Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 8


__ADS_3

Hari sudah beranjak malam, Ana masih belum pulang ke rumah. Sedangkan Abimayu sejak tadi sore sudah pulang dari bekerja. Sesampainya di rumah, ia menemukan seorang wanita sedikit berumur berada di rumahnya.


"Maaf, Tuan. Saya adalah pelayan yang baru di rumah ini." Wanita itu berkata agar Abimayu tidak heran melihatnya.


"Ehmmm ya, silahkan lanjutkan pekerjaannya!" jawab Abimayu sopan.


Abimayu tidak marah melihat pelayan itu, dan dia yakin bahwa Ana yang telah memanggilnya. Dia masuk ke dalam rumah, dan melihat rumahnya sudah terlihat rapi dan bersih. Ada untungnya juga Ana memanggil pelayan itu, jika tidak dia tidak tahu rumah ini akan bagaiman nantinya karena mengingat Ana yang sama sekali tidak peduli dengan hal yang bersangkutan dengan pekerjaan rumah.


"Apa maksud dari wanita ini?" Abimayu berkata sendiri saat dia melihat masih banyak sekali notifikasi oenarikan uang yang masuk ke ponselnya. Sekarang hari juga sudah beranjak malam, tapi Ana masih saja memakai uang itu.


Tepat pukul 10 malam sebuah mobil berhenti di depan rumah dan sesorang turun dari dalam mobil dengan membawa barang yang begitu banyak di tangannya.


"Mas Abi sedang menungguku?" dengan percaya diri Ana berkata, karena saat ini dia melihat Abimayu yang duduk di sofa ruang tamu seperti sedang menunggunya pulang. Abimayu juga menatap ke arahnya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Apa yang kamu lakukan dengan uangku?" tanya Abimayu dengan suara yang dia tekan karena menahan marah kepada Ana.


"Uang itu sudah menjadi hakku. Kenapa Mas Abi harus marah kalau aku menggunakannya?" jawab Ana. Dia tahu jika Abimayu saat ini sedang mempertanyakan uang yang dia pakai untuk berbelanja semua barang yang dia beli hari ini.


"Kamu fikir, aku memberimu uang untuk membeli semua kebutuhanmu yang tidak berguna itu, ha?" Abimayu berkata sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Mau berguna atau tidak, bukan urusan Mas." Ana tidak mau kalah, dia tetap menjawab dengan berani kepada Abimayu.


Sekarang Abimayu telah berada di depan Ana yang berdiri sambil menenteng barang belanjaan ditangannya.


Abimayu menarik satu buah barang belanjaan Ana yang di dalamnya berisi sebuah pakaian.


"Apa yang Mas Abi lakukan? Kenapa merobeknya?" Ana berkata dengan lantang. Dia juga terkejut Abimayu yang tiba-tiba merobek pakaian yang telah dia beli.

__ADS_1


"Aku tidak rela jika uangku kamu gunakan untuk membeli pakaian ini." Abimayu berkata dengan hati yang panas. Bukan hanya itu, Abimayu juga mengambil semua barang yang dibeli oleh Ana lalu melihat semuanya.


Ada beberapa macam barang yang dibeli oleh Anastasya. Mulai dari sepatu, tas, dan beberapa kosmetik. Semuanya dirusak oleh Abimayu.


"Ini adalah hukuman jika kamu membantah apa yang aku katakan. Aku tidak membiarkan uangku digunakan untuk membeli barang yang tidak berguna ini! Apa pakaian ini kamu beli supaya kamu bisa menjajakan tubuhmu kepada semua orang, ha?" tuduh Abimayu kepada Ana ketika melihat model pakaian yang telah dia robek tadi.


"Jangan terlalu sombong, Mas Abi juga suka kalau melihat wanita yang berpakaian begini, iya kan?" Ana bukannya takut atau marah karena belanjaannya di rusak, dia bahkan mencoba menggoda Abimayu.


Ana sudah mengalungkan kedua tangannya ke leher Abimayu dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.


