
Angel sampai tidak bisa berkata-kata pada saat itu, yang pasti ekspresi wajah Angel saat itu menunjukkan kalau dia sedang terkejut
"Kamu baik-baik aja Dita? apa ada yang sakit?" tanya ayah Dita dengan wajah cemas
Angel pun langsung tersenyum tipis agar tidak membuat ayah Dita menjadi cemas
"Aku baik-baik aja kok ayah, boleh aku pakai handphone ayah di kamar aku?" tanya Angel
"Boleh kok, kamu bawa aja"
Angel memilih untuk segera melarikan diri dari hadapan ayah Dita agar tidak membuat ayah Dita menjadi curiga ataupun cemas, Angel masuk ke dalam kamar Dita dan mengunci pintu kamar tersebut
"Gila ini namanya benar-benar gila!! aku ingat di kejadian penculikan itu mereka sempat bilang kalau mereka salah sasaran, berarti yang seharusnya di culik pada hari itu adalah aku." batin Angel
Tiba-tiba saja Angel pun bergidik ngeri
FLASH BACK
Sang pemimpin penculik ternyata benar-benar melakukan apa yang dia katakan, dia berniat mengembalikan Dita kecil ke taman bermain di mana para anak buahnya membawa Dita kecil
"Om minta maaf ya, karena om sudah melakukan kesalahan sama kamu. Tapi om juga terpaksa melakukan ini untuk membiayai pengobatan anak om yang sedang sakit keras, om harap kamu ga akan menceritakan tentang kejadian ini sama siapapun." ucap orang tersebut
Dita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis
"Aku janji om, aku ga akan menceritakan ini sama siapapun termasuk sama orang tua aku." ucap Dita kecil dengan penuh keyakinan
"Terima kasih ya, apa kamu tau kenapa dari awal om ga ada niat untuk menyakiti kamu?" tanya orang tersebut
Dita kecil menggelengkan kepalanya
"Karena om jadi teringat sama anak om saat melihat kamu, dulu saat dia masih sehat dia anak yang lincah dan berani seperti kamu." ucap orang tersebut terdengar lirih
Dita kecil yang masih belum banyak mengerti hanya bisa terdiam saat itu sambil menatap orang tersebut dengan lekat
"Sekali lagi om minta maaf sama kamu ya," ucap orang tersebut dengan tulus
"Aku ga marah sama om kok, aku juga yakin kalau om ini orang baik." ucap Dita kecil dengan bersungguh-sungguh
Orang tersebut meletakkan tangannya di ujung kepala Dita dengan lembut
"Terima kasih karena kamu sudah mencegah om melakukan kejahatan," ucap orang tersebut
"Maksud om apa ya?" tanya Dita kecil dengan polosnya
__ADS_1
"Seandainya aja kamu anak yang sombong, apalagi kamu anak yang sombong karena kekayaan kedua orang tua kamu. Om pasti.."
Orang tersebut menghentikan ucapannya tapi ekspresi wajah orang tersebut menunjukkan amarah yang sangat besar, seolah dia menaruh dendam kepada para anak orang kaya yang sombong
"Om akan apa om?" tanya Dita kecil dengan polosnya
Orang tersebut seperti mendapatkan kembali kesadarannya dan langsung menatap sekilas ke arah Dita kecil sambil tersenyum hangat
"Ga ada apa-apa kok, om tadi cuma asal bicara aja"
Sebelum Dita kecil turun orang tersebut meletakkan tangannya di ujung kepala Dita dengan lembut
"Om akan selalu berdoa untuk kamu, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang kuat dan bisa menjaga diri kamu serta orang di sekeliling kamu." ucap orang tersebut dengan tulus
"Terima kasih om," ucap Dita kecil lalu tersenyum tipis
"Ya sudah kamu turun ya dan cari orang tua kamu," ucap orang tersebut
"Ya om"
FLASH OFF
Saat itu Dita kecil mungkin tidak punya pemikiran buruk apapun kepada orang tersebut, tapi lain hal dengan Angel dewasa yang sudah berpikir dengan lebih baik
Sedangkan di tempat yang berbeda Dita dan Vino baru saja menyelesaikan makan malam mereka, alunan musik di tempat itu membuat suasana di tempat itu semakin kental dengan nuansa romantis. Vino pun mulai menatap ke arah Dita dengan lembut
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Angel," ucap Vino
"Sebenarnya kamu mau ngomong apa sih? kenapa ekspresi wajah kamu serius seperti itu?" tanya Dita lalu tertawa kecil
"Aku tau kita sudah sepakat untuk menentukan pernikahan kita setelah kamu benar-benar bisa mengingat semuanya, tapi untuk saat ini aku sudah yakin kalau ak...."
Vino tidak bisa melanjutkan kata-kata yang akan dia ucapkan pada saat itu karena tiba-tiba saja ponsel Dita berdering, Dita melirik ke arah ponselnya dan ternyata panggilan telepon tersebut berasal dari Angel
"Kenapa ga di angkat?" tanya Vino dengan serius
Vino hanya tidak ingin ada gangguan lagi saat dia akan menyampaikan kata-kata yang akan dia ucapkan
"Kalau begitu aku angkat telepon dulu sebentar ya"
Vino pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis
"Halo..."
__ADS_1
"Kamu ada di mana?" tanya Angel
"Aku lagi makan malam sama Vino"
"Apa kita bisa bicara sebentar? aku rasa kamu harus tau tentang ini," ucap Angel terdengar sedikit lirih
Dita menatap ke arah Vino dan Vino langsung menganggukkan sedikit kepalanya, Dita pun langsung bangkit dari duduknya dan sedikit menjauh dari meja mereka
"Ada apa?" tanya Dita dengan serius karena mendengar nada suara Angel
"Aku ga tau hal ini akan berguna atau ga untuk kita, tapi tetap aja aku harus minta maaf sama kamu tentang banyak hal"
"Sebenarnya ada masalah apa? kenapa suara kamu begitu?" tanya Dita dengan perasaan sedikit cemas
"Pertama aku harus minta maaf karena aku sudah berbohong sama kamu tentang penculikan saat kamu kecil"
"Berbohong tentang apa?" tanya Dita dengan serius
"Aku berbohong sama kamu tentang anak laki-laki yang saat itu bersama kamu"
"Apa sebenarnya maksud kamu Angel?"
"Aku sebenarnya tau siapa anak laki-laki itu, tapi menyembunyikan itu dari kamu." jawab Angel lirih
Dita pun terdengar menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Kamu ga perlu terlalu memikirkan tentang itu, aku juga tau siapa anak itu." jawab Dita dengan yakin
"Kamu tau kalau anak laki-laki itu adalah Vino?" tanya Angel dengan perasaan terkejut
"Ya"
"Kenapa kamu diam aja? apa kamu ga tau kalau selama ini Vino selalu mencari kamu?"
"Apa yang bisa aku lakukan Angel? apa aku harus menemui dia dalam tubuh kamu?"
Angel pun terdiam
"Apa cuma itu yang mau kamu sampaikan sama aku Angel?"
"Aku juga harus meminta maaf sama kamu, karena mungkin aku adalah orang yang menyebabkan kamu di culik pada hari itu." ucap Angel dengan tulus
"Apa maksud kamu Angel?" tanya Dita dengan tegas
__ADS_1
Angel pun menceritakan apa yang baru saja dia ketahui