
Vino yang sudah berada di depan pintu apartemen Angel langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Dita
"Sekarang, apa lagi?" tanya Dita
"Besok sepertinya aku ga bisa antar sarapan dan makan siang untuk kamu, soalnya besok jadwal aku sedikit padat." jelas Vino
Dita pun langsung memasang wajah malas
"Terus apa masalahnya? apa kamu pikir aku akan kelaparan kalau kamu ga datang ke sini untuk antar makanan?"
Vino pun tersenyum tipis
"Aku tau kamu ga mungkin sampai kelaparan walaupun aku ga datang, tapi aku sudah bilang kalau aku mau bertanggung jawab sama kamu. Aku cuma mau kasih tau, kalau nanti ada orang lain yang ke sini antar makanan untuk kamu." jelas Vino dengan lembut
"Oke"
Tiba-tiba Vino meletakkan tangannya di ujung kepala Dita dengan lembut
"Aku pulang dulu ya, kamu juga langsung istirahat aja. Kalau kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungi aku." ucap Vino dengan lembut
Apa yang Vino lakukan saat itu berhasil membuat Dita merasakan kembali debaran di dalam dadanya
"Sial!!" umpat Dita tanpa sadar
Vino pun langsung menatap ke arah Dita dengan serius sambil mengerutkan keningnya
"Kenapa sekarang kamu sering mengumpat Angel? sebagai seorang perempuan itu bukanlah sesuatu yang baik," ucap Vino dengan serius
Dita pun hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah Vino
"Semua itu salah kamu, sikap kamu yang sekarang membuat jantung aku dalam masalah!!" gerutu Dita di dalam hatinya
"Apa kamu ga suka mendengar aku mengumpat?" tanya Dita dengan senyuman penuh arti
Vino hanya terdiam karena dia yakin saat itu Dita akan mengucapkan kata-kata yang tidak dia sukai
"Kalau kamu ga suka dengan sikap aku, kamu ga perlu lagi datang ke tempat ini. Mudah kan?" lanjut Dita
Vino pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Jangan pernah minta itu dari aku Angel, karena aku ga akan pernah mengabulkan hal tersebut. Kamu juga ga bisa menyalahkan aku dengan pilihan aku saat ini, semua terjadi karena kamu." jelas Vino
__ADS_1
"Aku?" tanya Dita dengan wajah tidak terima
Vino hanya tersenyum penuh arti
"Tatapan mata kamu membuat aku merasa tertarik sama kamu, dan perubahan sikap kamu membuat aku ga bisa mengalihkan perhatian aku dari kamu." batin Vino
"Sudah malam aku pulang dulu ya," ucap Vino
"Tapi kamu belum jelasin ke aku, kenapa kamu bilang semua karena aku?" tanya Dita dengan tegas
Vino pun tersenyum tipis
"Karena kamu sudah berhasil membuka hati aku Angel, jadi jangan berharap aku akan menyerah untuk mendapatkan kamu." jawab Vino dengan lembut
Dita sendiri hanya bisa terdiam membeku mendengar hal tersebut, Vino pun berpamitan sekali lagi dan pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Dita langsung menutup pintu apartemen tersebut
"Akh!! aku bisa gila sendiri kalau begini!!" ucap Dita sedikit berteriak
"Apa ini yang di namakan cinta? tapi apa aku boleh memiliki perasaan seperti ini?" gumam Dita lirih
Di sebuah perkampungan yang terisolasi dari dunia luar Angel berusaha dengan keras agar bisa sedikit demi sedikit menggerakkan anggota tubuh Dita, rasa jengkel dan amarah karena keadaan yang ada sudah tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata
"Astaga!! ini semua benar-benar ga adil!! aku harus menderita di tempat seperti ini, sedangkan anak itu sudah bisa bergerak dengan bebas. Dia bahkan bisa menikmati semua fasilitas yang aku miliki," gerutu Angel di dalam hatinya
Menjelang sore hari Dita langsung membersihkan diri karena berniat untuk datang ke taman, dia berharap dapat bertemu dengan nenek yang kemarin dia temui. Dita berharap masih bisa mendapatkan sedikit penjelasan dari nenek tersebut
Dita memilih untuk duduk di tempat yang sama dengan kemarin sambil terus mencari keberadaan nenek tersebut, tetapi setelah cukup lama Dita berada di sana nenek tersebut tetap tak terlihat. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menyodorkan sebotol air mineral kepada Dita sambil tersenyum tipis
"Jangan bilang kalau kamu tinggal di apartemen ini juga," ucap Dita dengan wajah tidak bersahabat
Tanpa rasa malu sama sekali orang tersebut yang ternyata adalah Abimanyu Nugraha mendudukkan tubuhnya tepat di samping Dita, dia pun menyodorkan kembali botol air mineral yang sempat dia berikan. Tak ingin memperpanjang masalah Dita pun mengambil botol air mineral tersebut
"Saya ga bertempat tinggal di daerah sini," jawab Abimanyu
Dita pun tersenyum sinis
"Jadi kamu sengaja datang ke tempat ini untuk menemui saya?"
