
Abimanyu memerintahkan para dokter terbaik di rumah sakit tersebut untuk menangani kesehatan Dita, Angel sendiri mulai belajar untuk merubah sikapnya terhadap orang lain terutama kepada ayah Dita. Angel juga tidak lagi meminta Abimanyu untuk pergi jika sesekali laki-laki tersebut datang untuk melihat keadaannya
Hampir di setiap harinya Dita yang berada di dalam tubuh Angel akan datang ke rumah sakit, mereka berdua akan membahas banyak hal yang bisa menjadi kemungkinan pertukaran tubuh mereka sampai terjadi. Tetapi mereka benar-benar merasa buntu dan tidak bisa menemukan petunjuk apapun
Di sisi lain mama Amel sangat merindukan sosok sang buah hati yang kini menjadi anak penurut, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak karena Dita dan Vino selalu menemukan alasan baru untuk menghindar sementara waktu
Hari itu Vino menjemput Dita ke rumah sakit karena hari itu adalah jadwal bagi tubuh Angel melepas gips, setelah pulang dari rumah sakit tiba-tiba saja Vino menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah butik
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Dita dengan wajah sedikit bingung
"Mau siapin gaun untuk acara nanti malam"
"Gaun? gaun untuk apa?" tanya Dita semakin merasa bingung
"Apa kamu lupa kalau kamu sudah janji mau temani aku datang ke sebuah acara?"
"Jadi ini tujuan utama kamu jemput aku?" tanya Dita dengan wajah malasnya
Vino pun terlihat menahan tawanya melihat ekspresi wajah Dita pada saat itu, entah mengapa bagi seorang Alviano Putra Mahendra semua tingkah laku yang Dita tunjukkan benar-benar terlihat lucu di matanya
Dita pun terpaksa mengikuti keinginan Vino karena dia memang sudah berjanji akan hal tersebut, setelah melihat beberapa gaun akhirnya pilihan jatuh ke sebuah gaun berwarna hitam yang tidak terlalu terbuka dan terlihat sangat elegan
Vino juga mengantarkan Dita ke sebuah salon untuk melakukan perawatan diri, sudah pasti seorang Nindita Widianto tidak terlalu suka menjalani hal-hal yang seperti itu. Di sepanjang perjalanan pulang Dita hanya terdiam dengan wajah kurang bersahabat
"Apa ada masalah?" tanya Vino dengan serius
Dita pun langsung menatap ke arah Vino dengan tajam
"Aku memang sudah janji mau temani kamu datang ke acara, kalau cuma pergi ke butik aku rasa ga masalah karena aku harus pakai gaun yang cocok untuk datang ke acara itu. Tapi kenapa kamu masih minta aku buang waktu aku untuk hal ga penting itu?"
"Maksud kamu ke salon?" tanya Vino sambil melirik sekilas ke arah Dita
__ADS_1
"Lagi pula apa aku berubah menjadi bidadari setelah aku membuang waktu aku selama berjam-jam di tempat tadi?"
