Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 89


__ADS_3

"Mas, hari ini tidak usah pergi bekerja, ya!" Ana berkata di saat Abimayu sedang bersiap pergi ke perusahaan.


Abimayu sedikit heran melihat sang istri yang tiba-tiba melarangnya untuk pergi ke perusahaan.


"Kenapa, Sayang?" tanya Abimayu memegang pipi Ana yang berdiri di hadapannya.


"Kami mau ditemani Mas saja hari ini di rumah!" pinta Ana kepada Abimayu, dan dengan gerakan perlahan dia memeluk dan mendekap tubuh Abimayu. Dia ingin menghirup aroma tubuh Abimayu dalam-dalam, karena sejak dulu dia sangat menyukai aroma tubuh Abimayu.


"Mas belum bisa, Sayang. Hari ini Mas ada pertemuan dengan klien." Abimayu memberi pengertian kepada sang istri yang terlihat agak berbeda pagi ini.


Ehmmmm


Ana bergumam pelan sambil merasakan pelukan tubuh Abimayu, karena tangan Abimayu juga sudah melingkar dan mendekap tubuhnya.


"Mas janji akan pulang lebih cepat hari ini!" Abimayu berkata agar Ana tidak kecewa dengannya, karena sekarang dia harus pergi ke perusahaan.


"Mas janji?" tanya Ana memastikan.


"Janji, Sayang." Jawab Abimayu sambil tersenyum.


Ana melepas pelukannya lalu mencium pipi Abimayu.


"Sayang, kamu jangan memulainya. Nanti Mas akan terlambat."


Ana tersenyum mendengar perkataan Abimayu.


"Ayo pasangkan ini dulu!" ucap Abimayu sambil menyerahkan sebuah dasi kepada Ana.


Ana mengambilnya, lalu memasangkan dasi itu dengan pelan di leher pakaian yang digunakan Abimayu.


Cup


Abimayu mengecup bibir Ana dengan cepat, dia sangat tidak tahan melihat bibir itu sejak tadi.


"Katanya tidak ingin terlambat, tapi masih mencari alasan supaya terlambat." Ana berkata menggoda Abimayu dan masih memasang dasi Abimayu yang belum selesai.


"Cepet, Sayang. Mas benar-benar tidak ingin terlambat pagi ini."


Ana hanya tersenyum lalu dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya karena dia juga tidak ingin membuat suaminya terlambat mengingat pagi ini dia ada pertemuan dengan klien nya.


Ana mengantar Abimayu sampai di depan pintu rumah mereka ketika Abimayu berpamitan untuk pergi.


...----------------...


"Mas kami pergi keluar sebentar, mau membeli sesuatu."


Abimayu membaca pesan yang dikirim Ana kepadanya, dan saat ini dia sedang mengadakan pertemuan.


Setelah membaca pesan itu dia ingin menghubungi Ana, tapi keadaannya sekarang tidak memungkinkan karena dia sedang bersama para kliennya.

__ADS_1


Tapi dia gelisah ketika Ana tidak memberitahu kepadanya ke mana dia akan pergi. Selama ini jika Ana pergi keluar pasti dia akan memberitahu kemana tujuannya.


"Ke mana, Sayang?"


Dia mencuri kesempatan untuk membalas pesan Ana ketika Heri sekretarisnya sedang menjelaskan tentang proyek kerjasama yang akan dia kerjakan dengan para kliennya.


"Tidak jauh, Mas. Mungkin hanya sekitar 15 menit."


Abimayu kembali membaca pesan yang dikirim Ana kepadanya.


"Baiklah, janji hanya 15 menit."


Balas Abimayu lagi dan setelah itu dia sudah mulai tidak merasa khawatir lagi karena waktu yang dijanjikan Ana tidak lama.


Abimayu melanjutkan kembali pertemuannya dengan klien, dan sesekali dia melihat jam tangannya untuk memastikan waktu yang berjalan. Setelah waktu berlalu 15 menit, Abimayu belum juga mendapat kabar dari Ana bahwa dia telah kembali ke rumah. Dia sudah gelisah kembali di tempat duduknya, dia ingin menghubungi Ana tapi pertemuan mereka belum selesai karena masih ada yang ingin mereka bahas saat ini. Hingga pertemuan mereka berakhir Ana belum juga mengabarinya.


