Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
Ancaman Dari Dita


__ADS_3

Sepanjang malam ayah Dita menjaga Angel yang berada di tubuh sang buah hati dengan penuh perhatian, tapi Angel sendiri tidak pernah menunjukkan sikap ramah sama sekali. Dengan ingatan Dita yang dia lihat dan kepribadian dirinya membuat dia bersikap seperti itu kepada ayah Dita


Jauh di dalam lubuk hati ayah Dita merasa sedih dengan sikap yang Angel tunjukkan saat itu, tapi dia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena dia sadar kesalahan yang telah dia lakukan di masa lalu sangat besar


"Apa kamu baik-baik aja kalau ayah tinggal kamu sebentar Dita? ayah mau sarapan habis itu ayah langsung balik lagi ke sini ya," ucap ayah Dita dengan lembut


"Apa kamu ga merasa muak bersikap seperti itu?" tanya Angel dengan sinis


"Maksud kamu apa ya Dita?"


"Apa kamu ga merasa muak berpura-pura untuk menjadi orang tua yang baik?" tanya Angel lalu tersenyum sinis


Kedua bola mata ayah Dita pun mulai berkaca-kaca


"Ayah tau kalau kesalahan yang telah ayah lakukan sama kamu terlalu besar, tapi apa yang ayah lakukan saat ini karena ayah benar-benar sayang sama kamu." jelas ayah Dita lirih


Angel hanya terdiam dan menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sinis, ayah Dita sendiri memilih untuk menghindar dari pada bersitegang dengan sang buah hati. Ayah Dita keluar dari ruang rawat Angel dengan perasaan yang hancur lebur hingga tanpa terasa air mata pun mengalir dengan sendirinya


"Bapak mau ke mana?" tanya Dita


Dita sendiri memilih untuk dari pagi sudah berada di tempat itu karena ingin mencari celah untuk berbincang dengan Angel, tetapi dia harus menyaksikan keadaan sang ayah yang seperti itu. Dengan cepat ayah Dita langsung menghapus air matanya


"Bapak mau sarapan dulu, kamu langsung masuk aja ya sekalian tolong temani Dita sebentar." jawab ayah Dita


"Apa keadaan Dita baik-baik saja pak?" tanya Dita dengan serius


"Dokter bilang untuk saat ini semuanya baik-baik saja, tapi kemungkinan butuh waktu sedikit lama agar Dita bisa berjalan seperti biasa." jelas ayah Dita lirih


"Apa bapak menangis karena hal itu?"


"Bapak ga nangis kok nak, bapak cuma merasa bahagia karena Dita masih bisa kembali ke sisi bapak." ucap ayah Dita lirih


"Aku tau kalau saat ini ayah sedang berbohong, aku bisa merasakan kalau saat ini ayah sedang merasa sedih. Atau jangan-jangan anak sombong itu yang membuat ayah seperti ini," batin Dita

__ADS_1


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya bahas dengan Dita pak, apa bapak bisa memberikan sedikit waktu untuk kami berdua?"


Ayah Dita pun menyetujui hal tersebut dan meminta Dita untuk menghubungi dirinya jika urusannya mereka telah usai, tanpa menunda waktu lagi Dita langsung masuk ke ruang rawat Angel dan mendudukkan tubuhnya di bangku yang berada di samping tempat tidur. Sedangkan Angel langsung memasang wajah malas


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap ayah aku?" tanya Dita dengan tegas


"Aku hanya memperlakukan dia sebagaimana mestinya orang seperti dia di perlakukan," jawab Angel dengan nada sombong khas dirinya


"Jadi kamu mengakui kalau kamu yang membuat ayah aku sampai menangis?" tanya Dita Dita dengan tegas


"Kalau benar, kamu mau apa?" tanya Angel dengan sombongnya


Dita pun tersenyum dingin


"Apa kamu lupa kalau saat ini aku yang berada di dalam tubuh kamu?"