"Kalau saya jawab saya baru bertemu seseorang di apartemen ini, apa kamu percaya?" tanya Abimanyu lalu tersenyum
Dita hanya terdiam sambil tersenyum sinis, sedangkan Abimanyu langsung tertawa dengan lepas
__ADS_1
"Oke, saya akui saya memang sengaja datang ke tempat ini karena ingin bertemu dengan kamu"
"Apa yang kamu mau dari saya?" tanya Dita sambil menatap dengan tajam
"Saya hanya ingin bertanya sesuatu kepada kamu Angelina Maharani"
"Tentang apa?" tanya Dita dengan serius
"Tentang Nindita Widianto"
Saat itu hati Dita sudah berdetak tak menentu setelah mengetahui apa yang di inginkan oleh laki-laki yang berada di hadapannya tersebut
"Apa yang ingin kamu tanyakan tentang dia?"
Dita berusaha sekuat tenaga untuk tetap terlihat tenang dan menutupi perasaan yang sedang dia rasakan saat itu, sedangkan Abimanyu terlihat tersenyum penuh arti
"Saya hanya akan bertanya dua hal terhadap kamu Angelina Maharani," ucap Abimanyu dengan serius
Dita pun menatap Abimanyu semakin lekat
"Pertama, apa tujuan kamu yang sebenarnya mendekati orang tua Nindita Widianto?"
"Apa salahnya? saya memang berhubungan dekat dengan Dita"
Abimanyu memberikan senyuman yang penuh arti
"Satu lagi, kenapa kamu bisa berada di tempat Nindita Widianto menjatuhkan tubuhnya pada malam itu?" tanya Abimanyu sambil menatap ke arah Dita dengan serius
Entah sudah secepat apa detak jantung Dita pada saat itu, Dita pun menutupi perasaan yang sedang dia rasakan saat itu dengan senyuman sinis
"Apa kamu bisa memberikan saya penjelasan tentang hal itu?" tanya Abimanyu dengan serius
"Astaga!! apa otak kamu itu bermasalah? saya sendiri baru mendengar tentang kejadian itu setelah bertemu dengan orang tua Dita, mana mungkin saya tau kalau saya berada di tempat yang sama dengan tempat Dita memilih untuk mengakhiri hidupnya." jawab Dita
Lagi-lagi Abimanyu Nugraha memberikan sebuah senyuman yang penuh arti
"Apa maksud senyuman kamu itu?" tanya Dita dengan tegas
"Saya tidak bisa membantah untuk jawaban kedua dari kamu, tapi untuk jawaban pertama kamu benar-benar terdengar tidak masuk akal bagi saya." ucap Abimanyu dengan serius
"Apa maksud ucapan dia? apa dia mengetahui sesuatu?" batin Dita dengan perasaan yang sudah tak menentu
__ADS_1
"Karena saya sudah mencari tau tentang kalian berdua, dan di situ tertulis dengan jelas bahwa kalian berdua kemungkinan besar tidak saling mengenal." lanjut Abimanyu dengan yakin