinya harus meminta maaf kepada Ana agar hatinya juga bisa terasa lega.
__ADS_1
Cup
Abimayu mencium kening Ana sebelum dia keluar dari ruangan itu.
...----------------...
Abimayu dan Ana pulang ke rumah pada jam 10 malam, karena Abimayu benar-benar harus menyelesaikan pekerjaan.
Di perjalanan pulang Abimayu sudah menguap beberapa kali karena sudah sangat lelah dan mengantuk. Melihat itu Ana merasa prihatin kepada sang suami. Dia ingin menggantikan Abimayu untuk menyetir, tapi Abimayu melarangnya, karena dia mengatakan masih bisa menahannya.
"Biarkan aku yang lebih dulu membersihkan diri, Mas." Ana berkata saat mereka telah sampai di rumah dan sekarang berada di dalam kamar. Dia meminta membersihkan diri terlebih dahulu karena melihat Abimayu yang ingin masuk ke dalam kamar mandi.
Abimayu mengalah meskipun dia sudah sangat risih dengan dirinya saat ini. Dia ingin langsung membersihkan diri dan setelah itu dia ingin tidur. Tapi niatnya terhalang, karena Ana meminta lebih dulu daripadanya untuk membersihkan diri.
"Mas, bangun!"
Abimayu merasakan pipinya di sentuh oleh sebuah tangan yang terasa dingin.
"Mas...ayo bangun! Bersihkan diri dulu, setelah itu Mas boleh tidur lagi." Ana membangunkan Abimayu yang ternyata telah tertidur di saat dia keluar dari kamar mandi. Dia membangunkan Abimayu supaya dia bisa membersihkan dirinya sebelum benar-benar tidur.
Abimayu membuka matanya dan melihat Ana di sampingnya.
"Kamu sudah selesai, Sayang?" tanya Abimayu karena melihat Ana yang masih rapi dengan pakaiannya.
Ana hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Abimayu baru tersadar dengan pertanyaannya karena Ana masih tetap akan berpakaian tertutup meski mereka berada di dalam kamar.
Abimayu bangkit dari tidurnya dan meninggalkan Ana yang sepertinya ingin membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Klek
Pintu kamar mandi terbuka kembali karena Abimayu telah selesai membersihkan diri. Dia hanya melilitkan handuk di pinggangnya karena berfikir Ana telah tidur. Selama ini dia juga menghargai Ana untuk tidak terlalu menampakkan tubuhnya karena Ana masih merasa malu jika dia terlalu memperlihatkan tubuhnya, apalagi seperti keadaannya saat ini yang dia hanya melilitkan handuk di tubuhnya.
__ADS_1
Abimayu hampir terjatuh saat keluar dari kamar mandi karena tersandung keset kaki. Saat itu matanya tidak melihat ke arah jalannya, karena dia sangat terkejut dengan apa yang dilihat oleh matanya saat ini ke arah yang lain.
Di depan kaca, duduk seorang wanita yang berpakaian sangat seksi menggunakan lingerie setali yang sangat tipis sedang mengoleskan lotion ke tubuhnya dengan gerakan perlahan. Mulai dari tangan hingga ke bagian kakinya.