
Albi memesan taksi online setelah dia berada agak jauh dari rumahnya. Itu dia lakukan agar kendaraan tidak mengusik ketenangan sang mama yang kini sedang berada di peraduan alias kamar tidur yang jadi kebanggan sang mama.
Namun, dalam perjalanan menuju kantor, tanpa sengaja Albi melihat Sela yang sedang berada di samping jalan. Dia sepertinya sedang bersama pria yang kemarin mengantarkannya ke rumah sakit.
Rasa penasaran akan hubungan Sela dengan pria itu tiba-tiba saja membuat Albi ingin menyelidiki lebih lanjut. Dia pun memutuskan untuk mengikuti Sela setelah Sela masuk ke dalam mobil, dan mobil itu beranjak meninggalkan pinggiran jalan.
"Ikuti mobil itu, Mas!" Albi berucap sambil mengarahkan telunjuknya pada si sopir.
"Baik, Mbak."
Lebih kurang setengah jam Albi mengikuti mobil yang Sela tumpangi. Akhirnya, mobil itu berhenti juga. Mobil itu berhenti tepat di depan klab malam terkenal di kota tersebut.
"Klab? Sela masuk ke klab ini?" Albi berucap tak percaya setelah matanya melihat Sela masuk ke dalam dengan posisi yang terus bergelayutan di lengan pria yang sedikit lebih tua darinya.
Bagaimana tidak? Karena yang dia tahu dulunya, Sela itu adalah gadis baik-baik. Tidak pernah keluar malam jika tidak dengan orang tua. Tidak tahu dengan yang namanya klab malam, apalagi pacaran.
Sela tergolong gadis baik. Albi kenal dengan Sela cukup lama. Sejak mereka sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas, mereka sudah kenal. Hanya saja, tidak dekat.
Albi sibuk dengan urusan masing-masing, sedangkan Sela juga sepertinya sama. Acuh tak acuh dengan keberadaan Albi.
Namun, entah apa sebabnya, lima tahun yang lalu, Sela tiba-tiba datang bersama mamanya ke rumah. Sejak saat itulah, Sela dan mama Albi jadi agak dekat.
__ADS_1
Namun, tidak ada kata perjodohan yang terjadi dengan Sela dan Albi. Karena kedekatan itu, hanya kedekatan biasa saja. Apalagi Albi punya pacar yang dia sayangi.
Setelahnya, tidak ada perubahan apa-apa hingga Albi putus dengan sang pacar karena pacarnya berselingkuh. Itupun tidak ada hal baik yang terjadi dengan Albi dan Sela. Meskipun mama Albi seperti ingin menjodohkan Albi dengan Sela, tapi Albi tidak mendapat paksaan dari perjodohan yang ingin mamanya buat.
Hingga akhirnya, Albi bertemu dengan Dina. Dan, pernikahan mereka pun terjadi setelah selang beberapa bulan dari pertemuan itu. Lalu, hal-hal yang tidak Albi duga pun terjadi. Mamanya pun kian membela Sela di depannya. Dan bahkan, sangat ingin Albi dan Sela bersama. Entah apa pemicu dari timbulnya perubahan besar itu, Albi sendiri pun tidak tahu.
Awalnya, Albi mengira kalau apa yang Dina katakan tentang keburukan Sela itu tidak benar. Dia beranggapan sama dengan apa yang mamanya katakan. Kalau Dina hanya mengarang cerita untuk menjelekkan Sela. Karena Dina cemburu dengan kebaikan Sela.
Setelah bertukar tubuh, Albi baru sadar, kalau apa yang dibicarakan, itu sangat jauh berbeda dari apa yang dialami sendiri. Sela tidak sebaik yang dia pikirkan. Hingga saat ini, mata Albi semakin terbuka lebar akan sikap terselubung yang Sela miliki.
Albi terus melihat tingkah laku Sela bersama pria itu. Tingkah Sela yang kini sangat membuatnya merasa jijik sebagai seorang pria. Sela yang begitu centil, menggoda pria itu dengan beringas.
