Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
Memikirkan Hukuman Yang Setimpal


__ADS_3

Angel pun menatap ke arah Abimanyu dengan wajah yang sedikit bingung karena dia merasa tidak mengenal laki-laki tersebut


"Siapa kamu? kenapa kamu minta maaf sama saya?" tanya Angel dengan suara yang lemah


Abimanyu pun menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya dan kesalahan apa yang telah dia lakukan kepada Dita, sudah pasti jiwa sombong Angel menjadi murka mendengar penjelasan laki-laki tersebut. Seandainya saja keadaan tubuh Dita saat itu baik-baik saja maka sudah pasti Abimanyu akan mendapatkan pelajaran yang setimpal


"Kalau kata maaf berguna di dunia ini, apa penjara masih ada gunanya?" tanya Angel dengan wajah yang tidak bersahabat


"Saya akan menerima semua hukuman yang kamu berikan, kalau kamu mau saya berakhir di penjara maka saya akan mengabulkan hal tersebut." jawab Abimanyu dengan serius


Ayah Dita hanya bisa terdiam tapi dia juga merasa sedikit bingung dengan sikap Dita pada saat itu, dia merasa bahwa sang anak terlihat sedikit berubah


"Untuk saat ini sebaiknya kamu pergi dari sini, saya akan memikirkan dengan baik hukuman apa yang setimpal untuk kamu." ucap Angel dengan tegas


Saat itu Abimanyu memilih untuk mengalah karena dia mencoba mengerti perasaan Dita, dia pun segera berpamitan untuk pergi dari tempat itu agar Dita bisa beristirahat. Ayah Dita pun langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping Angel


"Bagaimana perasaan kamu sekarang? apa ada yang kurang nyaman? kalau ada yang kurang nyaman, kamu bisa kasih tau sama ayah." ucap ayah Dita dengan lembut


Angel pun langsung menatap tajam ke arah ayah Dita


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas?" tanya Angel dengan nada sedikit sinis


"Maksud kamu apa Dita?" tanya ayah Dita lirih


"Saya harap sekarang kamu sudah puas setelah melihat keadaan saya menjadi seperti ini," jawab Angel lalu tersenyum sinis


Ternyata Angel mengalami hal yang sama dengan Dita, Angel bisa melihat kenangan-kenangan penting di sepanjang perjalanan hidup Dita. Di mata seorang Angelina Maharani, ayah Dita benar-benar seperti seseorang yang tidak berguna


Ayah Dita hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya, perasaan bersalah pun langsung menyelimuti hati ayah Dita pada saat itu. Di sisi lain Abimanyu yang sedang dalam perjalanan terlihat sedang memikirkan sesuatu

__ADS_1


"Menurut kamu, apa sebaiknya saya periksa ke psikiater?" tanya Abimanyu kepada Indra pemimpin pengawal pribadinya


"Maaf, tapi saya kurang mengerti arah ucapan tuan muda"


Tiba-tiba saja Abimanyu tersenyum tipis


"Apa aku benar-benar sudah gila? bisa-bisanya aku membayangkan perempuan tadi bukanlah dia, tatapan mata dan sikap dia benar-benar berbeda dengan perempuan itu. Bisa aja dia bersikap seperti itu karena merasa marah dan kecewa terhadap aku, sadar Abimanyu!! buang jauh semua pemikiran bodoh kamu itu!!" batin Abimanyu


Abimanyu pun memilih untuk membuang kecurigaannya


FLASH BACK


Indra adalah nama dari pemimpin pengawal pribadi yang bisa mengawal dan menjaga keselamatan seorang Abimanyu Nugraha, seperti biasa Indra akan selalu menyempatkan diri untuk datang ke tepi jurang di mana Dita menjatuhkan tubuhnya setiap pagi


"Saya tau kesalahan yang telah kami lakukan tidak bisa di maafkan dengan mudah, tapi selama saya masih bernafas saya akan datang ke tempat ini untuk mendoakan kamu." batin Indra


