
Hari ini Abimayu telah kembali ke rumah mereka setelah satu minggu berada di rumah orang tuanya.
"Aku ingin bicara denganmu!" Abimayu berkata kepada Ana saat mereka sedang makan malam bersama.
"Hemmm Mas merindukanku?" Ana berkata sambil menggoda Abimayu.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, dan di sini aku hanya ingin kamu memilih, bukan menolak." lanjut Abimayu.
"Apa yang akan aku pilih?" tanya Ana penasaran.
"Dengarkan baik-baik! kamu masih ingat bahwa Aku sudah pernah meminta kepadamu agar kita lebih baik berpisah, kan?"
Deg
Jantung Ana langsung berdetak mendengar kata berpisah yang diucapkan Abimayu dan membuat dia bernafas sedikit cepat.
"Kamu mengatakan, tidak ingin berpisah, kan? aku akan menyetujui itu." Lanjut Abimayu yang membuat Ana merasa lega, dan sedikit demi sedikit detak jantungnya kembali berdetak normal.
"Tapi, aku juga akan memintamu untuk menerima permintaanku, bukan penolakan!"
Abimayu seperti memainkan perasaan Ana, dia belum bisa memahami kemana arah pembicaraan Abimayu sekarang.
"Jika kamu tidak ingin kita bercerai, maka aku akan menikah lagi." Abimayu berkata dengan tenang. Sebelum pulang dari rumah orang tuanya, dia sudah memutuskan untuk menerima lamaran orang tua Nayla, dan dia akan memberitahu kepada Ana.
Dada Ana terasa sesak saat mendengar permintaan Abimayu. Dia tidak menyangka inilah yang akan Abimayu katakan kepadanya.
__ADS_1
"Tidak keduanya!" ucap Ana singkat dengan hati yang terasa sakit, dia tidak menyangka kepulangan Abimayu ini membawa sebuah berita yang membuat hatinya terasa sangat sakit.
"Aku sudah katakan, kamu harus menerima permintaanku, bercerai atau bermadu!" Abimayu berkata tegas.
"Aku, tidak ingin keduanya!" Ana juga menegaskan lagi perkataannya.
"Terserah padamu, Aku sudah mengatakannya, jika kamu tidak setuju, itu bukan urusanku." Abimayu mengakhiri perkataannya dan ingin pergi meninggalkan Ana.
"Kenapa harus dengan cara ini? Tidak bisakah hanya aku yang ada dalam hidup Mas Abi?" Ana berkata sedikit pelan yang membuat Abimayu tidak jadi melangkahkan kakinya.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini, Aku juga ingin hanya ada satu wanita dalam hidupku. Tapi kamu memaksaku untuk melakukan ini." Abimayu seolah memberi pengertian kepada Ana. Tapi dia tidak tahu bahwa itu bisa menyakiti hati Ana.
"Aku tidak pernah memaksa Mas Abi untuk menikah lagi, bahkan aku menolaknya, dan untuk apa juga aku menyuruh Mas Abi melakukan itu, tidak ada gunanya sama sekali untuk-ku." Ana berkata sambil melihat ke arah Abimayu yang masih berdiri di tempatnya.
"Kamu memang tidak menyuruh-ku, tapi kamu mendorong-ku ke arah itu, Ana" Abimayu berkata. Dia juga menatap ke arah Ana.
"Kalau begitu, ayo kita bercerai, supaya aku bisa memiliki hanya satu istri!" ucap Abimayu tanpa ragu untuk menjawab pertanyaan Ana yang tadi.
"Omong kosong apa yang Mas Abi katakan, ha?" Ana sudah meninggikan suaranya karena sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Abimayu, karena Abimayu tetap dengan pendiriannya untuk mengajak dia bercerai.
"Apa kamu tidak mengerti dengan yang selama ini aku katakan? Aku benar-benar tidak bisa menerimamu, Ana." Abimayu juga sudah berkata sedikit kuat karena merasa sangat lelah dengan hubungan yang mereka jalani saat ini. Hatinya juga tidak bisa terbuka untuk menerima Ana.
