Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
Bab 20


__ADS_3

Ana keluar dari butik, karena sebentar lagi sudah waktunya untuk istirahat dan makan siang. Hari ini, dia ingin mengajak Abimayu untuk makan siang bersama di luar.


Ana sedikit bergidik karena panasnya cuaca saat ia keluar dari butik. Rasanya sangat berbeda saat dia berada di dalam butik yang ada pendingin ruangannya.


Untuk menghindari silaunya panas matahari, Ana menggunakan kaca mata hitam besar di matanya.


"Di mana ruangan pimpinan kalian?" Ana langsung menanyakan kepada resepsionis tentang ruangan Abimayu.


"Maaf, sebelumnya Nona ada keperluan apa menjumpai pak Abimayu?" sang resepsionis berkata sopan, meskipun Ana terlihat sangat sinis ketika bertanya.


"Aku ingin menjumpainya, kamu beritahu saja di mana ruangannya!" Ana memaksa karena dia tidak ingin resepsionis terlalu banyak bertanya. Dia hanya ingin ke ruangan Abimayu.


"Maaf, Nona. Tapi se.....,"


"Aku istrinya pimpinan kalian, Abimayu!" ucap Ana dengan tegas yang membuat sang resepsionis sedikit merasa takut.


Ana juga terus melihat ke arah wanita resepsionis itu dengan wajah kesalnya dan masih menggunakan kaca mata hitam di wajahnya yang membuat resepsionis itu terlihat sedikit takut.


Akhirnya sang resepsionis memberitahu tahu kepada Ana di mana ruangan Abimayu berada dengan rasa gugupnya.


Ana langsung pergi masuk ke dalam lift meninggalkan sang resepsionis.


Tidak berapa lama di dalam lift, Ana tiba di tempat yang dia tuju, yaitu ruangan Abimayu.


Ana mengetuk pintu ruangan itu, dan belum sempat dipersilahkan untuk masuk, dia sudah terlebih dahulu membuka pintu dan masuk ke dalam.


Ana melihat Abimayu yang nampak terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba, dan di situ juga ada dua orang pria yang duduk bersamanya.


Dua orang itu adalah Heri sekretarisnya Abimayu, dan Viko. Dengan gaya angkuhnya, Ana berjalan mendekat ke arah Abimayu dan duduk di sampingnya.


"Aku sedang tidak mengganggu kalian, kan?"


Ana menatap mereka satu persatu.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Ana.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang ke sini? " tanya Abimayu akhirnya"


"Aku ingin mengajak Mas Abi untuk makan siang di luar."


"Aku tidak bisa!" jawab Abimayu lansung menolak.


"Kenapa tidak bisa? Kalian juga kelihatannya sedang tidak ada kerja, dan sekarang sudah hampir tiba waktu istirahat."


Mendengar percakapan Ana dan Abimayu, Viko dan Heri bisa mengerti kalau mereka mempunyai sebuah hubungan.


"Kenapa kamu mengganggu lelaki yang sudah bersuami? Apa kebiasaan buruk kalian menggoda pria masih kalian lakukan?" Viko berkata, karena sejak tadi dia merasa heran melihat Ana yang dengan tidak sopan masuk ke dalam ruangan Abimayu. Dalam fikirannya, Ana sengaja menggoda Abimayu seperti wanita penggoda di luar sana.


"Silahkan anda keluar dulu," ajak Heri kepada Ana. Sebagai sekretaris, dia merasa ini adalah tugasnya untuk menjauhkan wanita penggoda yang dengan sengaja datang kepada Abimayu. Dia banyak mendengar, sebagian dari wanita penggoda di luar sana, berani mendatangi pria kenalannya meskipun mereka tidak memiliki status. Menurut Heri, mungkin Ana adalah salah satu dari mereka.


"Biarkan saja dia di sini! Tidak perlu mengusirnya." Abimayu berkata kepada Heri yang sudah ingin membawa Ana keluar.


Heri melebarkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Abimayu. Karena atasannya sudah memerintahkan untuk tidak membawa Ana keluar, Heri kembali ke tempat duduknya.


"Abi, kamu tidak perlu takut, wanita model begini tidak bisa dikasih hati. Kamu usir saja dia dari sini!" Viko kembali berbicar karena sudah merasa semakin kesal dengan Ana. Apalagi Abimayu seperti membiarkannya. Dia hanya tidak ingin Abimayu tergoda oleh wanita seperti Ana yang dia anggap sama seperti Risa mantan istrinya karena mereka berteman.


