
"Mas Abi, ayo sarapan dulu." Ana memanggil Abimayu yang baru turun dari lantai atas.
Abimayu melihat heran kepada Ana. Tidak biasanya Ana bangun sepagi ini dan sudah berada di ruang makan.
"Mas Abi mau sarapan yang mana? Aku akan ambilkan!" ucap Ana lagi sambil tersenyum ke arah Abimayu.
"Tidak perlu, selama ini aku juga bisa mengambil makanan-ku sendiri tanpa kamu layani."
"Mulai sekarang, aku akan melayani Mas Abi ketika sarapan atau pun ketika kita makan bersama di rumah." Ana menjelaskan.
Sejak Abimayu mengucapkan ingin bercerai, Ana telah menurunkan egonya. Dia mencoba mendekati Abimayu dengan cara berbeda. Dia belajar sedikit demi sedikit untuk menjadi istri yang melayani suaminya. Melayani dalam arti bersikap patuh kepada Abimayu dan menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Mulai dari pakaian, makanan, dan kebutuhan lainnya. Sedangkan pelayan di rumah, akan tetap bekerja untuk membantunya, karena tidak semua bisa dia lakukan sendiri.
Seperti tadi pagi, dia memulai dengan melayani Abimayu ketika sarapan pagi. Dia juga tidak menggoda Abimayu seperti biasa, meskipun pakaian yang ia gunakan tetap terlihat seksi. Seksinya di sini, hanya karena memang begitulah gaya dia berpakaian, bukan seksi yang sengaja ingin menggoda Abimayu.
"Aku tidak butuh!" bantah Abimayu lagi.
Ana tidak mendengarkan penolakan Abimayu, dia terus mengambilkan setiap makanan yang akan diambil oleh Abiyu yang membuat Abimayu akhirnya mengalah dan membiarkan Ana melayaninya.
"Berikan aku pelukan sebelum Mas Abi pergi bekerja." Ana menggoda Abimayu yang telah selesai sarapan dan akan berangkat.
Ana sudah berjalan mendekat ke arah Abimayu dan merentangnkan ke dua tangannya untuk memeluk Abimayu.
Abimayu menghindar dengan cepat, dan melangkah dengan cepat menghindar dari Ana. sedangkan Ana mencoba untuk tidak memaksanya seperti biasa.
...----------------...
"Sebentar lagi aku akan tiba." Abimayu berkata dengan seseorang melalui ponselnya, saat ini dia sedang terjebak macet di jalan karena ada terjadi kecelakaan beruntun beberapa meter jauh di depannya.
Saat ini dia terjebak macet di jalan ketika ingin pergi melihat proyek kerjanya.
Setelah menunggu beberapa jam lamanya akhirnya dia terbebas dari kemacetan, tapi hari sudah mulai sore dan proyek yang akan dia lihat telah dibatalkan karena rekan kerjanya sudah membatalkan pertemuannya dan menggantinya dengan hari selanjutnya.
Abimayu memilih pulang ke rumah orang tuanya karena dia sudah merasa sangat lelah meski hanya duduk diam di dalam mobil menunggu macet.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Um.."
Abimayu berhenti sejenak, saat mengucapkan salam karena melihat seseorang yang sedang duduk bersama uminya di rumah.
"Wa'alaikumsalam," ucap Umi Aida menjawab salam sang anak.
Abimayu berjalan masuk ke dalam rumah menghampiri uminya bersama seorang wanita yang duduk di sofa ruang tamu. Abimayu sempat melirik kepada seorang wanita itu yang sudah menundukkan kepalanya ketika Abimayu menghampiri Umi Aida untuk bersalaman.
"Sendirian, Nak?" tanya umi Aida sambil menyambut salam Abimayu.
"Iya Umi, Ana tidak ikut."
Setelah mencium tangan umi nya, Abimayu menjelaskan sedikit penyebab kedatangannya yang hanya sendiri tanpa membawa Ana.
"Umi, kalau begitu Nayla pamit dulu." Suara wanita yang duduk bersama Umi Aida terdengar. Wanita itu adalah Nayla. Makanya saat Abimayu mengucapkan salam tadi terhenti sejenak, karena melihat Nayla juga melihat ke arah tamu yang datang ke rumah uminya.
