
Lagi-lagi Dita meminta izin untuk berduaan bersama Angel yang berada di tubuhnya, sudah pasti ayah Dita mengizinkan hal tersebut. Karena ayah Dita pernah menanyakan hal tersebut kepada Angel dan Angel berkata banyak hal yang harus dia bahas bersama Dita
Tanpa membuang waktu lagi Dita langsung masuk ke dalam ruang rawat Angel, entah mengapa Dita merasa saat itu Angel seperti enggan untuk menatap ke arah dirinya
"Bagaimana kabar kamu hari ini Angel?" tanya Dita setelah mendudukkan tubuhnya
"Seperti yang kamu lihat sendiri, dokter bilang sebentar lagi aku sudah boleh pulang tapi aku masih harus menjalani terapi agar bisa berjalan dengan normal." jawab Angel dengan dingin
Dita bisa merasa dengan jelas perubahan sikap Angel kepada dirinya di hari itu, tetapi dia sendiri tidak bisa menduga apa yang sebenarnya ada di dalam benak Angel pada saat itu
"Apa aku ada buat salah sama kamu Angel?" tanya Dita dengan serius
Angel hanya terdiam sambil menatap ke arah Dita dengan senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Kamu berharap apa dari aku Dita? apa kamu masih berharap aku akan bersikap baik sama kamu? padahal kamu adalah orang yang paling aku benci selama ini," batin Angel
Saat itu hati Angel di selimuti perasaan iri terhadap Dita
"Ya sudah kalau kamu memang ga mau bilang, tapi aku mau tanya sesuatu sama kamu Angel." ucap Dita dengan serius
Angel hanya terdiam dan menatap ke arah Dita dengan seksama
"Kenapa kamu ga bilang sama aku kalau kamu tau tentang penculikan saat aku masih kecil?"
Untuk sesaat Angel hanya terdiam dengan senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Untuk apa aku cerita ke kamu? supaya kamu bisa membanggakan diri kamu di depan aku, kalau ternyata kamu adalah anak perempuan yang selama ini di cari oleh Vino. Bahkan sekarang Vino jadi menyukai kamu yang sedang berada di dalam tubuh aku," batin Angel
"Kenapa kamu cuma diam Angel?" tanya Dita dengan serius
"Aku bukan ga mau bilang sama kamu, aku mau bilang saat kamu datang. Tapi aku rasa sekarang aku ga perlu bilang lagi ke kamu, karena kamu juga sudah tau tentang itu." jawab Angel dengan sinis
"Satu lagi, kenapa kamu bahas tentang penculikan itu sama ayah aku?" tanya Dita dengan tegas
"Apa ada yang salah tentang itu? aku cuma mau memastikan tentang kejadian itu," jawab Angel dengan dingin
Dita pun menghembuskan nafasnya dengan kasar karena melihat sikap yang Angel tunjukkan pada saat itu
"Bagaimana? apa saat ini kamu sudah menemukan sebuah petunjuk?" tanya Dita
__ADS_1
Angel hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya
"Aku memang belum menemukan petunjuk apapun, tapi yang pasti sampai kapan pun aku ga akan bilang ke kamu kalau anak laki-laki yang bersama kamu adalah Vino. Karena itu hanya akan membuat aku terlihat seperti perempuan bodoh yang di kalahkan oleh perempuan biasa seperti kamu," batin Angel
Ternyata saat Angel melihat kenangan yang sempat di lupakan oleh Dita, dia tau dengan pasti bahwa anak laki-laki yang bersama Dita saat itu adalah Vino. Karena dia pernah melihat foto Vino kecil di album foto keluarga keluarga Mahendra
"Apa sebaiknya aku pulang aja Angel? sepertinya saat ini suasana hati kamu sedang kurang baik," ucap Dita
Angel hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama dan Dita pun mulai bangkit dari duduknya
"Astaga!! hampir aja aku lupa." ucap Dita sambil menepuk jidatnya