Angel pun langsung menatap tajam ke arah Dita


"Apa kamu pikir cuma kamu yang bisa berbuat seperti itu? apa kamu pikir aku ga bisa membalas kamu dengan cara yang sama?" tanya Dita dengan wajah dingin


"Kalau kamu ga bisa bersikap baik dengan orang di sekeliling aku, maka aku juga akan melakukan hal yang sama dengan orang yang berada di sekeliling kamu. Aku rasa aku bisa memulai hal itu dari mama kamu, aku rasa bukan hal yang sulit untuk membuat mama kamu yang baik itu menangis." ucap Dita dengan tegas


Ancaman dari Dita membuat Angel merasa sedikit takut, walaupun sudah pasti Dita tidak akan mungkin melakukan hal tersebut


"Kamu ga boleh melakukan hal itu terhadap mama aku, apa kamu manusia yang ga punya hati? selama ini mama aku sudah bersikap baik terhadap kamu," ucap Angel penuh penekanan


Dita pun memberikan sebuah senyuman tipis di bibirnya, tetapi entah mengapa senyuman Dita saat itu terlihat sedikit mengerikan di mata seorang Angelina Maharani


"Apa kamu sudah lupa kalau aku sanggup hal-hal gila untuk mendapatkan apa yang saya inginkan?"


Nyali seorang Angelina Maharani di buat menciut di hadapan sosok Nindita Widianto, Angel teringat hal gila yang di lakukan oleh Dita saat akan menyelamatkan Vino dan itu membuat dia benar-benar tidak berani lagi menunjukkan taringnya di hadapan Dita


"Jadi apa yang kamu mau?" tanya Angel

__ADS_1


"Mulai saat ini kamu di larang untuk menyakiti perasaan ayah aku, baik itu di sengaja ataupun tidak." ucap Dita dengan tegas


Angel yang sudah tidak punya nyali memilih untuk diam dengan wajah malas


"Sebesar apapun kesalahan ayah saya di masa lalu akan menjadi urusan kami berdua, kamu sama sekali ga berhak untuk menyakiti perasaan dia. Apa kamu paham?" lanjut Dita dengan penuh penekanan


Aura yang Dita pancarkan pada saat itu membuat Angel tidak berani untuk memberikan perlawanan apapun, dia pun berjanji untuk mulai merubah sikapnya terhadap ayah Dita


"Sekarang saatnya kita membahas sesuatu yang lebih serius," ucap Dita dengan serius


Angel pun menatap ke arah Dita dengan seksama


"Kita harus mencari tau alasan kita terjebak dalam keadaan seperti ini," lanjut Dita


Dita menceritakan pertemuan dirinya dengan sang nenek misterius di taman, dia juga mengatakan semua yang dia dengar dari nenek tersebut


Mereka berdua mulai berbagi informasi tentang banyak hal dan berharap bisa menemukan sesuatu, tetapi mereka tetap tidak menemukan apapun setelah membahas banyak hal. Tiba-tiba saja ponsel Dita mulai berdering dan panggilan telepon tersebut berasal dari Vino


Dita pun merasa tak enak hati saat mengetahui siapa yang menghubungi dirinya pada saat itu, Angel pun menatap ke arah Dita dengan perasaan yang sedikit bingung


"Siapa yang telepon?" tanya Angel


"Vino," jawab Dita lalu meletakkan kembali ponselnya dan mengabaikan panggilan telepon tersebut


Angel pun tersenyum penuh arti


"Kamu memang perempuan hebat yang sedikit gila, kamu bisa merubah sikap Vino sampai sejauh itu." batin Angel


"Kenapa ga di angkat?" tanya Angel


"Karena saat ini kita sedang membahas masalah yang lebih penting," jawab Dita


Mereka memang sedang membahas sesuatu yang penting, tapi saat itu Dita memilih untuk mengabaikan panggilan telepon Vino untuk menghargai Angel. Tapi di seberang sana Vino tak henti-hentinya menghubungi Dita, Angel pun langsung memasang wajah malas

__ADS_1


"Sebaiknya kamu angkat telepon dari dia, atau kita ga akan bisa melanjutkan pembahasan kita." ucap Angel dengan nada sedikit sinis


__ADS_2