Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 90 ( end)


__ADS_3

Sekarang perut Ana sudah terlihat besar, sebentar lagi dia akan melahirkan anak ke duanya. Sejak dia hamil, Abimayu benar-benar menjaga dan merawatnya. Dia tidak mengizinkan Ana untuk melakukan pekerjaan sekecil apapun. Dia juga sudah mencari seorang pelayan untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka selama Ana dalam keadaan hamil.


"Bunda...kapan adik bayinya bisa keluar?" tanya Fatimah sambil mengelus perut Ana yang membesar.


"Sebentar lagi, Sayang. Adik bayinya masih tinggal di sini dulu. Belum boleh keluar."


"Kenapa lama sekali, Bunda?" tanya Fatimah lagi, karena dia memang tidak berhenti bertanya kapan adik bayinya keluar. Dia sudah tidak sabar untuk melihat adik kecilnya yang sudah lama dia inginkan.


"Adik bayinya memang harus lama tinggal di perut Bunda dulu, karena adik kecilnya sedang mengumpulkan kekuatannya di dalam perut Bunda, supaya kalau sudah keluar dari perut Bunda, dia sudah jadi adik kecil yang kuat dan sehat."


Ana menjelaskan kepada Fatimah dengan hati-hati, karena dia takut nanti akan salah bicara dan akan diperpanjang oleh Fatimah sebab dia tidak mengerti.


"Sayang..." Abimayu memanggil Ana untuk bertanya karena sekarang dia sedang mempersiapkan perlengkapan Ana saat melahirkan.


Sekarang mereka hanya tinggal menunggu bayi itu lahir. Dokter memperkirakan Ana akan melahirkan sekitar satu minggu lagi. Sedangkan Abimayu telah menyiapkan segala keperluan Ana sejak dua bulan sebelum dia akan melahirkan hingga sekarang. Dia terus memeriksa setiap hari apakah masih ada yang kurang atau yang belum dia siapkan, dan dia tida memberi Ana sedikit pun untuk membantunya.


...----------------...


"Mas.... sakit, Mas." Ana berkata menahan rasa sakit saat dia ingin melahirkan. Di sampingnya ada Abimayu yang terus menemaninya. Dia juga menggenggam tangan Abimayu dengan kuat karena menahan rasa sakit ketika dia ingin melahirkan bayinya.


"Sayang...kamu yang kuat, ya." Abimayu berkata sendu. Dia tidak tega melihat Ana yang begitu kesakitan saat ini. Dia juga terus menyapu keringat Ana yang tidak berhenti keluar di bagian keningnya. Sesekali dia juga menciumi kening itu untuk memberikan kekuatan kepada sang istri. Dia juga tidak tahu seberapa sakit yang dirasakan Ana saat ini, tapi yang pasti dia akan selalu ada untuk Ana dan memberikan semangat dan kekuatan.


"Iiiiihhhkkhhhh"


Huf Huff Hufff

__ADS_1


Ana terus berusaha untuk melahirkan bayinya. Selain Abimayu, di hadapannya juga ada seorang Dokter dan perawat yang terus memberikan dorongan kepadanya.


"Mas....Sa kk kiiit." Ana kembali berkata kepada Abimayu.


Abimayu meneteskan air matanya melihat Ana yang sangat berjuang untuk melahirkan bayinya. Dia teringat akan Ana yang dulu ketika melahirkan Fatimah, betapa hancur perasaan Ana karena satu orang dari keluarganya tidak ada bersamanya ketika itu.


Setelah berjuang begitu lamanya, akhirnya Ana melahirkan bayinya. Bayi itu langsung menangis di saat keluar, dan Abimayu juga ikut menangis terharu melihat bayinya yang telah lahir. Dia tidak bisa menahan tangisnya lagi, dan dia juga tidak merasa malu lagi kepada Dokter dan perawat yang membantu Ana melahirkan di ruangan itu.


"Terima kasih, Sayang."


Abimayu terus menciumi kening Ana tiada henti, hingga suara seorang Dokter menghentikan nya. Dokter tersebut memberikan bagi yang telah mereka bersihkan itu kepada Abimayu untuk di adzankan oleh sang ayah, karena bayi itu berjenis kelamin laki-laki.


Tangan Abimayu bergetar saat menerima bayinya yang diberikan oleh Dokter, dan perasaan haru masih menyelimuti hatinya.


