
Ana terlihat duduk termenung di bandara menunggu keberangkatannya, hari ini dia akan kembali pulang setelah beberapa hari di kota ini.
"Ayo, Ana!" ucap seorang wanita yang saat ini bersama dengannya.
Ana masih terdiam seperti tidak mendengar panggilan dari rekannya.
"Ana.....ayo! Nanti kita akan ketinggalan pesawatnya."
Ana baru tersadar ketika dia dipanggil oleh rekannya untuk yang ke dua kalinya.
Ana menghembuskan nafasnya pelan, lalu berdiri dari duduknya dan ikut berjalan bersama rekannya menuju penerbangan mereka.
"Aku akan kembali besok. Kalian boleh pergi lebih dulu," ucap Ana tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika sampai di pintu tempat penerbangan.
Dua orang rekannya yang bersamanya saat ini melihat heran ke arah Ana, karena Ana tiba-tiba saja membatalkan keberangkatannya, padahal sekarang mereka sudah ingin pergi.
"Kenapa, Ana?"
"Tidak! Kalian boleh pergi dulu! Aku akan menyusul besok." Ana berkata sambil membalikan tubuhnya dengan cepat dan berlalu pergi meninggalkan dua orang rekannya.
Ana sekarang tidak tahu ke mana harus dia tuju, yang dia tahu sekarang hatinya sangat sakit ketika mengingat saat dia akan kembali, dia telah sah memiliki seorang madu. Makanya Dia memutuskan untuk tidak kembali hari ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya kehidupannya setelah Abimayu dan Nayla menikah, pasti Abimayu akan lebih memilih untuk bersama Nayla daripada dengannya. Apalagi sekarang dia sedang mengandung anak dari Abimayu, dia takut Abimayu tidak akan menerima anak itu, karena sejak awal Abimayu telah mengatakan bahwa dia takut mempunyai anak dari dirinya. Ternyata dia belum bisa menerima itu meskipun dia sudah mengalah dan menyetujuinya.
Di saat itu dia juga mendengar ponselnya yang selalu berbunyi, dia tidak ingin menjawabnya karena itu adalah panggilan dari Abimayu yang terus saja menghubunginya sejak kemarin. Ana mematikan ponselnya supaya dia tidak dihubungi oleh Abimayu lagi saat ini. Dia ingin menenangka hatinya agar bisa menerima kembali semua yang telah terjadi.
__ADS_1
...----------------...
Satu bulan telah berlalu
Abimayu duduk termenung di perusahaannya, dia telah menanti kepulangan Ana selama ini, tapi sampai sekarang Ana tidak juga kembali. Bahkan ponselnya juga tidak bisa di hubungi.
Abimayu telah berusaha dan terus mencari di mana Ana, tapi dia belum juga menemukan di mana Ana sekarang. Dia juga sudah pergi ke kota tempat Ana dulu pergi dan menelusuri semua tempat yang di singgahi Ana, tapi dia tidak pernah melihat sosok Ana di mana pun. Ana seperti sengaja menghilangian diri darinya dan tidak ingin kembali kepadanya.
"Bagaimana? apa kalian telah menemukannya? " Abimayu berbicara di ponselnya saat ini.
"Kabari aku secepatnya jika kalian telah menemukannya! "
Abimayu menyuruh beberapa orang untuk mencari keberadaan Ana di kota itu, dan sekarang dia mendapat kabar bahwa mereka juga belum menemukan Ana di sana.
Abimayu menghela nafasnya dengan dalam. Dia tidak tahu harus bertanya kepada siapa lagi. Dia juga sudah bertanya kepada orang tua Ana, tetapi mereka juga tidak tahu di mana Ana, bahkan mereka juga sangat khawatir sekarang ini.
"Belum ada tanda-tanda di mana dia berada, aku sudah mencarinya selama satu bulan ini, tapi aku belum menemukannya." Abimayu berkata dengan perasaan sendu.
"Apa kamu sudah coba tanya kepada istrinya Viko? Mungkin dia ada menghubungi wanita itu," ucap Heri yang membuat Abimayu tersadar.