"Inilah dirimu yang sebenarnya, terlihat begitu murah," ucap Abimayu sambil menepis tangan Ana yang berada di lehernya.


Ana hanya bisa tersenyum mendengar Abimayu mengatakan kalau ia begitu murah.


"Apa salahnya kalau aku menggoda suamiku? Itu adalah hal yang wajar bukan? Seorang istri besmesraan dengan suaminya." Ana berkata membela dirinya, karena dia merasa yang dia lakukan ini juga tidak salah.


"Aku tidak tergoda dengan tubuhmu," jawab Abimayu dengan sinis.


"Ayo kita tidur! Aku sudah lelah seharian ini mengelilingi pusat perbelanjaan," ucap Ana dengan pelan yang masih memeluk Abimayu.


"Ana, lepaskan tangamu!" Abimayu berusah untuk melepaskan pelukan Ana.


"Ayo Mas, kita istirahat!" sisi manja pada diri Ana telah muncul saat ini setelah sikap keras kepalanya ia tunjukkan.


"Kamu tidur duluan saja, aku masih belum ingin tidur saat ini," ucap Abimayu dan sudah berhasil melepaskan pelukan Ana di tubuhnya.


Ana tidak mendengarkan perintah Abimayu, dia bahkan ikut duduk bersama Abimayu dan bertahan tetap mengikutinya sampai Abimayu mengalah dan mengajaknya untuk tidur.

__ADS_1


"Ayo kita ke atas beristirahat!" ajak Abimayu akhirnya yang sudah sangat muak selalu didekati oleh Ana.


Sedangkan Ana dengan perasaan gembira menyetujui ajakan Abimayu, karena Itulah sebenarnya yang diinginkan olehnya sejak saat tadi.


Mereka berjalan ke atas menuju kamar dan meninggalkan barang belanjaan Ana yang sudah di rusak oleh Abimayu. Ana juga tidak peduli lagi dengan narang-barang itu, karena dia merasa memang tidak terlalu membutuhkannya. Apalagi sekarang barang itu sudah rusak.


"Mas istirahat saja, Aku mau membersihkan diri dulu," ucap Ana saat mereka sudah sampai di dalam kamar.


Abimayu tidak menjawabnya dan lebih memilih untuk langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sedangkan Ana masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum tidur.


Ana keluar dari kamar mandi, tapi saat itu dia tidak menemukan Abimayu lagi di kamar. Dia menjadi sangat marah karena Abimayu meninggalkannya sendiri di kamar ini.


Duh dug dug


"Mas, buka pintunya!" teriak Ana sambil menggeeor sebuah pintu kamar yang terkunci, dan dia yakin Abimayu berada di dalam kamar itu seperti biasanya.


"Mas Abi, buka pintunya!" Ana masih terus memanggil, karena Abimayu belum juga membuka pintunya.


"Aku akan beritahu abah dan umi jika Mas Abi tetao tidak ingin membuka pintunya." Ana berkata dengan mengancam Abimayu.


Klek


Tiba-tiba pintu kamar itu sudah terbuka, dan terlihat Abimayu berdiri dengan wajah kesalnya. Tanpa menunggu lagi, Ana langsung masuk ke dalam kamar itu.


"Ayo! Jangan ribut lagi, aku sudah sangat lelah," ucap Ana sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ka..."

__ADS_1


"Jangan pergi lagi! Tetap di sini jika Mas Abi tidak ingin aku menghubungi umi dan abah malam ini." Ana langsung memotong ucapan Abimayu dan mengancamnya lagi, karena dia melihat Abimayu seperti ingin pergi lagi dari kamar ini.


Abimayu hanya bisa pasrah, dan ikut tidur dengan Ana di kamar ini. Dia mengalah, daripada nantinya dia akan mendengar tausiyah malam dadi orang tuanya karena Ana yang mengadu kepada mereka mengenai dirinya yang tidak ingin tidur satu kamar dengannya, dan itu juga nanti akan membuatnya malu.


__ADS_2