Setelah bayi itu di adzankan oleh nya, dia membawanya kepada Ana dan melihatkan bayi itu kepada sang istri. Ana tersenyum bahagia dan tidak merasakan sakit lagi ketika melihat bayinya. Hilang sudah semua rasa sakit yang dia rasakan ketika melihat wajah bayinya.


...----------------...


"Adam...jangan berlari, Sayang." wanita bercadar mengikuti arah anak kecil itu berlari karena dia takut anak itu akan terjatuh karena merasa sangat bahagia ketika menyambut sang ayah pulang, begitu juga dengan anak perempuan yang merupakan sang kakak dari bayi kecil itu.


Dari arah depan Abimayu sudah menundukkan tubuhnya sedikit dan merentangkan ke dua tangannya menyambut dua orang buah hatinya yang berbeda usia dan jenis kelamin itu untuk masuk ke dalam dekapannya.


Cup cup


Abimayu menciumi pipi ke dua anak itu satu persatu setelah mereka telah sampai ke dalam dekapan nya.

__ADS_1


"Abi sangat rindu kalian, Sayang." Abimayu berkata sambil mengangkat Adam dan Fatimah dalam gendongannya.


Dari arah depan Abimayu melihat seorang wanita bercadar yang juga datang menghampiri nya. Ya, wanita yang sudah mengorbankan hidupnya selama ini untuk menjaga dan merawat anak-anak nya. Wanita itu adalah seorang wanita yang sangat dia cintai dan sayangi hingga dia tidak rela sedikit pun wanita itu merasakan kekecewaan karena dirinya. Selama dia masih bernafas dia ingin selalu membahagiakan wanita itu, dia ingin selalu membuat wanita itu tersenyum, dia ingin wanita itu terus merasakan kasih sayang darinya.


Ana mencium tangan Abimayu setelah dia mendekat ke arah Abimayu. Setelah itu Abimayu juga memberikan satu ciuman di keningnya.


"Kamu boleh peluk Mas, Sayang." Abimayu berkata, karena dia juga ingin memeluk Ana saat ini. Tapi karena Adam dan Fatimah berada dalam gendongannya, dia tidak bisa melakukan itu.


Ana tersenyum mendengar itu lalu dia memeluk tubuh Abimayu, sehingga sekarang mereka semua saling berpelukan.


Betapa bahagianya hati Abimayu sekarang, dia sudah memiliki keluarga yang saling menyayangi. Istrinya yang dulu pernah pergi darinya akhirnya kembali kepadanya. Keinginannya dulu ingin memiliki seorang istri yang sholehah akhirnya terkabulkan. Sekarang dia mengerti kenapa dia bisa berjodoh dengan Ana seorang wanita yang dulunya jauh dari agama, yang dulunya dia tuduh sebagai wanita yang tidak baik, ternyata sengaja Allah kirimkan kepadanya untuk menyadarkan dia dari kelalaian nya selama ini karena terlalu sibuk dengan urusan dunianya, dan juga untuk menyadarkan dia bahwa dia juga bukan seorang yang baik dulunya, masih banyak yang harus diperbaiki nya di dalam hidupnya.


Seorang Ana juga lah yang bisa membawanya untuk mewujudkan cita-cita orang tuanya yang menginginkan dia untuk mengelola pesantren yang telah lama didirikan oleh orang tuanya, dan seorang Ana jugalah yang membawanya bisa berubah menjadi lebih baik.


Dia juga bertahan mencintai Ana meskipun Ana pergi darinya beberapa tahun lamanya, dan ternyata Ana juga tetap bertahan mencintainya meski dulu pernah disakiti olehnya. Jadinya mereka berdua sama-sama bertahan mencintai antara satu sama lain sehingga membuat mereka bisa bersatu kembali.


...☘️☘️ TAMAT ☘️☘️...


ALHAMDULILLAH AKHIRNYA AUTHOR AMATIR INI BISA MENYELESAIKAN NOVEL INI☺☺


Author mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya bagi para pembaca yang sudah mengikuti kisah yang author tulis ini sampai selesai, karena tanpa kalian author ini bukanlah apa-apa🙏🙏😘😘😘


Terima kasih juga untuk yang sudah like, komentar, dan vote. Itu adalah suatu penghargaan besar buat author.. 😘😘😍😍🥰🥰🥰


Jangan lupa mampir di novel baru yang author tulis lagi ya... judulnya "MY EX" 👇👇👇

__ADS_1



...DI TUNGGU LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT NYA YA😘😘😘😘...


__ADS_2