Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 39


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga yang dijalani Ana dengan Abimayu sudah terhitung lama, dan membuat Ana mengerti dengan keadaan Abimayu. Apakah dia marah, sedih, senang, dan bahagia, Ana bisa mengetahui itu. Tapi selama ini yang banyak dia lihat hanya keadaan Abimayu yang selalu marah dan tidak suka kepadanya.


"Kamu tidak demam kan, Mas?" tanya Ana, ketika dia memeluk Abimayu sebelum pergi bekerja.


Hari ini dia mengubah strateginya untuk menggoda Abimayu. Biasanya dia menunggu Abimayu di ruang makan, sekarang dia berpindah ke ruang tamu karena Abimayu jarang sekali sarapan di rumah lagi, dia akan langsung memilih pergi bekerja tanpa sarapan karena dia malas untuk melihat sikap Ana yang selalu menggodanya.


Ana berpindah ke sofa, karena jika dia menunggu Abimayu di situ, sudah pasti dia akan selalu bisa menghentikan Abimayu sebelum pergi bekerja.


"Sudah menggodanya?" ucap Abimayu akhirnya, yang sejak tadi hanya diam membiarkan Ana memeluknya. Tidak seperti biasanya yang di akhiri dengan perdebatan di antara mereka. Meskipun nantinya Ana akan mendengarkan kata yang menyakitkan dari Abimayu, dia tetap dengan sikap keras kepalanya untuk bertahan mencintai Abimayu dan akan menaklukkan Abimayu dengan cara menggodanya.


"Mas Abi kenapa? Muka Mas terlihat pucat? Mas sakit? " Ana memburu pertanyaan kepada Abimayu.


"Bukan urusanmu."


"Mas, apa yang sakit? Ayo kita ke dokter?"


"Aku tidak butuh kepedulianmu!" Abimayu berjalan keluar dan diikuti oleh Ana dari belakang.


"Mas, kamu tidak boleh pergi! Ayo kita ke dokter dulu!"


"Aku tidak sakit! dan tidak perlu ke dokter!" Abimayu tetap bersikeras mengatakan bahwa dia sedang tidak sakit, karena tidak merasakan ada bagian tubuhnya yang sakit, sehingga dia tidak membutuhkan dokter untuk menyembuhkannya. Dan yang sekarang sakit bukanlah tubuhnya, melainkan hatinya yang tidak bisa dia bebaskan dari rasa sakitnya ketika mengetahui keadaan Nayla yang terbaring sakit saat ini.


Ana terus menghalangi Abimayu untuk tidak pergi ke perusahaan. Tapi, kekuatannya masih kalah dengan kekuatan Abimayu meskipun dia terlihat lemah.


"Kenapa kamu ikut masuk ke dalam mobil?" tanya Abimayu, karena Ana sudah duduk di sampingnya.


"Aku akan ikut Mas Abi ke perusahaan!"

__ADS_1


"Kamu tidak mempunyai urusan di perusahaan-ku!" Abimayu berkata sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Cepat kamu turun!" suruh Abimayu kepada Ana, jika tidak mereka akan terus berdebat hingga bisa membuatnya terlambat datang ke perusahaan.


"Aku tidak akan turun jika Mas Abi tidak ingin pergi ke dokter!"


Abimayu tidak menggubris lagi perkataan Ana. Dia terus melajukan mobilnya dan di fikirannya sekarang hanya bagaimana caranya agar dia bisa cepat sampai ke perusahaan.


"Mas Abi tunggu!" teriak Ana sedikit kuat kepada Abimayu yang meninggalkannya ketika turun dari mobil setelah mereka tiba di perusahaan Abimayu.


"Mas Abi!" Ana berteriak lebih kuat lagi sehingga membuat langkah Abimayu tehenti ketika mendengarnya. Di sekeliling mereka para karyawan yang terlihat juga terkejut mendengar teriakan Ana dan membuat mereka melihat ke arah Ana dan Abimayu.


"Tunggu aku!" ucap Ana saat melihat Abimayu telah membalikkan tubuhnya menghadap Ana yang sedang berjalan maju ke arahnya.


Saat ini Abimayu ingin sekali untuk memarahi Ana, tapi dia menyadari bahwa di sekitar mereka banyak para karyawannya yang telah melihat ke arah mereka akibat perbuatan Ana. Sesuatu yang dia hindari akhirnya terjadi juga.


