
Dita mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dengan wajah yang terlihat sedikit bingung, dia masih bisa mengingat dengan jelas mimpi yang baru saja hadir di dalam tidurnya
"Aneh!! mimpi tadi benar-benar aneh!! kenapa aku bisa bermimpi seperti aku sedang di culik? kalau aku ingat-ingat lagi, aku sempat mendapatkan kilasan yang sama seperti di mimpi tadi saat aku mencoba melarikan diri. Tapi aku ga ingat kalau aku pernah di culik saat aku masih kecil, sebaiknya besok aku temui ayah dan menanyakan tentang hal ini." gumam Dita
Tanpa sadar Dita terus memikirkan tentang mimpi aneh tersebut, entah mengapa hati kecil Dita saat itu berkata bahwa ada sesuatu yang tersimpan di balik mimpi aneh tersebut
Saat pagi mulai menyapa Dita pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit, Dita tidak ingin menunda waktu untuk memastikan tentang itu semua. Saat itu Dita sudah bertempat tinggal di apartemen Angel dan mendapatkan izin dari kedua orang tua Angel
Sesampainya di rumah sakit Dita menyapa Angel terlebih dahulu, tapi tak lama kemudian Dita meminta sang ayah untuk bicara empat mata. Mereka berdua pun keluar dari ruang rawat Angel dan duduk di salah satu bangku yang berada di lorong rumah sakit tersebut
"Ada masalah apa nak?" tanya ayah Dita
"Maaf pak sebelumnya, tapi saya mau bertanya sesuatu tentang Dita." jawab Dita
"Apa yang mau kamu tanyakan tentang Dita?"
Dita pun menatap sang ayah dengan wajah serius
"Saya cuma ingin tau pak, apa saat Dita kecil dia pernah mengalami penculikan?"
Ayah Dita pun langsung menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Aku yakin kalau saat ini ayah ga berbohong, apa mimpi dan kilasan yang pernah aku lihat itu sebenarnya memang ga pernah terjadi?" batin Dita
"Apa kamu di minta sama Dita untuk memastikan hal ini lagi sama bapak?" tanya ayah Dita
Dita pun langsung menatap ke arah sang ayah dengan perasaan sedikit bingung
"Apa Dita juga menanyakan tentang hal ini sama bapak?"
__ADS_1
Ayah Dita pun menjawab dengan anggukan kepalanya
"Anak ini benar-benar ya!! dari mana dia tau tentang penculikan itu? yang lebih penting lagi, kenapa dia ga bilang apapun sama aku? seharusnya dia ga boleh menutupi hal ini dari aku, karena ini kejadian yang mungkin saja pernah terjadi di dalam hidup aku. Walaupun aku sendiri ga bisa mengingat apapun tentang itu," batin Dita
Ayah Dita menatap jauh ke depan lalu membuang nafasnya dengan kasar
"Saat kecil Dita memang ga pernah mengalami penculikan secara jelas, karena ga pernah ada yang menghubungi kami untuk meminta tebusan atau apapun itu. Tapi sebenarnya ada kejadian yang sedikit aneh saat Dita masih kecil," jelas ayah Dita
Dita yang sedang larut dalam pikirannya sendiri pun langsung menatap ke arah sang ayah dengan serius
"Apa saya boleh tau tentang kejadian itu pak?"
