
Akhirnya Abimayu mengalah dan ikut pergi untuk makan siang bersama Ana, dia mengalah karena tidak ingin Ana membuat keributan di perusahaannya lagi.
Abimayu membawanya ke sebuah restoran yang menurutnya pada saat begini tidak ramai dikunjungi oleh orang lain, dia ingin menjauhkan Ana dari orang ramai karena dia sangat risih dengan pakaian Ana saat ini.
"Abi."
Terdengar suara lembut seorang wanita memanggil Abumayu di saat mereka sedang menunggu pesanan makanan mereka tiba.
Ana lebih dulu melihat orang itu daripada Abimayu dia sedang melihat ke arah bawah karena sedang memainkan ponselnya.
Seorang wanita menggunakan baju panjang dengan memakai hijab lebar sedang berdiri di depan meja mereka. Ana bisa mengenali wanita itu, dia adalah saudara perempuannya Abimayu.
"Mbak Ais sedang apa di sini?" tanya Abimayu setelah menyadari bahwa yang memanggilnya adalah saudara perempuannya yang dia panggil dengan sebutan Mbak Ais.
"Mbak mau mengunjungi abah dan umi. Kami singgah sebentar karena Mbak dan Mas Fikri sudah terasa lapar." Aisyah menjelaskan kepada Abimayu.
Abimayu menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan mengajak Aisyah untuk bergabung bersama mereka karena mereka juga masih menunggu makanan mereka datang.
"Ini..." Aisyah menunjuk ke arah Ana untuk bertanya kepada Abimayu selalu dia menyetujui ajakan Abimayu dan duduk di kursi yang kosong.
"Ana Mbak." Abimayu sedikit ragu menjawab pertanyaan Aisyah.
"Ouuh..." Aisyah mengangguk sambil melihat ke arah Ana. Dia baru tahu jika istri dari adik laki-lakinya ini berpenampilan seperti apa yang dia lihat sekarang.
"Apa kabar Ana?" tanya Aisyah
"Baik Mbak." Ana menjawab dengan sedikit senyuman.
"Maaf, Mbak sempat tidak mengenalmu," ucap Aisyah yang dibalas dengan senyuman oleh Ana.
__ADS_1
"Mas Fikri di mana Mbak?" Abimayu bertanya. Karena tidak melihat suami saudaranya itu bersamanya.
"Mas Fikri lagi di luar, sedang bertemu dengan temannya di depan, dan Mbak memilih masuk lebih dulu karena mau pesan makanannya."
"Adam dan Fatimah?" tanya Abimayu lagi tentang keponakannya yang juga tidak ia lihat bersama Aisyah.
"Mereka tidak ikut, karena Mbak juga tidak lama. Besok mungkin sudah pulang lagi."
Perbincangan mereka terus berlanjut. Ana dan Aisyah saling bertanya tentang kehidupan dan kegiatan masing-masing. Terkadang, Abimayu juga ikut bergabung dalam pembicaraan mereka.
Saat ini, Abimayu merasa gugup melihat Aisyah begitu antusias bercerita dengan Ana. Dia tahu, sejak Aisyah mengetahui kalau yang duduk bersamanya adalah Ana istrinya, Ada ekspresi lain yang terlihat di wajahnya. Mungkin dia juga tidak menyangka melihat Ana sekarang, karena saat mereka menikah dulu, Ana memakai hijab di kepalanya, berbeda dengan Ana yang dia lihat sekarang karena penampilannya yang seksi.
Beberapa menit kemudian, Fikri suaminya Aisyah masuk ke dalam restoran dan ikut bergabung dengan mereka. Ana juga berkenalan dengan fikri yang merupakan iparnya. Mereka terus bercerita tanpa ada rasa canggung lagi karena sudah saling mengenal. Apalagi dengan Ana, dia sangat antusias bercerita, karena dia adalah seorang yang tidak bisa diam untuk tidak bicara jika sudah ada teman bicaranya.
Ana sangat senang bisa bertemu dengan Aisyah karena setelah mereka menikah, dia belum pernah bertemu lagi dengan keluarga Abimayu, karena Abimayu tidak pernah membawanya untuk berkunjung ke tempat saudaranya.
