
Abimayu terus berusaha menahan dirinya agar tidak terus hanyut dalam sentuhan Ana.
"Apa yang ingin coba kamu lakukan sebenarnya?" tanya Abimayu sudah berdiri ketika dia berhasil melepaskan diri dari Ana.
Ana hanya melihat Abimayu sambil tersenyum, dia juga bisa melihat bahwa Abimayu sedang sangat berusaha menahan gejolak dalam dirinya.
"Apa ini yang kamu katakan bicara dengan baik-baik?" Abimayu berkata sambil nafasnya naik turun, karena melihat Ana yang memakai lingerie tipis sehingga menampakkan pakaian **********, dan itu membuat Abimayu semakin tidak tahan bahkan hasrat dalam tubuhnya semakin membara.
"Mas Abi juga seperti menikmatinya," jawab Ana
"Aku tidak menikmatinya! Tapi..." Abimayu menghentikan bicaranya, karena tidak tahu harus bagaimana mengatakannya kepada Ana.
"Tapi apa, Mas?" tanya Ana mencoba mencari tahu. Meskipun dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Aku tidak menikmatinya, tapi kamu saja yang terus mencoba untuk menggoda-ku."
Abimayu juga merasa sedikit heran, karena selama ini dia sudah sering kali melihat Ana yang memakai lingerie bahkan lebih dari itu dia sudah pernah melihatnya, dan dia sama sekali tidak berhasrat ketika melihat itu. Tapi sekarang, semua itu sangat berbeda dengan saat ini.
Seperti tidak bisa menahannya lagi, karena Ana masih saja berdiri di hadapannya. Abimayu mencoba memilih pergi menjauh dari Ana dan berjalan ke lantai atas menaiki tangga dan tanpa dia sadari Ana juga mengikutinya dari belakang.
"Mas... " terdengar suara Ana memanggil, dan tangannya sudah memeluk tubuh Abimayu dari arah belakang sebelum Abimayu sempat membuka pintu kamarnya.
Abimayu tidak menolak pelukan itu, bahkan dia memejamkan matanya dan menikmati sentuhan yang diberikan Ana, kemudian tanpa dia sadari Ana telah berada di hadapanda nya.
"Mas... " Ana terus memanggil Abimayu dengan suaranya yang menggoda yang membuat Abimayu tambah bergairah dan tidak bisa lagi menahan hasrat dalam dirinya.
Ana melihat Abimayu masih memejamkan matanya karena menikmati sentuhan darinya. Ana lebih mendekatkan tubuhnya ke arah Abimayu hingga dia bisa merasakan hembusan nafas Abimayu di wajahnya yang semakin memburu.
__ADS_1
Dengan gerakan yang perlahan, Ana mencium bibir Abimayu dengan pelan, saat bibir mereka bersatu, Abimayu membuka matanya. Lalu melihat wajah Ana yang sangat dekat dengannya, dia seperti tersadar dan langsung menolak tubuh Ana menjauh darinya sehingga ciuman itu terlepas dari bibirnya.
"Ana ka... hmmmmm."
Ana dengan cepat kembali mencium bibir Abimayu sebelum dia melanjutkan bicaranya. Sekarang dia tidak ingin Abimayu terlalu banyak bicara, karena dia takut Abimayu akan menyadari dan menolak untuk didekati oleh dirinya lagi.
Mereka terus berciuman hingga terdengar suara pintu kamar yang terbuka. Tanpa disadari lagi, mereka sama-sama berjalan masuk ke dalam kamar sambil masih saling berpagutan. Lalu tubuh mereka telah berada di atas ranjang dan Ana telah berada dalam kurungan Abimayu.
Satu persatu pakaian yang ada di tubuh mereka telah terlepas dari tubuh mereka.
"Ana, Aku...." Abimayu berkata dengan nafas yang berat karena dikabut oleh gairah setelah mereka melepaskan ciuman sejenak.
"Ayo lakukan, Mas," jawab Ana sambil tersenyum menggoda. Dia bisa melihat gairah dalam diri Abimayu karena terlihat dari kabut matanya.
"Ak...." Ana tidak pernah membiarkan Abimayu lagi terlalu lama bicara, karena dia takut apa yang telah dia rencanakan akan diketahui oleh Abimayu dan dia tidak ingin itu terjadi.