Indra pun mengeluarkan setangkai bunga mawar merah yang telah siapkan dan meletakkan bunga tersebut di atas tanah, dia pun mulai berlutut dan menutup kedua bola matanya


Indra pun mulai bangkit setelah merasa cukup puas memanjatkan doa dan mencurahkan isi hatinya, karena dia harus segera kembali dan menjalankan rutinitasnya seperti biasa


Indra langsung mengehentikan niat awalnya untuk pergi dari tempat itu, karena saat itu dia melihat ada seseorang yang muncul dari antara rindangnya pepohonan yang berada di tempat itu. Jarak orang tersebut dengan Indra memang sedikit jauh, tapi Indra memutuskan untuk menunggu orang tersebut walaupun memakan waktu sedikit lama


"Maaf, bapak mau pergi ke mana ya?" tanya Indra


"Saya mau pergi ke kota untuk membeli obat-obatan pak," jawab orang tersebut dengan polosnya


"Membeli obat-obatan dia bilang, berarti dia tinggal entah di mana di bawah sana dong." batin Indra


"Saya lihat tadi bapak keluar dari arah sana, apa bapak tinggal di daerah bawah sana?" tanya Indra dengan serius

__ADS_1


"Iya pak, rumah saya ada di perkampungan kecil di bawah sana pak," jawab orang tersebut sambil menunjuk ke sebuah arah


Tetapi saat itu Indra tidak bisa melihat perkampungan tersebut karena terhalang oleh pepohonan yang rindang


"Apa di bawah sana ada perkampungan pak?"


"Cuma perkampungan kecil pak atau lebih tepatnya hanya ada beberapa keluarga saja pak"


"Saya hampir setiap pagi datang ke tempat ini pak, tapi kenapa saya ga pernah melihat ada orang di sekitar sini ya pak?"


"Kami semua memang jarang untuk keluar dari perkampungan pak, kami hanya keluar dari sana kalau ada keperluan yang cukup mendesak saja pak. Karena jalan yang harus kami tempuh cukup jauh dan terjal," jelas orang tersebut


"Berarti benar kalau orang ini tinggal di bawah sana, ga ada salahnya juga kalau aku tanyakan tentang anak itu ke orang ini." batin Indra


"Maaf sebelumnya pak, belum terlalu lama ini apa ada yang sempat menemukan seorang gadis yang terjatuh ke bawah sana?"


"Oh anak perempuan itu, apa bapak mengenal anak itu?" tanya orang tersebut dengan polosnya


"Jadi kalian sempat menemukan anak perempuan itu pak?" tanya Indra dengan wajah tegang


"Iya pak, kebetulan anak saya yang menemukan anak perempuan itu." jawab bapak tersebut


Jauh di dalam hati Indra saat itu terselip perasaan takut untuk mengetahui kabar seorang Nindita Widianto, tapi dia tetap harus mencari tau kabar tentang gadis tersebut


"Kalau pun dia tidak selamat, setidaknya kami bisa memberikan tempat peristirahatan yang lebih layak untuk anak itu." batin Indra


Indra pun merasa sedikit terkejut bercampur bahagia saat mendengar penjelasan dari orang tersebut tentang Dita, apa yang sedang terjadi benar-benar berbeda jauh dengan apa yang ada di dalam benaknya pada saat itu


Tanpa menunda waktu lagi Indra langsung mengabarkan tentang hal tersebut kepada sang tuan muda, Abimanyu pun langsung menurunkan sebagian orangnya untuk datang ke tempat itu. Abimanyu memerintahkan mereka untuk mengikuti orang tersebut agar memastikan cerita dari orang tersebut

__ADS_1


Tetapi di hari itu Abimanyu tetap menemui Dita yang berada di dalam Angel untuk memastikan kecurigaan yang dia rasakan


FLASH OFF


__ADS_2