"Ana"
"Risa"
Dia adalah Risa yang ternyata juga ada di restoran yang sama dengan mereka. ketika Ana menyebut nama Risa, Abimayu terkejut dan melihat ke arah belakang. Kenapa kebetulan sekali mereka bertemu di restoran ini.
"Kamu sudah sembuh? " tanya Ana sambil melihat bagian tubuh Risa yang sudah berada di dekatnya.
"Aku sudah membaik! Aku pergi dulu. silahkan lanjutkan obrolan kalian," ucap risa dan pamit pergi kepada mereka semua orang karena dia tidak ingin menganggu Ana. Dia hanya berniat untuk menyapa Ana saja karena dia melihat Ana juga sedang berada di restoran yang sama dengannya.
Setelah kepergian Risa, Ana minta izin sebentar kepada mereka untuk pergi ke toilet.
"Dik, kenapa kamu biarkan istrimu berpakaian begitu?" tuduh Aisyah kepada Abimayu setelah kepergian Ana.
__ADS_1
"Aku tidak membiarkan Mbak."
"Terus, kenapa? Bukannya dia memakai hijab?"
"Ya, semua orang memang berfikiran begitu, tapi ternyata salah," jawab Abimayu sedikit pelan.
"Kenapa tidak mencari tahu dulu sebelum kalian menikah?" Aisyah bertanya. Dia hanya ingin Abimayu mengenal siapa orang yang ingin dijodohkan dengannya, agar dia bisa melihat dan memutuskan.
"Sudah Mbak, tapi apa Mbak tahu kalau abah dan umi tidak menyetujui kalau aku menolaknya?" bela Abimayu, karena pada kenyataannya dulu sebelum mereka menikah, abah dan uminya seperti tidak ingin dia menolak perjodohan itu. Mereka berharap dia menerimanya, di sebalik ifu mereka pernah mengatakan jika orang tua Ana telah banyak membantu untuk pembangunan pesantren yang di didirikan abahnya. Meskipun mereka tidak mengatakan secara langsung, tapi Abimayu bisa mengerti maksud dari perkataan itu.
"Mbak kurang suka melihatnya, bukan dia, tapi pakaiannya."
"Maaf, Mbak."
"Kamu tidak perlu minta maaf, tapi Mbak berpesan, kamu coba suruh dia merubah pakaiannya sedikit demi sedikit, itu tanggung jawabmu, Dik! Sebagai suami, kamu tidak boleh membiarkan saja, kamu ada hak dan tanggung jawab kepadanya."
"Iya, Mbak. Abi akan coba," jawab Abimayu lagi. Aisyah hanya tidak tahu saja, jika selama ini dia sudah berusaha untuk melarang Ana keluar memakai pakaian begitu, tapi Ana adalah seorang wanita yang keras yang melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
Di dekat mereka, Fikri suaminya Aisyah hanya diam tidak ikut campur dengan masalah yang dibahas oleh istri dan iparnya. Dia merasa tidak berhak untuk ikut membahas masalah itu.
"Kamu sabar, dan coba saja dengan perlahan, jangan terburu-buru, karena semua butuh proses, tidak langsung bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan." Nasehat Aisyah lagi kepada Abimayu.
Abimayu hanya mengangguk, ini hanya hal kecil yang baru di lihat oleh Aisyah dari Ana. Bagaimana dengan tentang suatu yang lain yang tidak diketahui olehnya. Saat ini Abimayu mencoba menyembunyikan semua tentang Ana dari keluarganya. Biarlah hanya dia sendiri yang mengetahui itu agar keluarganya tidak sama kecewanya dengan dia.
Setelah Ana kembali dari toilet, mereka memutuskan untuk kembali ke tempat dan tujuan masing-masing.
"Titip salam buat abah dan umi, Mbak. Minggu depan, mungkin kami akan ke sana," ucap Abimayu dan dibalas anggukan oleh Aisyah. Dia juga memeluk Ana saat ingin berpisah. Meskipun dia mengatakan tidak suka dengan penampilan Ana, tapi dia tidak membenci Ana.
Akhirnya mereka benar-benar berpisah dan berjalan memasuki mobil masing-masing meninggalkan restoran.
__ADS_1