Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
Kembali Ke Tubuh Masing-Masing


__ADS_3

Setelah memutuskan sambungan teleponnya Angel pun terlihat termenung


"Apa kamu sendiri sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan Nindita Widianto? karena tanpa kamu sadari kamu sudah mewujudkan keinginan aku, kamu berhasil membuat seorang Angel mengabaikan Vino dan kamu juga sudah membuat aku bertemu dengan rembulan di hati Vino." batin Angel sambil tersenyum tipis


Di tempat yang berbeda Bisma sudah mulai bersiap keluar dari apartemennya dan benar-benar akan meninggalkan kota tersebut, sedangkan Angel mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Vino dengan tatapan mata yang penuh arti


"Apa ada masalah sama teman kamu? kenapa wajah kamu terlihat seperti itu?" tanya Vino dengan serius


Angel pun tersenyum tipis tetapi entah mengapa senyuman Angel saat itu terlihat sedikit berbeda di mata Vino, dia merasa senyuman Angel saat itu sama seperti senyuman Angel yang dulu


"Teman aku baik-baik saja, tapi apa aku boleh memperlihatkan sesuatu ke kamu Vino?" tanya Angel


Vino hanya terdiam sambil menganggukkan sedikit kepalanya, Angel pun mulai mengeluarkan kalung yang berada di lehernya dan dia buat keadaan kalung tersebut menggantung tepat di hadapan Vino. Dalam sekejap wajah Vino berubah menjadi mode serius


"Apa kamu mengenal kalung ini Vino? tanya Angel


Vino pun langsung menatap ke arah Angel dengan tajam


"Dari mana kamu mendapatkan kalung itu Angel?" tanya Vino penuh penekanan


Angel pun tersenyum penuh arti


"Seandainya aku bilang kalau aku mengenal orang yang memiliki kalung ini, apa yang akan kamu lakukan sayang?" ucap Angel lalu tersenyum khas dirinya


Degh....


Vino hanya terdiam dengan wajah dinginnya, jauh di dalam lubuk hati Vino dia yakin bahwa Angel yang ada di hadapannya bukanlah Angel yang selama ini menarik perhatiannya. Vino pun langsung mengulurkan tangannya


"Berikan kalung itu ke aku," ucap Vino dengan tegas


Angel pun meletakkan kalung tersebut di atas telapak tanga Vino


"Nindita Widianto," ucap Angel


Vino hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Itu nama perempuan yang selama ini kamu cari Vino"

__ADS_1


Vino hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama


"Apa kamu masih berniat untuk berlama-lama berduaan sama aku?" tanya Angel dengan sinis


"Apa kamu sudah ingat semuanya Angel?"


Angel pun tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya


"Bukan hanya mengingat semuanya, tapi aku juga sudah menjadi Angel yang dulu sayang." ucap Angel dengan senyuman sombong khas dirinya


Dalam sekejap mata hati Vino tertutup kembali untuk gadis cantik yang ada di hadapannya tersebut, bahkan cincin yang sudah dia siapkan dia masukkan kembali ke dalam saku celananya. Ternyata saat itu baik Angel maupun Dita sudah kembali ke tubuh mereka masing-masing


Angel pun mulai bangkit dari duduknya dan menatap ke arah Vino dengan senyuman khas dirinya


"Maaf karena aku ga bisa menemani kamu lebih lama lagi di tempat ini, aku harus secepatnya mencegah Bisma meninggalkan kota ini." ucap Angel


Tanpa menunggu jawaban dari Vino terlebih dahulu Angel pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, sedangkan Vino sendiri hanya bisa terdiam pada saat itu tetapi tak lama kemudian dia pun tersenyum tipis


"Aneh!! ini semua benar-benar terasa aneh!! apa hati aku tidak punya pendirian sama sekali? belum lama ini padahal aku masih merasa cemburu saat melihat Bisma menatap Angel penuh cinta, tapi sekarang aku ga merasakan apapun saat Angel pergi meninggalkan aku dan bilang dia mau menghalangi Bisma meninggalkan kota ini." batin Vino


