Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 50


__ADS_3

Abimayu membuka matanya dengan pelan, kepalanya terasa berdenyut ketika dia membuka matanya.


Dia ingin menggerakkan tubuhnya, tetapi pergerakan tubuhnya terasa sangat berat. Setelah diam sebentar, dia baru merasakan bahwa tubuhnya sedang dipeluk oleh seseorang.


"Apa yang kamu lakukan padaku?" Abimayu bertanya sambil terus duduk dan menolak tubuh Ana di saat Ana juga sudah membuka matanya. Dia juga menarik sebagian selimut yang mereka pakai untuk menutupi tubuhnya.


"Tanyakan sendiri pada diri, Mas Abi. Apa yang telah kita lalui semalam!" Ana juga telah bangun dari tidurnya dan juga menarik selimut yang hanya tinggal setengah bagian sampai ke arah dadanya.


Abimayu terdiam dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi sehingga dia bisa tidur satu ranjang dengan Ana.


"Jangan katakan demi untuk melakukan ini, kamu telah menjebakku dengan memasukkan sesuatu ke dalam minumanku?" tebak Abimayu setelah ingatannya kembali mengingat malam panas yang telah mereka lalui.


"Aku senang, akhirnya kita sudah menjadi suami istri yang sesungguhnya." Ana tidak menjawab pertanyaan Abimayu, tapi dia memutar pembicaraan dengan pernyataan yang dia ucapkan karena dia tidak ingin Abimayu mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya.


"Apa kamu terlalu haus akan belaian seorang pria? Sudah berapa lama kamu tidak..." Abimayu mulai mengeluarkan kata kasarnya karena dia sangat marah setelah mengetahui apa yang terjadi.


"Hentikan, bukan itu tujuanku untuk melakukan ini." Ana akhirnya berkata jujur agar Abimayu tidak melanjutkan perkataannya yang nantinya membuat dia sakit hati.


"Jadi, sekarang kamu sudah mengakui, jika benar kamu telah menjebakku?" serang Abimayu kepada Ana.


"Ya, aku memang melakukan itu!" Jujur Ana kepada Abimayu.


"Berarti, kamu tidak boleh menyalahkanku, jika aku telah menidurimu. Kamu sendirilah yang merencanakan ini semua. Jika tidak, mungkin ini tidak akan pernah terjadi" Abimayu mencoba menegaskan kepada Ana bahwa yang mereka lakukan semalam adalah suatu kesalahan yang dilakukan oleh Ana karena telah menjebaknya. Bukan karena dia yang menginginkan meskipun dia juga orang yang ikut melakukannya.

__ADS_1


"Terserah kepada, Mas Abi! Sekarang kita telah melakukan nya, dan itu sudah terjadi. Aku berharap, kita akan segera mempunyai bayi," ucap Ana sambil menyentuh perutnya saat mengucapkan kata bayi itu.


Raut wajah Abimayu menjadi semakin berubah ketika Ana menyebutkan kata bayi kepadanya. Dia tidak suka mendengar kata itu keluar dari mulut Ana.


"Siapa juga yang ingin memiliki anak denganmu?Aku takut, jika nanti mempunyai anak denganmu, kamu tidak bisa mendidiknya dengan baik." Kata itu terucap dari mulut Abimayu dengan mudahnya.


Nafas Ana benar-benar tertahan ketika Abimayu mengatakan itu. Hatinya bagaikan ditusuk dan tubuhnya seperti dijatuhi oleh batu yang sangat besar. Tiada kata yang paling sakit didengarnya, selain perkataan yang baru diucapkan oleh Abimayu kepadannya. Ana berfikir, apa ini adalah salah satu penyebab Abimayu tidak ingin menyentuhnya?


Abimayu berdiri dari ranjangnya dan pergi meninggalkan Ana yang masih terdiam di tempatnya.


Selesai membersihkan diri, Abimayu tidak melihat Ana berada di kamarnya lagi. Melihat kamarnya yang berantakan, Abimayu berniat akan membereskannya. Di saat dia membereskan ranjangnya, dia melihat bercak merah yang menempel di kain ranjangnya yang berwarna putih.