Ayah Dita mulai menatap ke arah Dita lalu menganggukkan sedikit kepalanya
"Waktu itu kami sekeluarga sedang pergi ke taman bermain, kami datang ke sana karena tempat itu baru di buka dan ada event tentang putri dongeng. Saya masih ingat kalau hari itu benar-benar di padati oleh pengunjung, di tengah keramaian saya dan istri saya sempat kehilangan Dita." jelas ayah Dita
"Kenapa aku juga ga mengingat tentang kejadian itu?" batin Dita
"Waktu itu kami berdua sedikit kesulitan untuk menemukan Dita, walaupun sudah mendapatkan bantuan dari para penjaga di tempat itu. Saya masih ingat waktu itu mendiang istri saya sampai tidak berhenti menangis, dia merasa ketakutan kami akan berpisah dengan Dita untuk selamanya." lanjut ayah Dita
Dita hanya bisa terdiam karena dia benar-benar tidak bisa mengingat apapun tentang kejadian tersebut
"Waktu itu cukup lama juga Dita terpisah dari kami di tempat itu"
"Lalu bagaimana caranya Dita bisa ketemu pak?" tanya Dita
"Menjelang sore hari ada pengumuman yang memberitahukan bahwa ada anak perempuan yang mengalami kecelakaan di tempat itu, dan kamu tau? ternyata anak kecil itu Dita." jelas ayah Dita
"Kalau kamu perhatikan di bagian kening Dita ada bekas jahitan akibat kejadian itu, waktu itu luka yang Dita alami cukup parah"
__ADS_1
"Aku ingat dulu saat kecil aku pernah terbangun di rumah sakit, tapi aku sendiri ga tau kenapa aku bisa ada di sana?" batin Dita
"Ya pak, saya pernah tanya tentang itu sama Dita. Waktu itu dia jawab dia mengalami kecelakaan, tapi dia sendiri ga ingat bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi." ucap Dita
Ayah Dita terlihat menganggukkan sedikit kepalanya
"Kecelakaan itu cukup parah dan membuat Dita sampai beberapa hari tidak sadarkan diri, saat dia tersadar dia tidak bisa mengingat apapun yang terjadi di hari itu." jelas ayah Dita
"Kenapa aku merasa ga ada yang aneh dengan cerita itu? cerita itu cuma tentang aku yang terpisah dari orang tua aku lalu mengalami kecelakaan," batin Dita dengan perasaan yang semakin bingung
"Maaf pak sebelumnya tapi apa yang aneh dari cerita itu ya pak?" tanya Dita dengan wajah serius serius
"Karena saat kami membawa Dita ke rumah sakit, pihak rumah sakit mengatakan bahwa di pergelangan tangan Dita ada memar seperti bekas ikatan." jelas ayah Dita
Dita pun langsung merasa terkejut mendengar ucapan sang ayah, berarti mimpi dan juga kilasan yang pernah dia lihat mungkin saja benar-benar pernah dia alami
"Kami juga membuat laporan kalau ada kemungkinan anak kami mengalami penculikan kepada pihak yang berwajib, tapi karena kurangnya bukti yang mendukung membuat kasus itu harus di tutup." jelas ayah Dita
"Jadi itu alasannya waktu aku kecil dan di rawat di rumah sakit ada beberapa polisi yang datang dan banyak bertanya sama aku," batin Dita
"Karena Dita ga mengingat kejadian apapun di hari itu, jadi saya dan mendiang istri saya sepakat untuk tidak pernah membahas tentang masalah itu di depan Dita. Kami hanya ingin Dita bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik," jelas ayah Dita
"Sekarang kurang lebihnya aku bisa mengerti, kemungkinan besar saat aku kecil aku memang pernah di culik. Alasan aku bisa kembali ke tempat semula karena orang itu benar-benar mengantar aku ke tempat semula, tapi aku mengalami kecelakaan setelah aku berada di tempat itu." batin Dita
Ayah Dita banyak bercerita hal-hal lain tentang Dita karena dia kira Dita yang berada di dalam tubuh Angel ingin mengetahui tentang sang buah hati, sedangkan Dita sendiri saat itu sedang larut dalam pikirannya sendiri. Dita juga mengingat kembali kata-kata yang pernah di ucapakan oleh seorang nenek yang dia temui di taman
"Nenek itu bilang sebab dan tujuan, apa penculikan yang aku alami saat kecil menjadi penyebab aku berpindah tubuh dengan Angel? tapi dari mana aku harus memulai semuanya? kunci apa yang harus aku temukan?" batin Dita
Seribu pertanyaan bersarang di dalam benak Dita pada saat itu, dia pun larut dalam pemikirannya sambil sesekali menjawab sang ayah yang sedang asik menceritakan tentang sang buah hati
__ADS_1