Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 78


__ADS_3

Ana dan Fatimah sudah kembali ke rumah setelah pulang dari taman bermain, sedangkan Abimayu langsung berpamitan untuk pulang. Fatimah juga sedikit memberontak, tapi Abimayu membujuknya sehingga dia di tinggal Abimayu dulu.


"Ana..." Panggil Kiran kepada Ana yang ingin naik ke atas masuk ke dalam kamarnya.


Ana kembali berbalik dan menghadap ke arah sang mama.


"Iya, Ma."


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Kiran melanjutkan.


"Siapa, Ma?" Ana sedikit heran dengan pertanyaan samg mama karena tidak mengerti maksudnya.


"Mama melihat ada yang berbeda dengan Abimayu sekarang." Ternyata Kiran juga bisa merasakan perbedaan Abimayu dalam sebulan ini.


"Tidak, Ma. Masih sama, dia tetap datang melihat Fatimah," elak Ana. Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama.


"Apa kamu benar-benar tidak bisa memperbaiki hubungan kalian lagi?" tanya Kiran ingin memastikan perasaan Ana kepada Abimayu karena Justin sudah datang mengatakan bahwa dia ingin melamar Ana. Dia berharap Ana mengambil keputusan yang tepat nantinya.


"Ma, jika sekarang Mama melihat Mas Abi yang berbeda, itu adalah hal baik, Ma. Seharusnya sejak awal dia bersikap begitu." Ana berbicara dengan hatinya yang merasa marah.


"Ya... Maafkan Mama karena terlalu ikut campur dalam hubungan kalian saat ini."


"Ma...jangan pernah meminta maaf kepada-ku seperti itu, Mama tidak bersalah," ucap Ana sedih karena Mama nya sering kali meminta maaf kepadanya saat ini, dia sangat takut membuat Ana sakit hati jika terlalu banyak bertanya tentang hubungannya dengan Abimayu.


Huffff


Ana menghembuskan nafasnya ketika dia sudah berada di dalam kamar tidurnya. Dia tidak menyangka, setelah kembali akan ada peristiwa yang seperti saat ini. Dia berfikir dulu jika dia kembali dia bisa menjalani kehidupan yang tenang bersama Fatimah, dan tidak akan mengganggu kehidupan Abimayu lagi. Tapi ternyata semuanya berbanding terbalik dari apa yang telah dia fikirkan, Abimayu bahkan semakin dekat dengan mereka.

__ADS_1


Ana mengambil ponselnya di dalam tas karena ingin memeriksa pekerjaan nya, selama dia kembali Ana telah membuka butik nya lagi tapi dengan produk pakaian yang berbeda. Sejak tadi dia belum lagi pernah melihat ponselnya karena menemani Fatimah bermain.


"Ana, aku Risa. Bagaimana kabarmu? Apa kamu telah menerima lamaran Justin?"


Sebuah pesan dibaca Ana yang pengirimnya adalah Risa. Dia teringat setelah kembali dia belum pernah lagi menghubungi wanita itu, dan dia tidak tahu bagaimana sudah wanita itu semenjak dia tinggalkan.


Ana mencoba menghubungi Risa, tapi tidak ada jawaban. Lalu dia memutuskan untuk membalas pesan dari Risa saja.


"Aku baik. Kenapa kamu bisa mengetahui Justin datang melamar ku? Apa yang kamu ketahui tentang itu? "


Ana yakin bahwa Risa ada hubungannya dengan kedatangan Justin untuk melamarnya beberapa minggu yang lalu.


"Aku sedang tidak bisa menjawab panggilan. Kamu harus terima lamaran Justin, karena dia masih menyukaimu. Untuk apa kamu masih bertahan dengan Abimayu yang telah menyakiti kamu."


Akhirnya Ana dan Risa saling berbalas pesan hingga tanpa Ana sadari hari sudah mulai gelap dan mengakhiri berbalas pelan dengan Risa.


...----------------...


"Abi sudah berusaha, Umi." Abi berkata kepada Umi Aida.


"Tidak masalah, Nak. Mungkin ini sudah jalan terbaik untuk kalian."


"Abi memang sangat jahat, Umi. Abi memang tidak pantas untuk diberi kesempatan lagi, karena apa yang Abi lakukan kepada Ana dulu memang sangat menyakitkan baginya."


Abimayu berbicara sambil sesekali menyapu wajahnya dengan ke dua tangannya.