Dia terus melihat bercak darah itu dengan tajam, dan dia juga bukan orang yang bodoh ketika melihat bercak darah itu. Di saat itu dia merasakan hatinya seperti tertusuk melihat kebenaran yang selama ini tertutup karena dia tidak ingin mempercayainya.


Abimayu turun ke bawah untuk sarapan, karena perutnya sudah terasa sangat lapar. Sebelum menuju ruang makan, dia melihat ke arah sofa di ruang tamu karena biasanya Ana telah duduk menunggunya di situ sebelum dia pergi bekerja. Tapi pagi ini Ana belum terlihat, bahkan di ruang makan pun dia juga belum terlihat.


Abimayu memutuskan untuk langsung sarapan, dia memakan makanannya sambil terus melihat ke arah tangga untuk memastikan Ana akan turun. Setelah beberapa menit kemudian, Ana terlihat menuruni anak tangga dengan penampilan yang sangat berbeda.


"Jangan terus melihatku! Aku memakai pakaian begini, karena Mas Abi banyak meninggalkan jejak ditubuhku" ucap Ana kepada Abimayu yang sejak Ana turun, dia selalu mencuri pandang ke arah Ana yang tidak banyak bicara.


Ana terus menikmati makanannya, tanpa peduli dengan Abimayu yang terlihat gelisah.


Abimayu lebih dulu selesai sarapan, sedangkan Ana masih menikmati makanannya dengan tenang. Dia tidak tahu, jika dihadapannya, Abimayu terlihat sangat gelisah. Dia hanya ingin sarapan dengan tenang, karena apa yang dirasakan Abimayu, sama dengan yang dia rasakan. Mereka terlalu lapar pagi ini, mungkin karena pertempuran mereka semalam yang telah menghabiskan banyak tenaga.

__ADS_1


Selesai sarapan, Ana baru mengangkat wajahnya, lalu melihat Abimayu yang masih berada dihadapannya. Ana tersenyum ketika melihat ke arah Abimayu.


"Kenapa melihatku? Apa Mas Abi menungguku?" Ana berkata, karena sejak tadi Abimayu telah memghabiskan makanannya lebih dulu darinya, tapi dia belum juga beranjak pergi tidak seperti biasanya.


Abimayu seperti tidak mampu untuk berbicara, dia hanya bisa melihat Ana yang masih tersenyum kepadanya.


Melihat itu, Ana semakin melebarkan senyumannya dan bahkan hampir tertawa, tapi dia menahannya supaya Abimayu tidak melihatnya.


"Aku mau berangkat dulu!" Ana berdiri dari kursinya. Pergerakan Ana dilihat oleh Abimayu, dan dengan cepat dia mengikuti Ana berdiri. Ana ingin melangkah, tapi dia berhenti sejenak karena melihat tingkah Abimayu.


"Hemmmmm, Apa Mas Abi menunggu aku peluk seperti biasa ketika sebelum pergi?" tanya Ana dengan senyum yang sudah nampak di bibirnya.


"Siapa bilang aku menunggu kamu peluk?" Abimayu baru mengeluarkan suaranya setelah Ana berniat akan memeluknya. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan sebenarnya, dia ingin bicara dengan Ana, tapi dia seperti tidak bisa mengungkapkannya.


"Kalau tidak, kenapa masih di sini? Mas Abi sudah menyelesaikan sarapan sejak tadi!" Ana mencoba mencoba memancing Abimayu dengan pertanyaannya.


"Aku tidak menunggumu!" Abimayu menjawab dengan cepat untuk mengelak dari Ana.


"Ya ya ya, Ayo! Berikan aku pelukan dulu sebelum kita berangkat!"


Ana sudah dalam mode menggodanya. Dia sudah mengulurkan ke dua tangannya ke depan, dan berjalan ke arah Abimayu. Melihat itu Abimayu dengan cepat menjauh dan pergi berjalan ke luar sebelum Ana benar-benar memeluknya. Baru kali ini dia bisa menghindar jika Ana beraksi disetiap pagi. Ana juga seperti tidak terlalu memaksanya seperti biasanya yang akan bersikeras akan menggodanya sampai dia berhasil melakukannya.


Ana kembali tersenyum, bahkan dia tertawa dengan keras melihat Abimayu yang seperti bertingkah aneh di depannya.

__ADS_1


__ADS_2