Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 57


__ADS_3

Ana duduk di kursi belakang mobil, karena dia tidak ingin berdekatan dengan Abimayu. Dia masih kesal karena Abimayu bersikeras untuk ikut bersamanya pulang kembali.


"Kenapa kamu sangat kesal begitu?" Abimayu mencoba mengajak Ana bicara meski dia tahu Ana sedang menahan kesal karenanya.


"Kenapa Mas Abi harus ikut denganku? Aku bisa pulang bersama mama dan papa-ku," jawab Ana dengan raut wajah semakin kesal.


"Karena masih ada urusan di perusahaan yang ingin aku kerjakan," jawab Abimayu sambil melihat Ana dari kaca depan mobilnya, itu sudah menjadi kebiasaan saat ini ketika Ana selalu saja memilih duduk di kursi belakang saat mereka berada dalam satu mobil.


"Kenapa tiba-tiba saja? Mas Abi sebentar lagi akan menikah, seharusnya diam di rumah dulu saja dan tidak ke mana-mana."


Abimayu merasakan sakit di hatinya ketika Ana berkata begitu. Ana benar-benar telah menerima jika dia akan hidup bermadu, meskipun dia tahu bahwa suaminya mungkin nanti akan lebih menyayangi istri barunya dibandingkan dia, itu sudah bisa dilihat dari sekarang karena dia tidak menyukai Ana.


...----------------...


Keesokan harinya, Ana sudah bersiap dengan sebuah kopernya duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


"Jam berapa kamu akan berangkat?" Abimayu tiba-tiba sudah berada bersamanya dan duduk di sofa dengan pakaian santainya.


"Sebentar lagi aku akan dijemput mobil." Ana menjawab dengan hanya melihat sebentar kepada Abimayu.


"Aku akan mengantarmu ke bandara!" Abimayu berkata.


"Tidak perlu! Aku sudah memesan mobil-ku!" Ana menjawab dengan cepat karena mendengar perkataan Abimayu itu. Dia sangat tidak ingin jika Abimayu mengantarnya ke bandara.


"Batalkan saja pesanannya!" ucap Abimayu dengan mudah.


Ana hanya diam dan tidak menjawab Abimayu lagi, karena dia tidak akan mengikuti apa yang dikatakan oleh Abimayu.


"Ayo!" ajak Abimayu sambil berdiri dari duduknya.


Di saat dia berdiri, ponsel Ana terdengar berbunyi.


"Ya, tidak masalah, aku akan menunggu" Ana berkata denngan seseorang di ponselnya.


"Ayo!" ucap Abimayu lagi sambil menarik koper Ana yang dia letakkan di sampingnya.


Ana menjadi marah melihat Abimayu seperti terus memaksanya untuk di antar olehnya ke bandara.


"Aku belum berangkat sekarang." Ana berkata sedikit kuat karena sudah emosi.


Abimayu hanya tersenyum mendengar perkataan Ana, lalu dia duduk kembali di sofa untuk menunggu hingga Ana akan berangkat ke bandara.

__ADS_1


Ana bisa merasakan, sejak Abimayu duduk menunggunya, mata Abimayu terus melihat ke arahnya. Tapi dia berusaha untuk tidak peduli dengan itu. Sesekali dia juga melihat ke arah Abimayu dengan raut wajahnya yang kesal, tapi dibalas dengan senyum samar oleh Abimayu.


Beberapa menit kemudian ponsel Abimayu juga berbunyi, dan saat dia melihat ternyata orang yang memanggilnya adalah Heri sekretarisnya.


"Kenapa harus hari ini? Aku tidak bisa! "


Abimayu berkata saat menjawab panggilan dari Heri, dan Ana bisa mendengarnya.


"Baiklah,hanya 10 menit, setelah itu aku akan serahkan kembali padamu."


Abimayu mengakhiri panggilannya.


"Aku akan menunggu kamu berangkat, setelah itu, aku akan menemui Heri!" Abimayu memberitahu tanpa Ana bertanya kepadanya.


"Bukannya Mas Abi mengatakan ada urusan di perusahaan. Sekarang kenapa malah menundanya?" tanya Ana dengan heran.


"Ya, Aku akan pergi setelah mengantarmu ke bandara, Ayo kita pergi sekarang!"


"Tidak! Keberangkatan penerbangan ku masih tiga jam lagi, dan aku tidak ingin pergi sekarang!"


Ana memberitahu.


"Ya sudah, aku akan menunggu!" jawab Abimayu yang tetap dengan pendiriannya akan mengantarkan Ana ke bandara.


Beberapa menit kemudian, ternyata Heri kembali menghubungi Abimayu. Urusan yang dia katakan sangat mendesak, sehingga membuat Abimayu harus pergi menemuinya.


