Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 42


__ADS_3

Saat ini Abimayu berada di depan rumah orang tua Ana.


"Nak Abi, apa kabar?" Kiran berkata menyambut kedatangan Abimayu sambil mantap Abimayu bingung karena dia tidak melihat Ana.


"Baik, Ma. saya ke sini hanya sendiri, Ma. Ana tidak ikut," jawab Abimayu agar mertuanya tidak lagi mencari keberadaan Ana.


"Ma, Pa. Ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian," ucap Abimayu setelah kedua mertuanya sudah berada bersamanya saat ini di ruang tamu.


Ardi dan Kiran sedikit bingung karena Abimayu seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting.


"Saya mau minta izin kepada Papa dan Mama untuk menikah lagi." Abimayu berkata sambil menatap ke arah ke dua mertuanya.


"Apa yang kamu bicarakan, Abi?" Kiran langsung membantah ucapan Abimayu dengan emosi. Amarahnya seperti sudah diubun-ubun. Sedangkan Ardi terlihat tenang, meskipun di hatinya ada rasa marah.


Abimayu bisa melihat kemarahan pada mertuanya, tapi dia berusaha untuk tetap tenang agar semuanya bisa jelas sekarang, karena dia sudah bertekad akan terus melanjutkan rencananya untuk melamar Nayla.


"Apa alasannya?" ucap Ardi dengan tenang. Dia tidak ingin terburu-buru untuk menyalahkan Abimayu. Dia ingin mendengar alasannya terlebih dahulu.


"Saya tidak bisa lagi tinggal bersama Ana, Pa." Abimayu berkata sambil menundukkan kepalanya.


"Saya tidak akan mengizinkan. Ingat! Kami telah banyak memba...., " belum sempat kiran berkata, Ardi sudah memotong perkataannya.


"Ma!" Ardi menghentikan perkataan istrinya sambil mengangkat satu tangannya. Dia tahu kemana arah dari perkataan sang istri. Dia tidak ingin sang istri membahas tentang mereka yang telah banyak membantu membangun pesantren orang tuanya.


"Kenapa tidak mengembalikan putriku dulu? Setelah itu kamu bisa menikah. Ada apa dengan putriku, sampai kamu ingin menduakannya?" Ardi bertanya, tapi dia seperti menyerang Abimayu dengan perkataannya tersebut.


"Maaf, Pa. Ana tidak ingin kami berpisah," jawab Abimayu menjelaskan karena Ana memang tidak ingin bercerai dengannya.


"Apa sebenarnya maksudmu, Abi?" Kiran kembali bertanya dengan perasaannya yang marah, karena dia tidak rela jika putrinya di madu oleh Abimayu.


Abimayu yang sejak tadi sedikit menunduk kembali mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Sebelumnya, saya minta maaf kepada Mama dan Papa." Abimayu berkata dan ingin memperjelas semuanya, agar tidak ada salah paham di antara mereka saat ini.


"Saya sudah membicarakan ini dengan Ana. Tapi dia tidak ingin kami berpisah." Abimayu melanjutkan perkataannya.


"Lalu, kenapa kamu ingin menceraikanya?" tanya Kiran kembali. Dia ingin Abimayu menjelaskan alasannya secepatnya, karena dia sudah tidak sabar lagi.


Abimayu menarik nafasnya sejenak agar bisa memberikan penjelasan tentang Ana.


"Saya tidak bisa menerima masa lalunya, Ma." Abimayu berkata dengan pelan.


"Masa lalu apa?" Kiran bertanya dengan emosi.


"Masa lalunya sebagai wanita yang sudah banyak menjajakan tubuhnya kepada banyak pria." Abimayu berkata dengan sedikit gugup, karena dia takut kemungkinan orang tua Ana sesudah mengetahui tentang ini.


Mata Kiran membesar mendengar perkataan Abimayu dan dia tidak percaya dengan ucapan menantunya itu karena dia sangat mengetahui bagaimana putrinya dan tidak mungkin dia melakukan seperti apa yang diucapkan oleh Abimayu.