"Aku hanya ingin membawa Mas Abi ke rumah sakit, tapi Mas Abi membawa-ku ke sini."


"Aku tidak belum butuh dokter saat ini! Kamu harus ingat, tetap di sini dan jangan ke mana-mana! Cukup hanya kejadian tadi kamu membuat-ku malu. Aku tidak ingin merasakan malu untuk yang ke dua kalinya."


"Siapa jug...."


Abimayu tidak ingin mendengar perkataan Ana lagi, dia sudah berjalan ke arah pintu dan meninggalkan Ana sendiri di dalam ruangannya. Dia tidak peduli lagi dengan Ana saat ini, karena ada hal yang lebih penting yang harus dia selesaikan daripada harus terus berdebat dengan Ana. Sejak tadi dia juga sudah dihubungi oleh Heri karena dia belum juga tiba ditempat mereka mengadakan pertemuan saat ini.


Sedangkan Ana duduk diam di ruangan Abimayu tanpa melakukan apapun. Dia mematuhi apa yang dipesankan Abimayu kepadanya. Sebenarnya, Ana juga tidak ingin membuat keributan dengan Abimayu di mana pun, tapi Abimayu sendirilah yang membuatnya melakukan itu semua. Jika dia datang ke perusahaan Abimayu, tujuannya hanya Abimayu dan dia tidak peduli dengan yang lainnya. Tapi Abimayu terlalu berfikir berlebihan dan terus mengkhawatirkan jika dia akan membuat sebuah keributan.


Beberapa jam kemudian, Abimayu kembali ke ruangan bersama Heri. Ana bergegas menghampiri Abimayu yang baru tiba dan membawanya duduk di sofa, karena dia melihat wajah Abimayu masih terlihat pucat.

__ADS_1


"Mas Abi makan dulu!" Ana memberikan makanan yang dibawa Heri dari luar. Sebelumya dia sempat menyuruh Heri untuk memerankan makanan kepada Abimayu.


"Aku tidak lapar," tolak Abimayu.


"Mas Abi sama sekali belum makan apapun sejak tadi pagi, dan sekarang sudah hampir waktunya untuk makan siang."


"Aku benar-benar tidak lapar!" Ucap Abimayu sedikit geram kepada Ana. Dia masih menahan emosinya karena perlakuan Ana, karena dia tidak ingin Heri melihatnya yang masih berada di ruangannya.


"Mas Abi harus makan! Jangan membantah!" Ana sudah memberikan makanan itu ke tangan Abimayu supaya dia memakannya.


Sedangkan Abimayu hanya memandangi makanan tersebut tanpa ingin memakannya.


"Apa Mas Abi mau aku suapi?" ucap Ana tanpa malu sama sekali kepada Heri. Sejak tadi Heri masih berada di situ, Ana melarangnya untuk pergi karena dia masih membutuhkan Heri untuk membantunya.


"Tidak! Biar aku saja! Aku akan makan sekarang!"


Abimayu langsung menolak tawaran Ana dengan cepat. Akhirnya Abimayu memakan makanan yang diberikan Ana meskipun dia sama sekali tidak ada selera untuk makan saat ini.


"Kamu hubungi seorang dokter yang bisa datang ke sini!" ucap Ana kepada Heri yang membuat Abimayu menghentikan makannya.


"Ak... "


"Jangan membantah lagi jika Mas Abi tidak ingin melihat aku melakukan sesuatu hal yang mungkin membuat semua orang di perusahaan ini tercengang nantinya." Ana memotong perkataan Abimayu dan langsung mengancammya dengan sesuatu yang bisa membuat Abimayu takut ketika dia melakukannya.


Di sisi lain, Heri telah menghubungi seorang dokter seperti yang disuruh oleh Ana. Dia juga setuju untuk itu, karena sejak dalam pertemuan mereka tadi, dia juga khawatir melihat Abimayu karena wajahnya terlihat pucat.


Sekarang Heri bisa melihat berapa perhatiannya Ana kepada Abimayu, tapi kenapa Abimayu mengatakan jika dia tidak bahagia dengan pernikahannya?

__ADS_1


__ADS_2