"Bukan aku yang tidak pantas, tapi temanmu lah yang harusnya mendapatkan kata itu."


"Cukup! Kalian jangan bertengkar di sini," lerai Abimayu. Dia tidak ingin Ana terus bertengkar dengan Viko, karena jika dibiarkan mereka akan terus berdebat tanpa henti.


"Viko, aku rasa kita bahas masalah ini besok saja. Sekarang sudah tidak memungkinkan lagi untuk membahasnya. Heri, kamu boleh istirahat dulu." Lanjut Abimayu ingin mengakhiri semuanya dulu.


"Kenapa kamu harus mengalah demi wanita ini?"


"Bukan mengalah, tapi lebih menjaga kenyamanan para karyawan di perusahaanku."


Sejak tadi, Ana belum mendengar Abimayu mengakui dia sebagai istrinya dan tidak ada pembelaan Abimayu saat dirinya dihina oleh Viko. Ana ingin Abimayu mengakuinya, supaya Viko dan Heri tidak salah paham lagi kepadanya.Tapi itu tidak dilakukan Abimayu.


"Baiklah! Kami akan keluar dulu. Saya ingatkan, kamu jangan pernah terperangkap dengan wanita liar ini, tidak ada gunanya jika dekat dengan orang seperti mereka". Viko kembali membuat Ana menjadi kesal dan marah karena tuduhannya.


"Aku istrinya Abimayu!" ucap Ana sedikit lantang. Dia ingin membela dirinya, sudah banyak sekali ia dengar Viko mengatakan kalau dia adalah wanita liar, dan dia ingin membungkam mulut pria itu.

__ADS_1


Viko dan Heri terkejut mendengar pengakuan Ana.


"Ya. Aku Anastsaya, istrinya Abimayu yang dinikahinya beberapa bulan yang lalu," lanjut Ana untuk membela dirinya.


Heri dan Viko terdiam mematung sejenak. Lalu dengan teliti sedikit menelisik wajah Ana. Mereka tidak percaya kalau yang ada dihadapan mereka saat ini adalah seorang Anastasya istrinya Abimayu. Mereka berfikir, Ana adalah wanita yang memakai hijab, karena saat menikah dia memakai hijab menutupi kepalanya.


Ana yang sekarang, jauh berbeda dengan Ana yang dilihat mereka di hari pernikahan dulu.


Dihadapan mereka sekarang adalah seorang wanita yang berpenampilan seksi, bukan Ana istri seorang Abimayu. Tapi seorang wanita penggoda yang sudah lama diketahui oleh Viko.


"Abi..." Viko seperti ingin memastikan kepada Abimayu.


"Ya.." Abimayu berkata sambil menganggukkan kepalanya.


"Kita lanjutkan besok saja!"


Akhirnya mereka keluar dari ruangan Abimayu meninggalkan dia bersama dengan istrinya dengan rasa yang masih tidak percaya dan bertanya-tanya.


"Apa kamu sudah puas mengangguku?" tanya Abimayu setelah Viko dan Heri keluar.


"Aku tidak menganggu sama sekali, ini juga sudah waktunya istirahat."


"Siapa yang menyuruhmu datang ke sini?"


"Aku tidak perlu disuruh jika ingin datang ke perusahaan suamiku, aku juga bebas jika ingin datang kapan pun aku mau."


"Kamu ingat, perusahaan-ku bukan sebuah klub malam yang kamu datangi sehingga dengan sesukamu datang dengan penampilan seksimu! Di sini juga punya aturan!" Abimayu mengingatkan karena saat Ana masuk ke dalam ruangannya, dia sangat terkejut melihat penampilan Ana yang sangat seksi melebihi dari yang biasa dia lihat selama ini.


"Jangan terlalu memprotes pakaian-ku jika Mas Abi juga senang melihat wanita yang memakai baju seksi di luaran sana."


"Siapa yang mengatakan begitu padamu?"


"Aku yakin, tidak ada pria yang tidak suka jika melihat wanita seksi di depan matanya."


Abimayu tidak ingin menjawab perkataan Ana lagi, karena Ana terlalu suka jika berdebat dengannya yang membuat dia semakin emosi nantinya.

__ADS_1


__ADS_2