Lalu, saat Albi ingin meninggalkan tempat tersebut, Sela yang awalnya sibuk dengan prianya, kini langsung menoleh ke arah di mana Albi berada. Sontak, hal itu langsung membuat Albi jadi gugup tak terkira.
'Ya ampun. Apa aku ketahuan? Apa mata Sela begitu tajam sampai dia bisa melihat aku dalam keadaan yang seperti ini? Uh, aku yang terlalu mencolok kah sekarang? Datang ke klab malam dengan pakaian seperti ini. Bagaimana ini?' Albi gugup sambil terus membenarkan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
'Jangan gugup, Albi. Jangan. Kamu itu laki-laki bego. Masa jadi begini sih,' kata Albi langi dalam hati sambil berusaha tetap tenang.
"Sela."
"Hei. Aku udah lihat kamu dari tadi. Makanya aku datang ke sini buat nyamperin kamu. Kalo aku panggil juga, kamu gak akan dengar."
__ADS_1
"Aku juga udah lihat kamu kali. Tapi gak berani mendekat. Takut ganggu. Soalnya, kamu sedang bareng ama cowokmu. Ya kali aku datang. Ogah aku jadi obat nyamuk di sana."
Albi langsung bisa bernapas lega. Karena ternyata, Sela datang bukan untuk menghampiri dirinya. Melainkan, Sela datang untuk menyapa seorang perempuan yang berada tak jauh dari dia.
Albi terpaksa menunda niatnya untuk pergi karena tidak ingin terlalu mencolok di mata Sela. Selain itu, dia juga bisa mendengarkan apa yang Sela dan temannya bicarakan saat ini.
"Mm ... oh iya, Sel. Bagaimana rencana kamu buat dapetin suami orang? Apa sekarang udah ada kemajuan? Kok aku rasa, lama banget kamu usaha. Gak ada hasilnya juga sampai detik ini."
"Ya aku juga sedang usaha keras ini sekarang. Pengennya berhasil cepat. Tapi ya gimana lagi? Setiap mau berhasil, ada aja halangan nya."
"Itu tuh tandanya, Tuhan sedang tidak merestui rencana jahat kamu buat jadi pelakor, Sela."
"Gila tuh mulut. Pedas banget kalo ngomong yah."
"Asal kamu tahu aja, aku juga gak sudi sih sebenarnya buat ngambil bekas orang. Ya tapi mau bagaimana lagi. Dia orang berada. Papa mama inginkan orang seperti dia buat jadi suami aku. Maka aku harus ikutin apa yang papa dan mama inginkan. Aku menikah dengannya hanya untuk status dan harta yang dia miliki saja. Setelah semua itu aku dapatkan, aku tinggal pergi darinya bersama pacarku dengan membawa harta yang dia miliki."
"Gila kamu ya, Sel. Tujuan besar kamu ini ... sungguh bikin aku gak bisa ngomong apa-apa lagi." Temannya berucap sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku memang sedikit gila, kau tahu itu. Aku harus selalu mendapatkan apa yang aku mau, kan? Jadi, tidak perlu bersikap tak percaya begitu padaku sekarang. Karena aku, masih tetap Sela yang dulu. Yang punya ambisi yang besar selagi aku ingin."
Ucapan itu sedikit membuat Albi merasa ngeri akan Sela yang sekarang dia lihat. Ternyata, perempuan itu sungguh menakutkan. Tapi dibalik itu semua, Albi lebih merasa lega. Karena sekarang dia tahu apa tujuan Sela yang sebenarnya. Dan, dia juga tahu kalau ternyata Sela sudah punya pacar. Hanya saja, tidak diperlihatkan karena pacarnya bukan tipe orang yang mama dan papanya inginkan.
__ADS_1
Setelah Sela kembali menuju pacarnya, Albi bergegas meninggalkan tempat tersebut. Tujuannya sekarang adalah kantor. Karena dia sudah berjanji dengan sang istri untuk datang dan makan bersama.