Abimayu bergegas keluar dari ruangannya dan langsung menghubungi ponsel Ana. Tapi sebelumnya dia terlebih dahulu minta izin kepada para kliennya.


Ana juga belum menjawab panggilannya ketika dia hubungi, dan setelah beberapa kali dia hubungi, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


"Maaf, Mas. Kami sudah di rumah sejak tadi. Mas janji, kan. Pulangnya nanti lebih cepat."


Abimayu baru bisa bernafas lega setelah Ana mengirim pesan nya. Dia ingin menghubungi Ana lagi, tapi tiba-tiba Heri datang mendekatinya.


"Para Klien itu meminta berkasnya kita selesaikan hari ini." Heri memberitahu.


"Kenapa begitu?" tanya Abimayu sedikit terkejut.


Abimayu menyapu wajahnya dengan pelan karena teringat akan janji yang telah dibuatnya dengan Ana.


...----------------...


Ana sudah menunggu Abimayu pulang sejak sore tadi, tapi Abimayu belum juga tiba di rumah hingga malam hari. Hati Ana sedikit sendu karena Abimayu tidak menepati janjinya.


Hufffffff


Dia menghembuskan nafas dengan pelan, dia seperti kecewa kepada Abimayu karena dia telah berharap Abimayu akan pulang sesuai dengan janjinya. Tapi dia mencoba meredam kekecewaannya itu agar tidak terlalu memakan hatinya. Dia juga sedikit bingung kenapa harus se kecewa ini, mungkin selama ini Abimayu sudah sangat menyayangi dan perhatian kepadanya.


Hingga pukul 10 malam Ana baru mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka, dan itu sudah pasti Abimayu yang baru saja pulang.


"Sayang..." Panggil Abimayu saat Ana membukakan pintu dengan pakaian seksinya dan wajah cemberut nya. Dia menyalami tangan Abimayu, lalu tanpa bicara dia langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamar.


Abimayu mengikuti langkah Ana dari belakang dan dia juga merasa bersalah karena lupa memberitahu sang istri jika dia pulang terlambat.


"Sayang..." Abimayu sudah menarik tangan Ana dan membalikan tubuh Ana sebelum Ana membaringkan tubuhnya.


"Maafkan, Mas. Mas lupa memberitahu, ternyata para klien meminta untuk langsung mengerjakan berkas kerjasamanya." Abimayu meminta maaf sambil memegang kedua pipi Ana yang masih berwajah masam.


Ana memejamkan matanya sejenak sambil menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan sehingga Abimayu bisa merasakan nafas Ana yang hangat menyentuh wajahnya.

__ADS_1


Hufffffff


"Aku memang sangat kecewa dengan Mas saat ini." Ana berkata yang membuat Abimayu cemas. "Tapi juga tidak boleh jadi egois, selama ini Mas telah banyak memberikan cinta dan kasih sayang Mas kepada kami, mungkin karena sudah terbiasa dengan itu jadi sedikit kecewa ketika Mas tidak perhatian meskipun hanya satu detik."


Ucapan Ana membuat Abimayu tersenyum karena itu juga suatu pengakuan dari Ana untuk dirinya.


"Ehmmmm maafkan Mas, Sayang." Abimayu mengecup kening Ana dengan lama.


"Mas...." panggil Ana dengan pelan dan membuat Abimayu melepaskan ciumannya di kening Ana.


"Ayo duduk dulu." Ana menarik tangan Abimayu dan menyuruhnya duduk di pinggir ranjang. Setelah itu Ana berjalan membuka laci kecil di kamar mereka untuk mengambil sesuatu. Abimayu tidak tahu apa yang dilakukan oleh Ana saat ini, tapi dia mengikuti saja karena tidak ingin mengecewakan Ana lagi.


Ana kembali mendekat ke arah Abimayu, lalu dia naik ke atas pangkuan Abimayu dan mengalungkan ke dua tangannya di leher Abimayu. Sedangkan Abimayu hanya bisa tersenyum lalu juga melingkarkan ke dua tangannya di pinggang Ana. Meskipun dia sudah sangat lelah saat ini tapi dia tetap tidak ingin mengecewakan istrinya.


Ana mengecup kening Abimayu yang berada di depannya saat ini.