Abimayu mengajak Heri untuk bertemu di sebuah cafe di tidak jauh dari perumahan mereka, sehingga tidak akan memakan waktu yang lama, karena Heri juga sekarang tidak berada di perusahaan, dia juga berada di daerah yang berdekatan dengan cafe yang dikatakan oleh Abimayu.


"Tunggu aku! Aku tidak akan lama, hanya dua puluh menit!" Abimayu menegaskan kepada Ana supaya Ana menunggunya.


"Jangan terlalu membebankan diri untuk memgantar-ku, aku juga bisa pergi sendiri," jawab Ana tanpa ragu.


"Ya, aku tahu itu. Tapi sekarang kamu harus tetap tunggu aku kembali, aku akan memgantarmu kw bandara, dan aku tidak akan lama, hanya 20 menit." Abimayu memberitahu kepada Ana, di saat itu ponselnya terus berbunyi tidak berhenti, karena urusan yang dikatakan oleh Heri kepadanya benar-benar sangat mendesak.


Setelah Abimayu pergi, Ana langsung bersiap untuk berangkat ke bandara, sebelum Abimayu kembali lagi.


...----------------...


Sesuai dengan janjinya, Abimayu benar-benar kembali setelah dua puluh menit, dan dengan cepat masuk ke dalam rumah.


Detak jantung Abimayu berpacu dengan cepat karena tidak melihat Ana duduk di sofa ruang tamu lagi.

__ADS_1


"Ana!" Abimayu memanggil nama Ana untuk memastikan jika yang ada dalam fikirannya sekarang ini adalah salah.


"Ana!" Dia kembali berteriak sambil berjalan naik ke lantai atas dan menuju kamar Ana. Setelah dia membuka pintu kamar itu, dia juga tidak menemukan Ana berada di situ.


Sekarang Abimayu sudah yakin jika Ana telah pergi ke bandara. Dia bergegas menghubungi Ana dengan ponselnya, tapi Ana tidak menjawabnya.


Di sisi lain


"Aku akan mengganti jadwal penerbangan-ku!" ucap Ana kepada salah satu rekannya di bandara.


"Kenapa? Bukankah kita akan tiba di sana secara bersamaan?" jawab salah seorang rekannya.


"Ya, tapi aku akan berangkat lebih dulu." Ana memberitahu, dan saat itu dia bisa mendengar ponselnya yang berada di dalam tas kecilnya sejak tadi terus berbunyi.


Setelah mengurus semuanya, Ana akhirnya mendapatkan jadwal penerbangan lebih cepat dari yang jadwal keberangkatannya yang pertama.


Sebelum dia benar-benar masuk ke dalam pesawat terbang, dia melihat ponselnya yang masih berbunyi dan terlihat di layar ponselnya sederet huruf yang bertuliskan "Mas Abi" yang sejak tadi memanggilnya.


"Ana! di mana kamu sekarang? kenapa kamu tidak menungguku? " nafas Abimayu terdengar berhembus kuat di seberang ponsel Ana.


Ana masih belum menjawab pertanyaan Abimayu.


"Ana, jawab aku? " Abimayu kembali bicara.


"Kenapa Mas Abi begitu risau sekarang? " tanya Ana akhirnya. Dia juga merasakan sesak di dadanya saat mendengar Abimayu yang terus bertanya kepadanya, padahal selama ini dia tidak pernah seperti ini.


"Apa kamu sudah di bandara? tunggu aku! aku akan ke sana secepatnya, dan jangan tutup ponselnya." Abimayu tidak menjawab pertanyaannya tapi dia memerintahkan Ana agr tidak menutup ponselnya.


Ana tidak ingin mendengarkan Abimayu, dia mematikan ponselnya, lalu berjalan menuju arah masuk ke dalam pesawat terbang yang akan dia naiki karena sebentar lagi penerbangan mereka akan lepas landas.


...----------------...


Tut


Layar ponsel Abimayu sudah terlihat gelap karena panggilannya dimatikan oleh Ana. Dia semakin mengencangkan laju mobilnya supaya cepat sampai di bandara.


Abimayu melihat jam di tangannya, seharusnya Ana belum berangkat karena jadwal dia berangkat 3 jam lagi, dan setelah dia menghitung waktunya ternyata masih ada waktu yang tersisa sebelum Ana pergi.


Abimayu mencoba kembali menghubungi Ana, tapi ternyata ponselnya telah dimatikan dan tidak bisa dia hubungi lagi.


Setelah lama mencari Ana di sekitar bandara selama 3 jam dan dia telah yakin jika Ana sudah berangkat. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Sebelum itu dia mengirimkan sebuah pesan kapada Ana dan berharap akan dibalas oleh Ana

__ADS_1


"kabari aku jika kamu sudah sampai di sana"


__ADS_2