Vino hanya tersenyum penuh arti
"Aku ga tau lagi harus berbuat seperti apa sama kamu Angel? semua perubahan sikap kamu benar-benar membuat aku semakin ga bisa berpaling dari kamu," batin Vino
Vino pun meletakkan tangannya di ujung kepala Dita dengan lembut
"Aku minta maaf ya, aku janji ga akan minta kamu untuk datang lagi ke salon kalau kamu memang ga suka melakukan hal itu." jawab Vino
Perdebatan di antara mereka pun bisa di selesaikan dengan sangat mudah, karena tanpa mereka sadari bahwa kini hubungan di antara mereka sudah mendekat dengan sendirinya
Menjelang malam Vino menjemput Dita ke apartemen Angel, dia juga menggunakan pakaian dengan warna yang selaras dengan gaun Dita. Mereka mulai menuju ke sebuah hotel yang cukup ternama di kota tersebut di mana acara tersebut di selenggarakan, acara tersebut adalah acara resepsi pernikahan salah satu kenalan Vino
Untuk pertama kalinya seorang Alviano Putra Mahendra menghadiri sebuah acara dengan membawa pendamping, tentu saja hal tersebut berhasil mencuri perhatian beberapa orang yang mengenal Vino. Hal yang sama juga di rasakan oleh Bisma, tanpa sadar Bisma terus memperhatikan Vino dan Angel
"Saat ini aku merasa kalau aku benar-benar sudah kehilangan Angel, tatapan mata Vino ke Angel sama seperti cara aku menatap Angel selama ini." batin Bisma sambil tersenyum getir
Di tengah percakapan mereka Dita berpamitan untuk pergi ke kamar kecil, dan Vino langsung menatap serius ke arah sang sahabat
"Gw mau minta maaf sama lu," ucap Vino dengan serius
"Minta maaf untuk apa?" tanya Bisma sambil mengerutkan keningnya
"Gw harus minta maaf sama lu, karena sekarang gw ga bisa lagi mundur untuk memiliki Angel"
Bisma pun tersenyum tipis
"Sepertinya yang pernah gw bilang sama lu, bisa melihat Angel bahagia sudah membuat gw bahagia." ucap Bisma dengan tulus
Sedangkan Dita yang baru saja menyelesaikan urusannya di dalam toilet sedang membasuh tangannya di wastafel, tiba-tiba saja ada beberapa orang gadis yang berdiri tepat di samping Dita sambil tersenyum penuh arti
__ADS_1
"Apa kabar Angel?"
Dita hanya melirik sekilas dan melanjutkan apa yang sedang dia lakukan saat itu
"Aku ga sangka akhirnya kamu berhasil juga menjadi pasangan Vino di sebuah acara," ucap gadis tersebut dengan nada sinis
Di mata seorang Nindita Widianto para gadis tersebut hanya terlihat seperti para gadis manja yang sedang berusaha untuk mencari ulah, dan dia sendiri merasa enggan untuk meladeni para gadis tersebut
"Apa sekarang kamu semakin gencar untuk mendapatkan Vino?" tanya gadis tersebut dengan nada suara yang sedikit meremehkan
Semua gadis-gadis tersebut tertawa kecil dengan tatapan mata yang meremehkan ke arah Dita, sedang Dita yang sudah selesai membasuh tangan sedang mengeringkan tangannya
"Kami semua sebenarnya sedikit penasaran, cara apa yang kamu gunakan untuk menaklukkan laki-laki dingin itu Angel?"
Lagi-lagi para gadis tersebut tertawa kecil dengan tatapan mata yang meremehkan, Dita yang sudah selesai dengan urusannya di tempat itu mulai melangkahkan kakinya untuk keluar
"Kenapa kamu masih saja bersikap sombong Angel? keluarga kamu hanya tinggal menunggu waktu dan akan segera menghilang," ucap salah gadis sambil sedikit berteriak
Dita pun langsung menghentikan langkah kakinya
"Wah akhirnya dia memberi respon sama kita!!" seru salah seorang gadis
"Lagi pula untuk apa dia masih bersikap sombong di hadapan kita? aku yakin saat ini dia menggunakan tubuhnya untuk menaklukkan Vino, cuma dengan cara itu dia bisa membantu perusahaan keluarganya tetap bertahan." timbal yang lain dengan nada sinis
Dita pun tersenyum dingin dan langsung mengunci pintu kamar mandi
"Apa yang kamu lakukan Angel? kenapa kamu mengunci pintu?"
Dita yang awalnya tidak ingin meladeni mereka tidak mungkin lagi berdiam diri setelah mendengar kata-kata seperti itu, dia pun langsung memutar tubuhnya dan menatap dingin ke arah para gadis tersebut
"Apa sudah selesai?" tanya Dita dengan dingin
__ADS_1
Para gadis tersebut telah salah sasaran melakukan hal tersebut kepada seorang Nindita Widianto yang menganggap sebuah harga diri adalah sesuatu yang berharga