"Kebohongan apa yang kamu katakan, ha? Jika kamu ingin menceraikan putriku, silahkan saja, tapi jangan pernah kamu merendahkan dia!" ucap Kiran dengan suaranya yang sedikit kuat.


Kiran terdiam mendengarkan perkataan Abimayu, dan dia sudah tidak semarah seperti saat tadi, bahkan sekarang dia terlihat ingin menangis.


Ardi berdiri dari tempat duduknya, lalu mendekat ke arah sang istri dan memeluknya. Dalam pelukan Ardi, Kiran menumpahkan airmatanya yang sudah ingin keluar sejak tadi.


Mereka terus saling berpelukan hingga Kiran kembali bisa menguasai dirinya.


"Maaf kan kami," ucap Kiran, yang membuat Abimayu menjadi bingung karena sekarang mertuanya meminta maaf kepadanya.


"Ma...." Ardi ingin berkata.


"Nak Abi, sekarang kamu tidak perlu untuk meminta izin lagi kepada kami. Lakukanlah sesuai keinginanmu." Abimayu sedikit terkejut dengan jawaban mertuanya karena mereka telah menyetujui apa yang dikatakan olehnya tanpa merasa marah lagi.


...----------------...

__ADS_1


"Kenapa denganmu hari ini?" tanya Risa kepada Ana, karena dia melihat Ana tidak seperti biasanya.


"Ayo, jangan banyak bertanya," jawab Ana sambil menarik tangan Risa masuk ke dalam mobilnya.


"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Risa kembali sebelum Ana menyalakan mobilnya.


"Risa.... aku tidak ada masalah, aku hanya ingin bersenang-senang saat ini, sudah lama kita tidak pergi ke klub lagi." Ana berkata sambil menjalankan mobilnya menuju tempat yang ingin mereka kunjungi.


"Ana... aku tidak ingin pergi ke klub lagi!" ucap Risa dengan pelan.


Ana memutar kepalanya melihat ke arah Risa. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari Risa.


"Aku sudah berjanji kepada Viko tidak akan le tempat itu lagi," lanjut Risa.


Ana menarik nafas sejenak untuk menenangkan dirinya. Dia merasa sangat tidak tenang semenjak Abimayu mengatakan bahwa dia akan menikah lagi.


"Ana... jika kamu ada masalah, kamu boleh ceritakan kepada-ku, kamu jangan menyimpannya sendiri." Risa berkata mencoba untuk mencari tahu ada apa dengan Ana sebenarnya.


"Aku sedang tidak memikirkan sesuatu, Risa," jawab Ana dan terus melihat ke arah depan karena dia sedang menyetir.


Ana akhirnya membelokkan mobilnya ke arah sebuah kafe, dia ingin mengajak Risa untuk berhenti di kafe itu saja.


Di kafe itu Ana terlihat bermenung di duduk di kursinya. Sedangkan Risa hanya bisa melihatnya saja karena Ana tidak ingin bercerita kepadanya.


"Apa kamu benar-benar tidak ingin pergi ke klub lagi?" Ana tiba-tina bertanya kepada Risa.


"Ya, aku sudah berjanji kepada Viko tidak akan menginjakkan kaki ke klub malam itu lagi." Risa menjawab dengan pasti dan membuat Ana merasa bangga dengannya. Ternyata Viko benar-benar mencintai Risa, dan dia ingin menjaga Risa. Dia juga tidak masalah dengan Risa yang dulu suka pergi ke klub.


Ana teringat akan dirinya dan Abimayu. Sampai sekarang Abimayu masih belum bisa menerimanya, padahal apa yang dituduhkan Abimayu selama ini kepadanya sama sekali tidak pernah dia lakukan kecuali bahwa dia memang benar sering ke klub malam.


Ana kembali menarik nafasnya, dia tidak tahu bagaimana kelanjutan hubungannga dengan Abimayu sekarang, tapi yang pasti dia tetap tidak akan mengizinkan Abimayu untuk menikah lagi, dan dia sudah bertekad akan terus berusaha menaklukkan Abimayu dan membuktikan kepadanya bahwa dia tidak seperti apa yang telah Abimayu tuduhkan.

__ADS_1


__ADS_2