Sebenarnya dia juga merasa gugup karena ini adalah yang pertama kali bagi dirinya jika Abimayu berhasil menyentuhnya. Tapi dia juga tidak ingin berhenti, karena dia ingin membuktikan kepada Abimayu bahwa dia masih suci dan tidak seperti apa yang dituduhkan Abimayu kepadanya.
Setelah pulang dari rumah mertuanya, Ana singgah di sebuah apotik untuk membeli obat yang fungsinya bisa menaikkan gairah pada diri seseorang ketika menggunakannya.
Ana juga tidak lupa untuk menanyakan efek dari obat tersebut, dan ternyata efeknya hanya membuat orang yang menggunakannya menjadi mengantuk berat setelah melakukan itu. Inilah yang sekarang dilihat oleh Ana, karena Abimayu benar-benar tidak sadar lagi, dia sudah tidur pulas sejak mereka selesai melakukannya.
Akhirnya mereka berdua melewati malam ini dengan saling meneguk kenikmatan dari tubuh mereka yang menyatu. Malam yang terasa dingin tidak mampu membuat mereka kedinginan karena panas dari penyatuan tubuh mereka.
"Terima kasih, Mas. Semoga setelah ini kamu bisa melihat kebenaran dari apa yang telah kamu tuduhkan selama ini." Ana mengelus pipi Abimayu yang telah tertidur pulas setelah mereka melakukan hubungan itu.
Ana telah berhasil membuktikan kepada Abimayu bahwa dia adalah wanita yang masih suci dan belum pernah menyerahkan dirinya kepada para pria seperti yang dituduhkan Abimayu kepadanya.
__ADS_1
Ana mebalikkan tubuhnya menghadap Abimayu, lalu memeluk tubuh Abimayu yang terlelap dengan kuat. Dia sangat senang bisa memeluk tubuh itu ketika tidur saat ini, telah lama dia tidak pernah lagi memeluk Abimayu saat tidur karena Abimayu memilih untuk pisah kamar dengannya.
...----------------...
Di sebuah rumah yang lain seorang wanita terkejut mendengar apa yang coba disampaikan oleh orang tuanya kepadanya.
"Apa yang kalian lakukan, Ma?" tanya Nayla kepada orang tuanya.
"Kami hanya ingin kamu kembali pulih, Sayang." sang Mama bekata kepada anaknya yang terlihat sangat terkejut ketika mendengar bahwa Abimayu ingin datang melamarnya.
"Ma! Abi sudah punya seorang istri. Aku tidak ingin menjadu perusak rumah tangga mereka." Nayla menolak apa yang dia dengar.
"Abimayu telah menyetujui ini, dan dia yang menyuruh kami untuk menyampaikan ini kepada kamu, Nayla."
"Tapi ini juga karena kalian yang lebih dulu mendatanginya, Ma." Nayla sedikit kesal karena dia baru mengetahui bahwa orang tuanya diam-diam mendatangi keluarga Abimayu.
"Kami hanya ingin melihat kamu sembuh, Sayang."
"Tapi cara kalian itu salah, Ma. Kalian bisa mengahancurkan rumah tangga orang lain dengan cara ini."
"Tapi Abimayu tidak menolaknya."
"Ma, aku tidak bisa menerimanya. Aku tidak ingin menjadi seorang penghancur rumah tangga orang lain."
Nayla tetap dengan pendiriannya, meskipun dia telah mengetahui bahwa Abimayu tidak bahagia dengan pernikahannya.
"Kalau begitu, kamu harus sembuh, kamu harus bisa melawan rasa sakit kamu," ucap mama Nayla kepadanya dan berharap setelah mendengar penolakannya, Nayla akan bisa melawan rasa sakitnya dan kembali sembuh seperti semula.
__ADS_1
Setelah orang tuanya meninggalkannya, Nayla menangis, dia tidak menyangka Abimayu kembali ingin melamarnya, meskipun dia mengetahui itu berawal dari orang tuanya.
Dalam hatinya ada sedikit rasa penyesalan, kenapa dulu dia tidak langsung saja menerima lamaran Abimayu kepadanya.