"Ga bisa!! kalau begini keadaannya, aku ga akan sempat untuk bertemu sama dia." batin Angel


Angel pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Bisma


"Halo Angel," sapa Bisma


"Apa kamu sudah gila?!! apa ini cara kamu memperlakukan rembulan di hidup kamu?!!" teriak Angel


Bisma pun tersenyum getir


"Setidaknya aku sudah yakin kalau rembulan di dalam hidup aku sudah menemukan kebahagiaan dia," jawab Bisma terdengar lirih


"Hentikan niat bodoh kamu itu!! percaya atau tidak aku akan menyusul kamu ke sana, aku akan berpacaran dengan seribu laki-laki di hadapan mata kamu untuk membalas kebodohan kamu ini." ucap Angel penuh penekanan


"Apa maksud kamu Angel?" tanya Bisma dengan tegas


"Kamu ga boleh pergi kemana-mana, karena di dunia ini cuma aku yang boleh menindas kamu." jawab Angel terdengar lirih

__ADS_1


Saat itu Bisma belum mengerti arah ucapan Angel dan dia pun membuang nafasnya dengan kasar


"Apa kamu lagi ada masalah sama vino? biar aku coba hubungi Vino dan bicara sama dia"


"Aku ga mau membahas tentang orang lain, karena aku cuma mau membahas tentang kita." jawab Angel dengan serius


"Sebenarnya apa mau kamu Angel?" tanya Bisma dengan tegas


Saat itu Bisma benar-benar sudah tidak ingin lagi menjadi orang yang berdiri di belakang Vino dan Angel seperti selama ini


"Apa selamanya kamu hanya akan menjadi orang bodoh? apa kamu ga bisa mengerti semua ucapan aku? yang aku mau saat ini cuma kamu, jadi berhenti di situ sekarang juga dan jemput aku." ucap Angel lirih


Sedangkan di tempat yang berbeda Dita yang sudah kembali ke tubuhnya langsung bangkit dan mencari keberadaan sang ayah, saat itu sang ayah terlihat baru saja keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri. Dengan hati yang sudah tak menentu Dita pun mulai mendekat ke arah sang ayah


"Ayah," ucap Dita dengan lirih


Sang ayah langsung menatap ke arah Dita dengan senyuman yang hangat


"Apa kamu butuh sesuatu?" tanya ayah Dita


Tanpa banyak bicara Dita melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang ayah dan langsung memeluk tubuh sang ayah dengan sangat erat, sang ayah yang merasa sedikit bingung dengan sikap Dita saat itu hanya bisa membalas pelukan Dita


"Kamu kenapa? apa teman kamu sedang ada masalah?" tanya ayah Dita dengan perasaan sedikit cemas


Dita pun mulai mendongakkan kepalanya sambil menggelengkan kepalanya


"Terus kamu kenapa?"


"Tadi aku cuma ketiduran dan aku mimpi buruk, di mimpi aku itu aku ga bisa peluk ayah walaupun ayah ada di depan mata aku." jawab Dita lirih


Ayah Dita pun tertawa lepas saat mendengar alasan yang Dita berikan


"Bukannya dari dulu kamu selalu bilang kalau kamu mau tumbuh menjadi anak yang kuat, kenapa kamu bisa ketakutan seperti ini karena mimpi buruk?" ucap ayah Dita dengan lembut


Dita pun hanya terdiam sambil tersenyum tipis


"Keinginan terakhir aku sudah terwujud untuk hidup dengan baik tanpa harus memikirkan tentang hutang-hutang yang tidak pernah ada habisnya, tapi ternyata bisa memeluk ayah seperti ini jauh lebih berarti dari pada memiliki itu semua." batin Dita

__ADS_1


__ADS_2