
"Apa kamu sibuk hari ini?" tanya Abimayu ketika mereka duduk bersama Ana di ruang makan.
"Kenapa Mas Abi bertanya?" jawab Ana dengan heran, karena tidak biasanya Abimayu bertanya kepadanya tentang kesibukannya, bahkan dia tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan Ana.
"Ehmmm hari ini Nayla dan aku akan datang ke butik kamu." Abimayu berkata dengan hati-hati. Saat ini dia merasa tidak ingin membuat Ana marah, dia ingin berbicara baik-baik dengan Ana.
Deg
Jantung Ana berdetak mendengar perkataan Abimayu, sendok yang ada di tangannya tiba-tiba saja terlepas karena tangannya terasa melemah.
"Apa dia sudah menyetujuinya?" tanya Ana memastikan.
"Ya, dan hari ini dia akan datang untuk melihatnya." Abimayu kembali memberitahu Ana tentang kedatangan Nayla.
"Ya...aku baru sadar ternyata hari pernikahan kalian sudah semakin dekat." Ana berkata sambil menganggukkan kepalanya. Sedangkan hatinya terasa sakit saat ini, tapi dia mencoba untuk menahannya, karena dia juga telah menyetujui ini semua.
"Apa kami boleh datang?" Abimayu terus bertanya kepada Ana untuk memastikan, karena dia tidak ingin datang ke butik Ana secara tiba-tiba.
"Ya, kalian boleh datang, lebih cepat akan lebih baik," ucap Ana sambil berdiri dan pergi meninggalkan Abimayu sendiri di ruang makan.
Abimayu masih diam di kursinya sambil melihat ke arah Ana yang terus berjalan meninggalkannya. Dia tidak tahu harus bagaimana saat ini, semalam Nayla menghubunginya untuk mengatakan bahwa hari ini dia akan datang ke butik Ana untuk melihat pakaian pengantin yang telah di janjikan oleh Ana kepada nya.
"Kami sebentar lagi akan datang."
Abimayu mengirim pesan kepada Ana karena Nayla sudah hampir tiba. Dia akan datang bersama Nayla nantinya.
Di ruangannya Ana membaca pesan yang dikirim oleh Abimayu. Dadanya terasa sesak saat Abimayu mengatakan bahwa perkataan "kami" kepadanya.
Sekarang saja perkataan itu bisa menyakiti hatinya, bagaimana dengan selanjutnya jika Abimayu akan hidup bersama madunya.
Beberapa menit kemudian Ana diberitahu oleh karyawannya bahwa Abimayu dan Nayla sudah ada di butik nya.
__ADS_1
Ana menarik nafas sejenak untuk menenangkan rasa hatinya, dia ingin terlihat baik-baik saja di depan Abimayu dan Nayla.
"Apa kabar, Ana." Nayla bertanya saat kedatangan mereka telah disambut oleh Ana.
"Ehmmm baik." Ana menjawab dengan singkat sambil melihat ke arah Abimayu yang berdiri di belakang Nayla.
Saat itu Abimayu juga melihat ke arahnya, Ana dengan cepat kembali mengalihkan matanya dari melihat Abimayu.
"Silahkan kalian pilih gaun yang ada di sini! Atau kalian juga bisa memesan gaun yang lain jika ini tidak sesuai dengan selera kalian." Ana berkata sambil menunjukkan kepada Nayla dan Abimayu benerapa gaun pengantin yang ada di butik nya.
"Terima kasih, Ana. Kami akan melihatnya dulu," ucap Nayla yang membuat dada Ana kembali terasa sesak. Ya, perkataan "kami" itu kembali mempengaruhi perasaannya saat ini.
Setelah lama melihat beberapa gaun pengantinnya, Nayla memutuskan untuk memesan gaun pengantin yang baru, karena dia kurang menyukai beberap gaun pengantin yang ditunjukkan oleh Ana.
"Apa tidak masalah jika aku memesan gaun yang baru?" tanya Nayla kembali memastikan kepada Ana, karena dia takut Ana tidak akan menyetujuinya.