"Maaf, Nak Nayla, kita tidak bisa mengobrol lebih lama lagi. Umi juga tidak tahu kalau Abi datang ke sini."
Umi Aida mengerti maksud Nayla ketika langsung minta izin untuk pulang ketika Abimayu datang. Nayla merasa sungkan jika terus berada di situ saat ini. Apalagi Abimayu hanya datang sendiri.
Nayla mencium tangan Umi Aida ketika ingin pergi, dia juga menyapa Abimayu dan pamit minta izin untuk pergi.
Abimayu melirik ke arah Nayla saat dia berjalan meninggalkan rumah hingga Nayla tidak terlihat lagi.
"Maaf, Abi sudah mengganggu Umi," Abimayu merasa bersalah karena telah mengganggu waktu uminya, jika dia tidak datang tiba-tiba, mungkin Nayla masih berada di sini bersama umi nya.
"Bukan salah kamu juga, Nak. Nayla juga sudah sejak tadi di sini. Dia membawakan Umi makanan dari orang tuanya, jadi Umi mengajaknya bercerita dulu sebelum pergi." UmibAida menjelaskan sambil tersenyum.
Nayla memang suka datang ke rumahnya saat Kiayai Mustapabtidak ada di rumah. Dia sering membawa makanan kiriman orang tuanya yang diberikan kepada Umi Aida karena Umi Aida dan orang tuanya berteman sangat dekat.
"Abi menginap malam ini, Umi. Besok mau melihat proyek." Kata Abimayu.
"Bagaimana dengan istrimu, Nak?" Umi Aida langsung bertanya tentang Ana karena ditinggalkan oleh Abimayu sendiri di rumah nantinya.
__ADS_1
"Abi akan beritahu nanti."
"Nanti kapan? Hari sudah mau maghrib, kasihan istrimu kalau dia menunggu, cepat beritahu sekarang!" ucap Umi Aida karena melihat hari yang sudah mulai sore.
"Iya, Umi. Nanti akan Abi beritahu Ana."
"Sekarang, Nak! Seharusnya sejak kamu memutuskan untuk menginap di sini, kamu sudah memberitahunya!"
Umi Aida memaksa Abimayu untuk memberi tahu kepada Ana secepatnya. Jika bukan karena uminya, mungkin Abimayu tidak akan memberitahu kepada Ana jika dia berada di rumah orang tuanya saat ini.
...----------------...
Ana masih berada di butik, rencananya dia akan pulang sebentar lagi. Jika dia pulang sekarang, itu terlalu cepat karena saat tiba di rumah, Abimayu belum pulang dari bekerja dan dia akan sendirian di rumah.
Sambil menunggu pulang, Ana memainkan ponselnya. Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Abimayu yang membuat Ana mengkerutkan keningnya tanda heran dan bertanya, kenapa Abimayu memghubunginya, karena tidak biasanya Abimayu menghubunginya, selama ini hanya dia yang selalu menghubungi Abimayu terlebih dulu.
Tanpa menunggu lama, dengan hati yang bahagia, Ana menjawab panggilan itu.
"Malam ini aku menginap di rumah umi." Suara Abimayu langsung terdengar berkata dengan cepat.
"Ken...." Belum sempat Ana bertanya, panggilan nya telah di putus oleh Abimayu.
Abimayu hanya ingin memberitahunya tanpa ingin ditanya alasannya.
Ana hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Abimayu yang tidak sabar lagi untuk memutus panggilan itu.
...----------------...
Malamnya Ana tinggal sendiri di rumah. Terbesit di hatinya untuk menggoda Abimayu. Dia memakai sebuah lingerie seksinya, lalu duduk di atas ranjang berpose menggoda dan memotret dirinya sendiri dengan ponselnya.
"Menjijikkan."
Ana tertawa melihat balasan pesan yang dikirim Abimayu kepadanya. Kata itulah yang Ana dapat balasan dari pesan yang dikirimnya kepada Abimayu saat ini.
__ADS_1
Ana hanya bisa tersenyum pahit, sungguh tidak berarti apa-apa dirinya bagi Abimayu bahkan tanpa peduli, dia meninggalkannya sendiri di rumah malam ini.