
Namun, karena janji yang tidak Albi tepati kali ini kembali menumbuhkan rasa kesal dalam hati Dina. Dia sepertinya sedang sangat marah. Wajahnya saja terlihat memerah sekarang.
Tirta yang kini juga ada di sana, tidak bosan-bosannya untuk mendekati Dina. Dia melakukan segala cara agar bisa kembali berbaikan dengan Medina.
Sebenarnya, hubungan mereka menjauh karena ucapan Albi yang mengatakan, Tirta adalah orang suruhan mamanya untuk membuat Medina berpaling. Waktu itu, saat mereka masih bertukar tubuh meski di alam bawah sadar, tapi semua yang terjadi itu adalah nyata.
Medina pun percaya dengan apa yang suaminya katakan. Meskipun dia marah dengan suaminya sekarang. Ditambah dengan kejadian di masa lalu yang semakin membuat hati Dina terasa kesal pada Tirta.
Tirta adalah orang yang dia sukai. Tapi setelah kembali dari perantauan, dia mengatakan apa yang dia rasakan pada Tirta. Sayangnya, Tirta menolak dengan tenang karena dia tidak merasakan hal yang sama dengan yang Dina rasakan. Lagipula, Tirta sudah memiliki wanita yang dia cintai. Maka dari itu, mereka memutuskan hubungan mereka yang sudah terbangun sejak masih kecil.
Sementara sekarang, Tirta malah tiba-tiba datang dan bilang kalau dia suka pada Medina. Dia ingin menyelamatkan Dina dari rumah tangga yang berantakan. Hal yang tidak masuk akal. Maka dari itu Dina berusaha menjauh dan tidak ingin bicara dengan Tirta sekarang.
"Aku antar kamu pulang ya. Kamu udah nunggu di sini selama hampir satu sengah jam, Dina. Suami kamu itu nggak akan datang. Kalau dia datang, pasti udah datang sejak tadi, kan?"
__ADS_1
"Jangan banyak bicara. Jangan sok peduli padaku. Aku gak butuh itu. Dia mau datang atau nggak, itu bukan urusan kamu, kan?"
"Kenapa masa marah mu terlalu lama, Medina? Aku sungguh sangat mengharapkan kamu yang dulu. Yang selalu hangat setiap kali bersama aku. Medina, semua manusia pernah punya salah. Karena manusia itu tempatnya melakukan kesalahan." Tirta bicara dengan nada sedih.
"Tirta benar, Dina. Cobalah untuk memaafkan Tirta buat yang terakhir kalinya. Karena ibu yakin, kalian berdua itu hanya butuh waktu untuk bersama lagi," ucap ibu panti yang tiba-tiba datang dari belakang.
Dina menatap ibu asuhnya dengan tatapan tak percaya. Karena apa yang ibu asuhnya katakan itu sungguh tidak pernah dia duga sebelumnya. Kesempatan kedua? Memaafkan untuk yang terakhir kalinya?
Bukan Dina tidak ingin memaafkan teman dekat masa kecilnya itu. Hanya saja, dengan memaafkan, itu sama saja memberikan kesempatan pada pria itu untuk berharap. Karena saat ini, dia bukan sendiri lagi. Dia sudah punya suami. Lagipula, hatinya sudah tidak ada ruang untuk pria itu lagi sekarang.
"Maaf, ibu. Dina bukan tidak ingin memberikan kesempatan kedua buat Tirta. Hanya saja, ibu tahu apa status Dina saat ini, bukan? Dina adalah istri orang. Karena itu, tidak ada kesempatan kedua yang bisa Dina berikan."
"Tapi, Dina. Hubungan kalian tidak sama dengan apa yang kamu harapkan, bukan? Suami kamu tidak baik padamu, Nak. Jadi, untuk apa kamu pertahankan lagi hubungan yang tidak baik itu, Medina?"
__ADS_1
Kali ini, ibu asuh itu berucap sambil menyentuh pelan bahu Dina. Dengan tatapan penuh harap, ibu asuh itu menatap wajah Medina.
Sementara itu, Medina merasa sangat kesal. Ucapan ibu asuhnya terkesan sangat tidak masuk akal. Lagipula, kenapa bisa ibu asuhnya mendadak jadi aneh seperti ini? Seperti bukan wanita yang pernah dia kenali saja.
"Ibu, tahu dari mana ibu soal hubungan aku dengan mas Albi tidak baik? Aku tidak pernah mengatakan apapun pada ibu sebelumnya."
"Kamu memang tidak pernah bicara pada ibu, Medina. Tapi ibu adalah orang tua asuh kamu sejak kecil. Jadi, ibu tahu segalanya tentang kamu, Nak."
"Mustahil, Bu. Aku curiga ada orang lain yang bicara pada ibu tentang hubungan rumah tanggaku dengan Mas Albi. Katakan saja dengan jujur, Bu! Aku tidak akan marah pada orang itu. Karena ibu juga tahu, aku adalah orang yang tidak suka dengan kebohongan."
Ibu asuh terdiam sejenak. Dia lirik Tirta yang kini sedang berada di sampingnya. Lalu, ibu asuh kembali melihat Dina yang sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk mendengarkan penjelasan.
"Ibu ... ibu tahu dari, Tirta. Sementara Tirta, dia tahu dari mama mertuamu."
__ADS_1
Dan, penjelasan selanjutnya sama persis dengan apa yang Albi katakan pada Medina saat mereka masih bertukar tubuh beberapa waktu yang lalu.