"Tidak masalah, aku juga sudah mengatakannya dari awal, jadi kalian boleh menentukannya sendiri." Ana berkata dengan perasaan yang tidak menentu. Tenyata suasananya begitu berbeda ketika dia langsung berhadapan dengan Nayla dan Abimayu di saat mereka bersama, dia fikir dia bisa terus melawan perasaannya, tapi semuanya terasa begitu sulit ketika mereka sudah bertemu secara langsung saat ini.
Nayla memberikan beberapa contoh gambar kepada Ana untuk model baju pengantin yang akan mereka pesan.
"Ehmmm boleh, aku tidak masalah, karena semuanya juga bagus," jawab Abimayu kepada Nayla, tapi saat ini matanya tertuju kepada Ana yang sedang menunduk melihat ponselnya.
"Tapi... yang ini sepertinya kurang bagus jika kamu pakai!" ucap Nayla ketika dia merasa pilihan itu masih belum sesuai di matanya.
"Ya sudah, pilih yang lainnya saja." Abimayu berkata mengalah mengikuti keinginan Nayla.
Di tempat duduknya Ana bisa mendengar pembicaraan mereka berdua, hatinya sedikit perih mendengar kelembutan Abimayu ketika berbicara dengan Nayla, dan Abimayu memang benar, perkataan kasarnya selama ini hanya di tujukan untuk dia seorang. Abimayu juga sudah memastikan bahwa istrinya yang baru ini nantinya tidak akan pernah mendengar perkataan kasar darinya.
"Kita pilih yang ini saja, bagaimana?" Nayla kembali menunjukkan kepada Abimayu gambar yang menurutnya bagus.
"Boleh, Nay."
__ADS_1
"Ya sudah, aku akan pesan yang ini saja." Nayla berbalik dari melihat Abimayu dan menghampiri Ana yang duduk di kursinya masih sambil memainkan ponselnya.
"Kami pesan yang ini saja." Nayla berkata sambil menunjukkan gambar kepada Ana.
Ana terlihat menarik nafasnya dengan pelan, lalu menegakkan lagi kepalanya untuk melihat gambar yang di tunjukkan oleh Nayla.
"Ya," ucap Ana perlahan.
Setelah semuanya selesai, Abimayu dan Nayla berpamitan kepada Ana untuk pulang. Di situ Ana masih bisa mendengar percakapan Abimayu dan Nayla membicarakan tentang persiapan pernikahan mereka.
Ana memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan rasa perih di hatinya. Dia tidak ingin marah lagi saat ini, karena semua telah disetujui.
Beberapa menit setelah Abimayu dan Nayla pergi, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
"Terima kasih"
Ana membaca pesan yang ternyata pengirimnya adalah Abimayu. Dia tidak tahu apa maksud dari ucapan Terima kasih yang dikirim oleh Abimayu kepadanya saat ini.
Sedangkan di luar butik nya Abimayu dan Nayla masih belum kembali.
"Aku akan ke rumah Heri dulu," Nayla berkata kepada Abimayu setelah mereka keluar dari butik Ana.
"Siapa yang akan menjemput?" tanya Abimayu, karena Nayla tidak membawa mobil sendiri ketika datang ke sini.
"Aku sudah beritahu Heri, sebentar lagi dia akan datang," jawab Nayla.
Abimayu juga tidak ingin Nayla kembali menggunkan mobil yang tidak pasti dia kenal orangnya, karena dia khawatir dengan Nayla. Tapi dia juga tidak bisa untuk mengantar Nayla, karena menurutnya itu tidak baik.
"Baiklah, aku akan menunggu sampai Heri datang," ucap Abimayu, karena dia tidak mungkin meninggalkan Nayla sendiri di sini.
"Tidak masalah, Abi. Kamu pergi dulu saja." Nayla berkata, dia merasa segan dan merepotkan jika Abimayu harus menunggunya.
__ADS_1
"Aku akan menunggu Heri!" Abimayu kembali menegaskan, akhirnya Nayla mengalah dan tidak bicara lagi.
Sambil menunggu kedatangan Heri, Abimayu memainkan ponselnya, lalu tiba-tiba dia teringat akan Ana yang mereka tinggalkan di dalam butik nya. Abimayu menggerakkan tangannya untuk mengetik sesuatu di ponselnya, lalu setelah itu dia mengirimkan sebuah pesan kepada Ana.