Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu
bab 27


__ADS_3

Hari ini, Abimayu dan Ana kembali ke rumah mereka setelah dua hari berada di pesantren.


"Kamu memang tidak bisa menjadi wanita yang baik." Abimayu berkata saat di mobil dalam perjalanan pulang karena belum jauh meninggalkan pesantren, Ana sudah kembali membuka hijabnya.


"Hemmmm Aku sudah kepanasan." Jawab Ana singkat.


"Apa salahnya jika kamu membukanya saat tiba di rumah saja?"


"Aku sudah tidak tahan,Mas."


"Bukan karena tidak tahan, tapi karena kamu dasarnya adalah wanita yang tidak baik, jadi hatimu sangat menolak. Tapi, lebih baik begini. Daripada kamu menutupi keburukan dirimu dengan pakaian tertutup. Supaya orang tidak tertipu dengan penampilanmu."


Ana terdiam sejenak mendengar ucapan Abimayu, kata yang di ucapkan Abimayu sungguh seperti telah menghakimi dirinya untuk selamanya.


"Itu Mas sudah tahu. Aku juga tidak tahan selama dua hari memakai pakaian itu. tapi mau bagaimana lagi, pakaian punyaku sudah Mas Abi rusak semua. Jadi aku terpaksa memakai ini." Balas Ana untuk memuaskan hati Abimayu.


Tapi jika boleh jujur, dia juga memang belum bisa berpakaian tertutup untuk saat ini karena dia mearasa sangat gerah dan kepanasan jika memakainya.


"Ternyata kamu memang sangat pandai menipu semua orang."


"Aku bukan penipu! Aku mengatakan kebenarannya. Tapi jika disadari, sebenarnya Mas Abi sendirilah yang membuat aku menjadi seorang penipu!" ucap Ana membalikkan perkataan Abimayu.


"Aku bukan membuatmu jadi penipu, tapi aku hanya ingin menjaga nama baik orang tuaku!"


"Tapi dengan membuatku menjadi seorang penipu. Untuk apa aku menutupi diriku dengan semua pakaian ini jika sebenarnya aku tidak seperti itu, dan yang menyuruh aku memakai ini adalah Mas Abi, makanya yang membuat aku jadi penipu adalah Mas Abi sendiri, jadi jangan pernah mengatakan aku seorang penipu."


Mendengar itu, Abimayu menjadi berfikir sendiri. Dia merasa ada benarnya juga yang dikatakan Ana kepadanya.


"Sesuatu yang aku suruh lakukan itu juga ada hal yang baik, yang bermanfaat untukmu," jawab Abimayu untuk membela dirinya.


"Terserah Mas Abi saja," ucap Ana akhirnya untuk menyudahi perdebatan mereka saat ini.


...----------------...


Keesokan harinya mereka kembali bekerja sperti biasanya, Abimayu di perusahaannya dan Ana di butiknya.


Sekitar pukul 10:00 malam, Ana dan para karyawannya selesai mengerjakan pekerjaan mereka. Sebelum pulang ke rumah, ponsel Ana berbunyi.


"Halo?" Ana menjawab panggilan itu dan mendengar suara musik yang kuat dari seberang ponselnya, bahkan ia sempat menjauhkan dari ponsel itu dari telinganya.

__ADS_1


"Ana, aku Tara! Risa sekarang ada di klub,kamu jemput dia," ucap seseorang dari seberang panggilan.


Ana masih belum mengerti dengan apa yang dia dengar barusan karena suara orang di seberang sana juga bercampur dengar suara musik yang keras.


"Ana!" panggil seseorang di seberang sana kembali karena tidak ada respon dari Ana.


"Ya!" balas Ana dengan sedikit kuat agar suaranya terdengar kepada lawan bicaranya.


"Kamu harus datang sekarang! Risa sedang mabuk! Saya tidak bisa terus menjaganya karena harus kembali bekerja!"


Ana terkejut mendengar perkataan orang itu, dan dia juga mengenal orang yang bernama Tara itu. lalu dengan cepat masuk ke dalam mobil dan pergi ke klub untuk menjemput Risa.


Sesampainya di klub, Ana mengarahkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari keberadaan Risa.


"Apa yang dilakukan wanita ini? Kenapa dia bisa mabuk?" tanya Ana kepada Tara yang menghubunginya tadi.


"Aku juga tidak tahu, cepat kamu bawa dia pergi! Di sini tidak baik untuknya jika tinggal lebih lama lagi!"


