Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 51


__ADS_3

Abimayu telah mengirim lamaran kepada Nayla yang diwakilkan oleh Aisyah saudaranya dan Umi Aida orang tuanya.


Akhir pekan ini, Abimayu akan pergi ke rumah orang tuanya untuk memastikan kembali tentang lamarannya kepada Nayla. karena mereka mengatakan bahwa Nayla belum memberikan jawaban atas lamarannya itu.


"Kemana Mas Abi mau pergi?" Ana bertanya saat melihat Abimayu akan pergi, sedangkan hari ini adalah hari libur bekerja.


"Aku pergi ke rumah orang tuaku!" jawab Abimayu sambil terus melangkah.


"Tunggu! Aku akan ikut pergi." Ana sudah berada di hadapan Abimayu untuk menghentikan langkahnya agar dia tidak terus berjalan.


"Untuk apa kamu ingin pergi? Bukankah kamu tidak suka jika harus berkunjung ke sana?" Abimayu berkata menyindir Ana.


"Sekarang, aku tidak boleh membiarkan Mas Abi pergi ke sana, karena aku takut kalian akan merencanakan pernikahan Mas Abi di sana tanpa sepengetahuan-ku!" Ana tidak ingin tertipu lagi seperti kejadian di saat dia tidak mengetahui bahwa semua orang telah mengetahui rencana Abimayu untuk menikah lagi.


"Bukannya sekarang kamu sudah mengetahuinya?" Abimayu berkata dengan raut wajah heran nya.


"Ya, tapi aku tidak mengizinkannya, makanya sekarang aku harus berhati-hati agar kalian tidak melanjutkannya di belakang-ku!"


"Berapa kali aku harus mengatakan, aku tidak meminta izinmu, aku memberitahumu!" Abimayu menegaskan kembali ucapannya kepada Ana.


"Kenapa Mas tetap ingin melanjutkan? Mas sudah punya aku, apa masih tidak cukup kah jika hanya aku yang menjadi istri Mas Abi?" Ana mulai kesal mendengar perkataan Abimayu.


"Ana! Kamu dengar baik-baik! Aku akan tetap menikah dengan nya, aku juga sudah memberitahu wanita itu jika aku ingin melamarnya." Abimayu berkata memberitahu kepada Ana.


Ana kembali terkejut dengan kenyataan yang diucapkan oleh Abimayu. Ternyata Abumayu sudah merencanakan semuanya tanpa dia ketabui sama sekali.

__ADS_1


"Aku akan mengagalkan semua itu!" ucap Ana dengan emosi.


"Ana." Abimayu memanggil Ana dengan suara pelan. "Dia adalah wanita yang ingin aku lamar sebelum menikah denganmu." Lanjut Abimayu.


"Sekarang, dia sedang terbaring sakit. Aku juga ingin menolongnya dengan pernikahan ini karena aku ingin dia bisa kembali pulih seperti dulu lagi."


"Kenapa harus menikahinya jika ingin membuatnya sembuh? Masih banyak rumah sakit dan para dokter yang bisa menyembuhkan orang sakit?" ucap Ana, karena dia tidak mengerti dengan alasan yang dikatakan oleh Abimayu tentang pernikahan itu.


"Kamu tahu, Jika kamu setuju untuk berpisah denganku sejak dulu, aku sudah berniat akan melamarnya kembali."


Mendengar itu, sekarang Ana paham maksud dari perkataan Abimayu. Dia yakin bahwa wanita yang ingin dilamar suaminya itu sakit karena ada hubungannya dengan Abimayu.


"Pertemukan aku dengannya! Aku ingin melihat dan berkenalan dengannya." ucap Ana dengan tiba-tiba.


"Untuk apa kamu ingin menemuinya?" jawab Abimayu karena dia tidak yakin dengan apa yang diucapkan oleh Ana.


Ana mengalah saat ini, karena jika dia bertahan tidak menyetujui, tanpa dia ketahui pun Abimayu telah lebih dulu melanjutkan niatnya terus untuk menikah.


"Ayo! kita pergi bersama, dan aku akan pergi menemuinya," ajak Ana kepada Abimayu.


"Lebih baik, kamu tetap di sini!" Abimayu merasa ragu dengan apa yang dikatakan oleh Ana.