Dita pun mendudukkan kembali tubuhnya di tempat semula dan mulai membuka tas yang dia bawa, dia pun menyodorkan sebuah kotak yang berukuran cukup kecil kepada Angel
"Ada yang memberikan barang ini untuk kamu Angel"
"Apa itu?" tanya Angel sambil mengerutkan keningnya
"Aku belum sempat lihat isinya karena ini hadiah untuk kamu," jawab Dita
Angel hanya terdiam sambil menatap Dita dengan lekat seolah dia menanti penjelasan lebih jauh dari Dita
"Bisma?" tanya Angel sambil mengerutkan keningnya
Dita pun menganggukkan sedikit kepalanya
"Ini sedikit aneh, selama ini Bisma ga pernah sekalipun ga hadir di acara ulang tahun aku. Bahkan saat dia ada urusan pekerjaan di luar kota sekalipun, dia akan pulang dulu hanya untuk menghadiri acara ulang tahun aku." batin Angel
FLASH BACK
Siang itu Bisma pun mendatangi kantor Vino, seperti biasa dia akan segera mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Vino dengan senyuman khas dirinya
"Ada apa?" tanya Vino
Bisma mulai mengeluarkan sebuah kotak yang berukuran cukup kecil lalu meletakkan kotak tersebut di atas meja kerja Vino
"Apa ini?" tanya Vino
"Kado ulang tahun untuk Angel"
__ADS_1
"Kenapa lu kasih ini ke gw? kenapa lu ga kasih itu ke dia langsung saat nanti dia ulang tahun?"
Bisma pun membuang nafasnya dengan kasar
"Ulang tahun Angel masih tiga minggu lagi, dan sekali ini gw ga bisa hadir ke acara ulang tahun dia." jawab Bisma terdengar sedikit lirih
"Kenapa?" tanya Vino dengan serius
"Gw sudah mengajukan diri untuk di tempatkan di cabang perusahaan kami yang berada di luar kota"
Vino pun tersenyum dingin
"Apa lu melakukan itu untuk menghindar dari Angel?"
Bisma hanya terdiam sambil menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit getir
"Gw cabut dulu ya"
Tanpa banyak bicara Bisma langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu, sedangkan Vino langsung menemui Dita saat pulang kerja dan memberikan apa yang Bisma titipkan kepada dirinya
FLASH OFF
Setelah kepergian Dita Angel pun mulai membuka kotak tersebut, di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kalung yang berliontin bulan sabit. Angel juga membuka kartu ucapan yang berada di dalam kotak tersebut
Hai Angel maaf karena tahun ini aku ga bisa hadir di acara ulang tahun kamu
Selamat ulang tahun Angel
Di mana pun aku berada aku akan selalu mendoakan kamu, agar kamu bisa mendapatkan kebahagiaan di dalam hidup kamu
Semoga kamu suka dengan hadiah yang aku berikan Angel, karena bagi aku selamanya kamu bagaikan rembulan
Tiba-tiba saja air mata Angel mengalir dengan sendirinya saat dia memperhatikan liontin kalung tersebut, Angel pun teringat akan sebuah kejadian di masa lalu. Saat itu beberapa anak yang berasal dari sekolah mereka sedang berkumpul di sebuah tempat. Tiba-tiba saja salah seorang dari mereka berkata agar mereka semua menyebutkan sesuatu yang memiliki kesan tersendiri di dalam hati mereka dan apa alasannya
Semua orang yang berkumpul di tempat itu memiliki pilihan mereka masing-masing dengan alasan yang berbeda-beda, sudah pasti Angel saat itu memilih malaikat karena nama panggilan yang dia miliki memiliki arti malaikat
Saat tiba di giliran Bisma dia pun menjawab kalau dia memilih rembulan, alasan yang Bisma berikan saat itu adalah walaupun rembulan tidak seterang matahari dan rembulan selalu berubah-ubah bentuk tapi dia bisa menerangi seseorang dari kegelapan malam
"Dasar laki-laki bodoh," gumam Angel
__ADS_1