Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 36


__ADS_3

"Kita di sini saja, Nay!"


"Boleh, Mbak."


Dua orang yang baru tiba di restoran itu adalah Aisyah dan Nayla. Mereka tidak sengaja bertemu, lalu memutuskan untuk singgah di restoran ini untuk bercerita karena mereka telah lama tidak bertemu


Di tempat duduknya Ana, Risa dan Justin terus saja bercerita sambil sesekali mereka tertawa. Ana sesekali mengarahkan pandangannya ke sekeliling restoran, dan saat dia melihat ke arah samping kiri, dia melihat seorang wanita yang dia kenal duduk bersama temannya berjarak beberapa meja dari tempat duduk mereka.


"Mbak Aisy! ucap Ana sedikit kuat, sehingga orang yang dia sebut melihat ke arahnya.


"Ana!" sapa Aisyah dan melihat Ana telah berjalan ke arahnya meninggalkan temannya. Dia bisa melihat penampilan Ana yang begitu seksi dan berbeda dengan saat mereka bertemu pertama kalinya. Bedanya, dulu Ana memiliki rambut berwarna ke kuning-kuningan, tapi sekarang telah berubah menjadi kemerah-merahan.


"Kapan Mbak ke sini? Kenapa tidak mampir ke rumah?" Ana memburu Aisyah dengan pertanyaannya.


"Mbak ke sini sudah sejak siang tadi, bukan Mbak tidak ingin mampir, tapi Mbak belum sempat," jawab Aisyah sambi tersenyum.


"Mbak Aisy selalu begitu, pasti tidak ingin mampir, alasannya selalu tidak sempat." Ana sedikit kecewa dengan Aisyah.


"Maafkan Mbak, besok-besok Mbak akan usahakan untuk mampir, sekarang juga tidak sempat, karena nanti malam ada acara di pesantren, dan Mbak harus pulang." Aisyah menjelaskan. "Di mana Abi?" tanya Aisyah sambil melihat ke arah tempat duduk Ana, dan tidak melihat Abimayu bersama mereka.


"Mas Abi di rumah, Mbak. Dia tidak ingin diajak pergi." Ana berkata jujur kepada Aisyah.


Aisyah tidak heran jika Abimayu tidak bersama Ana sekarang. Dia tahu itu setelah Abimayu sudah pernah bercerita kepadanya.


Saat mereka bicara, Ana sempat melihat ke arah Nayla yang hanya diam mendengarkan mereka.


"Ini Nayla, temannya, Mbak." Aisyah mengenalkan Nayla kepada Ana. "Ini Ana istrinya Abimayu, Nay." Aisyah juga mengenalkan Ana kepada Nayla.


"Aku pamit ke teman-ku dulu, Mbak," ucap Ana setelah berkenalan dengan Nayla lalu beranjak pergi meninggalkan Aisyah dan Nayla.


Aisyah sedikit menggelengkan kepalanya saat melihat Ana menjauh dari mereka.


...----------------...


Di luar restoran Abimayu dan Viko terlihat sedang memarkirkan mobil, ternyata mereka memilih untuk berhenti di restoran itu juga saat ini.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam restoran, mata Abimayu langsung tertuju kepada tiga orang yang duduk di sebuah meja sambil tertawa. Mereka adalah Ana, Risa, dan Justin.


"Abi." Sapa Aisyah dari tempat duduknya ketika melihat Abimayu.


Abimayu mengarahkan pandangan ke arah orang yang menyapanya, dan dia terkejut karena Aisyah juga berada di restoran itu.


"Mbak Aisy." Abimayu mendekat ke arah Aisyah dan bukan menghampiri Ana istrinya. Sedangkan Viko telah berjalan ke arah di mana dia melihat Risa.


"Sayang! Kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Risa ketika melihat Viko menghampirinya.


"Aku baru tiba bersama Abimayu," jawab Viko sambil duduk di dekat Risa dan melirik ke arah Ana dan Justin sekilas. Viko sudah mengenal mereka sejak dari dulu, karena ke tiga orang yang dia hampiri ini termasuk istrinya adalah orang yang pernah dia lihat di klub malam dulu. Bahkan dia juga tahu bahwa pria yang bersama mereka ini pernah menyukai Ana karena dulu Risa pernah bercerita kepadanya.