"Bukankah, jika seorang suami ingin menikah lagi, istri pertama juga harus tahu dan mengizinkan? Jika Mas Abi membawaku bertemu dengannya, bisa jadi aku akan berubah fikiran dan akan mengizinkan Mas menikah lagi."


Abimayu sedikit berfikir mendengar perkataan Ana. Apa benar Ana akan mengizinkannya menikah jika dia telah melihat keadaan Nayla? Jika itu benar, maka dia tidak akan keberatan jika mempertemukan Ana dengan Nayla, karena setelah ini pun mereka akan menjadi satu keluarga.

__ADS_1


"Kalau Mas Abi tidak ingin membawaku, aku akan tetap mencari cara untuk mengagalkan pernikahan kalian! Mas Abi bisa membuktikan itu selanjutnya." Ana mengancam Abimayu karena melihat Abimayu tidak ingin membawanya untuk bertemu calon madunya itu.


"Kita akan pergi! Tapi kamu harus berjanji tidak akan membuat masalah." Abimayu akhirnya menyetujui, karena dia juga berharap ketika Ana bertemu dengan Nayla, dia akan bisa luluh karena melihat keadaan Nayla, dan akan menyetujuinya.


"Tunggu aku! aku akan bersiap dulu," ucap Ana sambil pergi meninggalkan Abimayu untuk bersiap.


"Kamu tidak boleh pergi dengan pakaian begitu!" ucap Abimayu ketika melihat Ana turun kembali setelah bersiap.


"Biarkan saja! Semua orang juga sudah tahu akau begini. Aku tidak perlu menutupinya lagi." Ana berkata dengan santai. Dia tahu Abimayu sangat tidak suka jika melihat dia memakai pakaiannya yang seksi ketika mereka pergi keluar bersama. Tapi dia tetap tidak peduli, apalagi sekarang keluarga Abimayu telah mengetahui bagaimana dia yang sebenarnya.


Abimayu menjadi bingung menghadapi Ana saat ini. Dia tahu bahwa saat ini Ana tidak akan pernah mendengarkan dia lagi.


...----------------...


Mereka disambut oleh Umi Aida ketika sampai di rumahnya. Di situ Ana selalu menghindar ketuka Umi Aida ingin bicara kepadanya. Dia tidak peduli lagi dengan semua orang, dan saat ini dia hanya peduli dengan hubungannya dan Abimayu.


Saat mereka tiba, ternyata di situ juga ada Aisyah dan keluarganya. Mereka telah menginap satu malam di rumah itu.


"Kapan kami bisa bertemu?" Ana bertanya di saat Abimayu telah menjelaskan kenapa dia ikut bersama dengannya hari ini.


"Secepatnya, Nak. Sekarang kamu istirahat dulu saja, nanti siang kalian akan pergi ke rumah Nayla bersama Aisyah." Umi Aida menjawab pertanyaan Ana dengan hati-hati, karena dia tahu saat ini Ana sedang dalam keadaan marah, tapi dia mencoba untuk menyembunyikannya. Sejak tadi dia juga berusaha untuk mendekati Ana, tapi Ana selalu menjauh dan menghindarinya. Ana benar-benar menutup dirinya dan tidak ingin bicara dengan mereka satu orang pun.


Ana memilih untuk masuk ke dalam kamar, karena dia tidak ingin berbicara dengan mereka yang ada di rumah ini. Jika bukan karena dia ingin menemui wanita yang akan di nikahi oleh Abimayu, dia juga tidak ingin datang ke sini lagi. Dia sini dia tidak merasakan kenyamanan lagi setelah dia merasa dikhianati oleh mereka semua.


"Umi, maafkan Ana." Abimayu berkata saat melihat umi nya terus saja melihat Ana yang berjalan masuk ke dalam kamar. Dia hanya tidak ingin Umi Aida terasa hati dengan sikap Ana yang mengacuhkannya.

__ADS_1


"Umi tidak apa-apa, Nak. Umi hanya ingin bicara lebih banyak dengan Ana seperti dulu, tapi sepertinya Ana sangat lelah. Biarkan dia istirahat dulu, nanti Umi akan bicara dengannya." Umi Aida tidak pernah bersangka buruk kepada Ana. Bahkan dia sama sekali tidak marah ketika Ana mengacuhkannya.


__ADS_2