Ana mengalungkan tangannya di bahu Risa, lalu membawanya keluar dari klub.


"Bukan aku yang membunuh bayi kita, kenapa kamu tidak percaya, ha?" Risa bicara sendiri sambil berjalan.


Di jalanan kota , sebuah mobil berwarna hitam berjalan dengan pelan melewati setiap bangunan di kota. Mereka menikmati perjalan sambil mendengarkan lagu di dalam mobil


"Stop Abi, hentikan mobilnya!" tiba-tiba Viko berkata.


"Ayo cepat, hentikan mobilnya!"


Abimayu bingung ketika Viko menyuruhnya berhenti, Tapi dia tetap membawa mobilnya ke pinggir jalan untuk berhenti.


"Kenapa kamu suruh berhenti? Apa yang kamu lihat?" tanya Abimayu yang tidak sempat di jawab oleh Viko karna dia langsung turun dari mobil.


"Dasar aneh." Abimayu bicara sendiri sambil mengarahkan pandangannya mengikuti arah yang dituju oleh Viko.


Di jalan setapak Ana masih berusaha membawa Risa berjalan dengan susah payah.


"Risa, ayo jalan lagi. kalau begini aku tidak akan bisa membawamu pulang," ucap Ana kepada Risa yang sama sekali tidak dimengerti oleh Risa karena dia mabuk.


"Aku benci orang yang pembohong, dia sudah berjanji, tapi dia mengingkarinya." Risa kembali bicara sendiri.

__ADS_1


"Benar yang aku katakan, kalian adalah wanita yang liar." Tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakang mereka.


Ana menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang bicara kepada mereka.


"Terserah kamu saja." Ana berkata saat melihat bahwa yang berdiri di belakang mereka adalah Viko. Dia juga sedikit terkejut dan heran, kenapa Viko bisa berada di sini.


Ana terus berjalan membawa Risa tanpa mempedulikan Viko lagi. Dia sangat tidak menyukai Viko karena pernah menuduhnya.


"Sayang, aku rindu kamu."


Tiba-tiba Risa melepaskan tangan Ana yang berada di pundaknya.


"Aku sangat mencintaimu," ucap Risa tanpa sadar sudah memegang wajah Viko dengan kedua tangannya. "Bukan aku yang membunuh anak kita. Aku keguguran karena di dorong oleh orang tuamu." Risa masih terus berbicara.


"Ayo Risa, kita pergi saja! tidak ada gunanya kamu mencintai pria yang tidak mau mempercayaimu!" Ana menarik Risa dari hadapan Viko. Tapi sebelum sempat dia memegang tangan Risa, dia melihat Abimayu yang berjalan ke arah mereka.


"Aku mencintaimu sayang, bukan aku yang membunuh bayi kita." Kata itu terus keluar dari bibir Risa tanpa dia sadari.


"Kemana kamu membawanya pergi? " tanya Viko


"Sudah ku katakan, bukan urusanmu! kalian lebih baik pergi!" jawab Ana tanpa peduli dengan Abimayu yang sudah berada di dekat mereka berdiri.


Tubuh Risa kembali di pegang oleh Ana dengan kuat, tapi karena sudah lelah sejak dari dalam klub membawa Risa, dia seperti tidak sanggup lagi menopang tubuh Risa yang berat.


"Aku akan membawanya." Suara Viko kembali terdengar dan sudah menarik tubuh Risa ke dalam pelukannya.


"Aku tidak akan membiarkannya." Ana membantah ucapan Viko, lalu kembali mencoba tubuh Risa.


"Dia masih istriku, kami belum bercerai, dan kamu tidak berhak melarangku."


"Hem, aku takut dia akan terluka seperti saat terakhir kali kalian bertemu," sindir Ana. Dia takut Viko kembali menyakiti Risa.


"Aku tetap akan membawanya."


Sejak tadi, Abimayu hanya memperhatikan Ana dan Viko yang berebut untuk membawa Risa. Dia menatap tajam ke arah Ana dengan raut wajah marah.


"Huuuuffff." Ana menghembuskan nafas sejenak. "Jika kamu benar ingin membawanya, kamu harus berjanji tidak akan menyakitinya."


Akhirnya Ana mengalah dan membiarkan Viko membawa Risa, dia berharap mereka akan baik-baik saja. Sedangkan di samping Viko ada seorang pria yang sejak tadi menatap tajam ke arah Ana.

__ADS_1


__ADS_2