Abimayu seperti menemukan harapan baru mendengar perkataan Heri, karena dia melupakan satu orang wanita yang merupakan teman dekat Ana. Mungkin saja dia dan Ana pernah saling memberi kabar dalam satu bulan ini.
Abimayu berdiri dari duduknya, lalu bergegas pergi meninggalkan Heri, dia sangat berharap Risa mengetahui di mana Ana.
__ADS_1
"Ana tidak pernah menghubungi-ku selama satu bukan ini, dan aku juga tidak tahu tentang dia pergi ke kota itu." Risa berkata saat Abimayu bertanya tentang Ana kepadanya karena sekarang Abimayu telah berada di rumah mereka.
"Risa, aku mohon, beritahu aku di mana Ana," ucap Abimayu seakan Risa menyembunyikan keberadaan Ana darinya.
"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya! Aku tidak tahu di mana dia sekarang! Kenapa kamu begitu memaksa? Kamu adalah suaminya, semestinya kamu tahu dia di mana, bukannya bertanya kepada-ku," ucap Risa dengan kesal karena Abimayu memaksanya, sedangkan dia benar-benat tidak tahu di mana Ana sekarang.
"Ana tidak memberitahu-ku di mana dia sekarang." Abimayu berkata dengan pelan.
Risa menjadi heran melihat Abimayu sekarang.
"Apa kalian ada masalah?" tanya Risa menebak melihat dari keadaan Abimayu sekarang.
Abimayu menarik nafasnya sejenak, lalu dengan rasa penyesalannya, dia bercerita kepada Risa tentang kejadian yang mungkin membuat Ana tidak kembali lagi hingga sekarang.
"Apa kamu sudah gila?" teriak Risa kepada Abimayu.
"Sayang, kamu tenang dulu dan jangan marah-marah, kamu harus ingat bahwa kamu sedang hamik sekarang." Viko mengingatkan istrinya agar tidak terbawa emosi, karena jika Risa emosi itu akan bisa mempengaruhi kehamilannya nantinya.
"Kenapa kamu begitu jahat, ha? Kamu tahu, kami memang wanita yang terlihat tidak sopan jika dari penampilan, tapi aku bisa menjamin bahwa Ana tidak pernah melakukan sesuatu yang telah kamu tuduhkan, dia selalu menjaga diri dari semua pria, bahkan dia tidak pernah membiarkan dirinya di dekati oleh pria yang banyak menyukainya." Risa berkata dengan marah karena mendengar cerita Abimayu saat ini. Apalagi Abimayu mengatakan bahwa dia akan menikah saat itu.
"Ya, aku juga telah menyadari itu, sekarang aku ingin minta maaf kepadanya, aku ingin memperbaiki itu, tolong beritahu aku di mana Ana," ucap Abimayu memohon kepada Risa. Dia juga merasa sangat terpukul setelah mendengar penjelasan dari Risa bahwa selama ini dia benar-benar telah salah menilai Ana.
"Aku benar-benar tidak tahu dia sekarang ada di mana, tapi jika aku menjadi Ana, aku juga akan melakukan hal yang sama. Untuk apa bertahan jika kita selalu disalahkan dan tidak dihargai sama sekali." Risa berkata kembali menyudutkan Abimayu.
__ADS_1
Akhirnya Abimayu kembali pulang dengan rasa penyesalan yang bertambah menusuk jiwanya. Dulu dia hanya mendengar tentang Ana dari Viko karena Ana sering di lihat oleh Viko bersama Risa di klub malam, dari situ dia tidak percaya lagi jika Ana adalah seorang wanita yang baik, dia telah di butakan oleh perasaan benci yang tidak bisa melihat dan berfikir lagi tentang kebenaran yang bisa dia dapatkan dengan mudah, bahkan Ana sendiri juga telah membuktikan kepadanya tentang kebenaran itu.
Sekarang dia hanya bisa menahan rasa yang merindukan Ana sampai dia benar-benar bertemu dengan Ana kembali.