Mendengar nama Abimayu disebut oleh Viko, Ana mengarahkan pandangannya langsung ke tempat di mana Aisyah duduk, dan dia melihat Abimayu sedang duduk di sana tanpa melihat ke arahny sedikit pun.


"Kenapa dia duduk di sana?" tanya Risa dengan heran.


"Mungkin dia masih ingin bercerita dengan saudaranya, Sayang." Viko menjawab pertanyaan istrinya, sedangkan Ana dan Justin hanya diam mendengarkan.


Hingga mereka selesai makan di restoran itu, Abimayu tidak kunjung menghampiri Ana. Jika orang lain meliihat, mereka seperti dua pasang pasangan kekasih yang sedang berjanji untuk makan bersama.


...----------------...


"Aku akan pulang bersama Risa." Viko berkata saat Abimayu mengajaknya pulang.


"Ya sudah, Aku pulang lebih dulu, silahkan kalian lanjutkan," ucap Abimayu tanpa sedikit pun melihat ke arah Ana yang sejak tadi sudah melihatnya dengan wajah marah.


Abimayu berjalan pergi meninggalkan mereka, dan setelah itu mereka yang bersama Ana menatapnya dengan heran secara bersamaan.


"Kenapa kalian menatapku begitu?" tanya Ana dengan ketus.


"Kamu... "


"Risa! Aku tidak mungkin kembali bersamanya, kami membawa mobil sendiri-sendiri, bagaiman mungkin kami akan pulang bersama! Berbeda denganmu, karena sejak pergi kamu diantar oleh suamimu." Ana memberi penjelasan untuk menutupi keadaan yang terjadi diantaranya dan Abimayu.


"Ya sudah, kalau begitu, ayo kita kembali." Justin akhirnya bersuara untuk mengajak mereka pulang karena hari juga sudah mulai sore.

__ADS_1


Mereka akhirnya pergi meninggalkan restoran itu menuju rumah dengan mengendarai mobil masing-masing.


...----------------...


Di tengah perjalanan pulang, Tiba-tiba mobil Ana mati dan tidak bisa berjalan lagi.


Ana sedikit panik karena hari mulai senja, dia mencoba keluar dari mobil dan melihat ke sekeliling. Di saat itu sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depannya.


"Kenapa kamu berhenti di tengah jalan seperti ini?" tanya orang yang berada di dalam mobil itu yang ternyata adalah Justin.


"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja mobil-ku mati." Ana berkata menjawab pertanyaan dari Justin.


"Bagaimana denganmu pulang?" tanya Viko lagi untuk memastikan.


"Aku belum tahu, aku juga belum menghubungi siapapun."


"Ayo aku antar! Nanti mobilmu aku akan suruh orang untuk membawanya." Justin menawarkan yang disetujui oleh Ana langsung, karena dia adalah orang yang paling tidak suka berurusan dengan hal yang menurutnya memakan banyak waktu.


Saat di perjalanan, Justin mengajak Ana untuk singgah sebentar di sebuah rumah sakit, karena dia sudah berjanji untuk mengunjungi seseorang di sana. Ana juga tidak merasa keberatan dan juga ikut menemani Justin masuk ke dalam rumah sakit itu.


Sekitar jam sembilan malam, mereka baru keluar dari rumah sakit.


"Maafkan aku, karena ini kamu jadi terlambat untuk pulang ke rumah." Kata Justin sedikit menyesal.


"Tidak masalah Justin, aku memaklumi nya. Sejak kapan dia sakit begitu?" tanya Ana penasaran, karena orang yang mereka kunjungi adalah saudara perempuan Justin yang telah lama sakit.


"Sekitar 2 bulan yang lalu," jawab Justin sedikit sayu.


"Kamu harus bisa memberikan dia semangat, agar dia mempunyai harapan lagi untuk sembuh." Ana berkata untuk menyemangati Justin yang terlihat sedikit murung ketika keluar dari rumah sakit itu.


"Ya, aku sedang melakukan itu sekarang!"


Pukul 10 malam, Ana baru tiba di rumah. Dia berterima kasih kepada Justin karena telah memberikan dia tumpangan untuk bisa pulang hari ini.


Saat Ana keluar dari mobil, di lantai dua rumah mereka terlihat Abimayu sedang memperhatikan gerak-gerik Ana dari jendela kamarnya.

__ADS_1


Sebelum Ana masuk ke dalam rumah, Abimayu telah lebih dahulu keluar dari kamarnya, dan turun ke lantai bawah.


__ADS_2