"Aku mau memberitahukan ini kepada Mas." Ana berkata pelan sambil menunjukkan sesuatu yang ada di genggaman tangannya sejak tadi kepada Abimayu.


Awalnya Abimayu sedikit mengerutkan keningnya karena tidak tahu benda apa yang diperlihatkan oleh Ana kepadanya. Tapi setelah beberapa detik berlalu matanya melebar karena baru memahami benda apa yang di tunjukkan oleh Ana kepadanya."


"Alhamdulillah." Kata itu yang pertama kali yang terucap dari bibir Abimayu.


Cup cup cup cup cup


Abimayu terus menciumi setiap bagian wajah Ana.


"Terima kasih, Sayang." Abimayu berkata sendu. Dia sangat terharu karena ternyata Ana sekarang positif hamil. Dia sudah berjanji pada dirinya sejak lama, jika mereka diberikan rezeki untuk memiliki anak lagi, dia akan menjaga dan merawat Ana dengan sepenuhnya, karena dia tidak ingin melewatkan lagi saat-saat di mana Ana melahirkan anak mereka. Dia sudah sangat menyesal di saat dia tidak bisa menemani samg istri di saat melahirkan anak pertama mereka. Untuk yang ke dua ini, dia ingin menemani dan menjalani hari-hari bersama sang istri sampai dia melahirkan bayi mereka nantinya.


Ana tersenyum lalu memeluk tubuh Abimayu.


"Kemana Fatimah, Sayang?" tanya Abimayu ketika menyadari putri kecilnya tidak terlihat sejak tadi. Dia teringat bahwa sang putri itu sangat menginginkan seorang adik kecil, dan sekarang keinginannya sudah tercapai, hanya tinggal menunggu adik kecilnya itu di lahirkan saja.


"Fatimah di rumah, Mama." Ana berkata tepat di samping telinga Abimayu yang membuat sesuatu bangkit dalam diri Abimayu. Apalagi sekarang Ana duduk di pangkuannya.


"Kapan dia ke sana, Sayang?" Abimayu bertanya lagi, karena mereka belum ada rencana untuk pergi ke rumah mertuanya.


"Siang tadi Mama sempat datang ke sini, tapi hanya singgah sebentar. Dia mengajak gadis kecil itu, dan gadis kecil itu sama sekali tidak menolaknya." Ana menjelaskan sambil memainkan jari-jarinya di leher Abimayu.


"Ehmmmm Sayang...apa boleh pindah duduknya? " tanya Abimayu dengan suara yang sedikit tertahan karena dia merasakan hasrat dalam dirinya mulai bergejolak.


Ana menghentikan gerakan jari tangannya, dan menatap wajah Abimayu dengan menyioitkan matanya. Dia bisa mengerti bahwa sekarang sang suami sedang menahan sesuatu. Dia merapatkan wajahnya mendekat ke arah wajah Abimayu sehingga ujung hidung mereka sudah bersentuhan, lau dengan gerakan pelan dia menempelkan bibirnya dengan bibir Abimayu. Saat Abimayu merasakan sentuhan itu, dia tidak bisa menghindar darinya, dengan gerakan cepat dia langsung melahap bibir sang istri tanpa henti.


"Sayang...apa boleh?" tanya Abimayu. Dia mencoba menghentikan ciuman itu untuk sementara. Dia ingin memastikan apakah boleh Ana melakukannya sedangkan dia sekarang sedang hamil. Dia takut nantinya akan membahayakan bagi kehamlian Ana.


Ana mengangguk pelan dengan wajah yang sudah berkabut gairah, karena Abimayu menghentikan ciumannya.


"Lakukan dengan pelan, Mas." Ana berbisik kembali di telinga Abimayu.


Saat dia minta izin keluar kepada Abimayu, di pergi ke sebuah klinik untuk memastikan apa yang dia rasakan akhir-akhir ini. Ternyata tebakanny benar bahwa dia sedang hamil. Dia sengaja tidak ingin memberitahu kepada Abimayu lebih dulu, karena dia ingin mengatakan ketika Abimayu tiba di rumah saja.

__ADS_1


Akhirnya malam ini mereka lewati kembali dengan menyatukan tubuh mereka dan merenggut kenikmatan dari penyatuan itu.


__ADS_2