"Kamu tidak boleh begitu, jangan terlalu menyalahkan dirimu, Nak." Umi Aida berkata. Dia hanya tidak ingin Abimayu hidup dalam penyesalan selamanya karena mengingat dirinya yang begitu jahat terhadap Ana di masa lalu.

__ADS_1


"Ya, maafkan Abi, Umi. Abi mungkin telah banyak sekali membuat malu Umi dan Abah selama ini."


Abimayu tidak hanya menyesal dengan perbuatannya terhadap Ana, tapi dia juga merasa sangat bersalah terhadap ke dua orang tuanya, karena telah membuat malu mereka dengan kehidupan nya yang berantakan.


"Tidak, Nak. Ini sudah jalan takdirnya dari Allah. Kita harus menerimanya karena semua juga sudah terjadi, kita hanya bisa menerima dan terus tetap menjalani hidup dan tidak berputus asa."


Umi Aida juga merasa sedih dengan kisah hidup putra terkcilnya ini. Tapi harus bagaimana lagi, karena semua telah terjadi jadi.


"Ya, saat ini Abi hanya berharap Ana akan bahagia jika dia bersama orang lain nantinya. Sekarang maaf Ana saja sudah cukup untuk Abi, apalagi dia sudah memberikan Abi bertemu dengan Fatimah." Abimayu berkata dengan harapannya.


"Kamu juga harus bahagia, mulailah menata hidup kembali, dan lupakan kisah lalu kalian. Tidak ada yang salah dengan dengan hubungan kalian yang dulu, Allah mempertemukan kalian agar kalian bisa menjadi lebih baik, dan mungkin setelah ini kalian akan sama-sama dipertemukan dengan orang yang benar nantinya, dan jadikan kisah lalu kalian menjadi pembelajaran hidup bagi kalian untuk ke depan nantinya."


Abimayu merasa terharu mendengar nasehat dari umi nya. Umi nya tidak prnah gagal ketika memberikan nasehat kepadanya.


Saat ini Abimayu sudah bertekad akan memperjelas hubungan mereka dengan Ana nantinya, karena sampai sekarang Ana belum juga mengurus surat cerai yang pernah dia katakan dulu, mungkin dia belum sempat untuk mengurus nya.


Sekarang biarkan dia yang akan melakukannya meskipun nantinya dia yang terlihat sedikit kejam karena telah menceraikan istrinya, tapi sebenarnya ini adalah keinginan Ana sendiri, dan mungkin ini satu-satunya permintaan Ana yang dia terima dengan rasa ikhlas, karena dia ingin Ana bahagia.


...----------------...


Di keheningan malam yang yang sunyi di saat orang-orang tertidur lelap dan di tempat yang berbeda, dua orang yang dulunya pernah bersama dalam ikatan yang sah, tapi sekarang telah terpisah karena kisah yang mereka jalani tidak seindah orang lain, sedang duduk di atas sebuah sajadah sambil mengadahkan tangan ke atas berdoa meminta kepada sang Pencipta.


"Ya Allah, jika ini jalan terbaik yang membuat dia bisa bahagia meskipun bersama orang lain, aku ikhlas ya Allah. Maafkan aku jika selama ini seakan memaksa meminta untuk dipersatukan lagi dengannya. Terima kasih ya Allah, aku bersyukur telah engkau izinkan mengenal dia dan hidup bersamanya meskipun hanya sebentar."


Setitik Airmata jatuh di pipi Abimayu, tapi lama kelamaan air mata itu semakin banyak membasahi pipi nya, malam ini dia ingin melepaskan semua keperihan hatinya, dia ingin menangis agar semuanya bisa terlepas dari hati dan gilirannya.


"Ya Allah, maafkan aku jika masih menjadi orang yang angkuh dan tidak pemaaf. Maafkan aku jika tidak ingin memberi kesempatan kepadanya lagi. Berilah aku ketenangan dalam hati, dan beri aku petunjuk untuk memutuskan apa yang harus aku lakukan kepada seseorang yang mengajak aku untuk membina kehidupan baru lagi."

__ADS_1


Ana juga menitikkan airmatanya di saat meminta kepada Rabb nya, karena dia belum tahu dengan keputusan yang dia ambil kepada Justin. Dia masih dalam keadaan dilema, memikirkan Fatimah yang sangat bahagia jika mempunyai seorang ayah dihidupnya. Andaikan ada orang lain yang menggantikan peran Abimayu, dia juga bisa menerimanya, asalkan orang itu menyayanginya.


__ADS_2