"Kenapa? Apa karena aku wanita yang sering ke klub? Apa karena aku wanita yang selalu berpenampilan seksi, ? Itu semua tidak bisa Mas Abi jadikan sebagai alasan untuk menceraikan-ku atau membuat Mas Abi menikah lagi." Ana mencoba untuk memberikan pandangannya kepada Abimayu, tapi sepertinya semua itu akan tetap tidak ada pengaruhnya untuk Abimayu.
"Tidak, aku memang tidak akan bisa menerima kamu, Ana!" Abimayu terus mengulang kata itu yang terdengar menyakitkan bagi Ana.
__ADS_1
"Jika Mas Abi tidak percaya kalau aku bisa menjaga kesucian-ku, ayo kita buktikan! Ayo kita melakukan hubungan agar Mas Abi percaya." Ana sudah merapatkan tubuhnya kepada Abimayu dengan amarahnya yang menggebu. Tapi pergerakannya itu sempat ditahan oleh Abimayu sehingga dia tidak berhasil menyentuh Abimayu.
"Aku juga sudah bertanya kepada Mas Abi, jika aku merubah penampilan-ku, Mas Abi tetap tidak tidak bisa menerima-ku. Apa yang harus aku lakukan jika semuanya salah di mata Mas Abi, ha?" Ana berkata dalam keadaan yang sangat marah, karena dia selalu saja terlihat salah di mata Abimayu. Bahkan dia sudah pernah beeniat ingin merubah dirinya, tapi Abimayu tetap mengatakan tidak akan bisa menerimanyamenerimanya meskipun dia merubah dirinya.
"Ana, aku ingin kamu mengerti, aku benar-benar tidak bisa, aku juga merasa tidak ada kebahagiaan yang aku dapat di dalam pernikahan ini, setiap hari kita selalu bertengkar, dan aku sudah lelah dengan semua itu." ucap Abimayu sedikit pelan setelah melihat Ana yang begitu emosi.
Ana menggelengkan kepalanya tanda tidak Terima dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Abimayu.
"Kita bisa bahagia, Mas. Karena kebagiaan itu kita bisa membuatnya dengan cara kita saling menerima." Ana berkata memberi tahu Abimayu, karena selama ini hanya Abimayu yang tidak bisa menerimanya, sedangkan dia sudah merasa sangat bahagia karena bersuamikan Abimayu.
"Jika begitu, jawabannya tetap sama, aku tidak bisa bahagia karena aku tidak bisa menerimamu!" jawab Abimayu dan pergi meninggalkan Ana.
Sedangkan Ana masih duduk di ruang makan, dadanya terlihat turun naik karena masih marah dengan Abimayu. Dia tidak menyangka Abimayu berfikir sampai ingin menikah lagi. Dia tetap tidak akan menyetujuinya sampai kapan pun, dia akan mencari cara agar pernikahan itu tidak pernah terjadi, karena dia berhak untuk mengagalkan itu.
...----------------...
Di tempat lain, seorang wanita yang terbaring semakin lemah.
"Nayla, ayo kamu makan dulu!" ucap sang ibu kepada Nayla
"Nayla tidak lapar, Ma!" berkata dengan lemah.
"Jika kamu terus begini, kamu tidak akan sembuh, Sayang."
"Maaf, Ma. Tapi Nayla benar-benar tidak ingin makan."
__ADS_1
Melihat kondisi anaknya sekarang, sang ibu semakin sedih. Dia berharap semoga apa yang dia sampaikan kepada Umi Aida segera terjawab karena Mereka masih belum dapat jawaban dari lamaran itu.
Sedangkan sang Anak belum mengetahui apa yang telah dilakukan oleh orang tuanya demi untuk kesembuhannya. Jika dia mengetahui itu, bagaimana reaksi dari dirinya. Benarkah itu akan bisa membuatnya kembali seperti dirinya yang dahulu? Jika dia mengetahui itu, setujukah dia dengan cara yang telah dilakukan oleh orang tuanya itu? dan jika dia bisa kembali seperti semula dengan cara itu, tidak kah dia merasa bersalah kepada orang yang telah bersama dengan pria itu selama ini?