Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
Permohonan Maaf


__ADS_3

Rombongan mobil mereka pun mulai meninggalkan area apartemen tersebut dan sudah pasti Dita harus berada di dalam mobil Vino tanpa bisa di tawar lagi


"Rencananya kita mau lama atau sebentar ada di sana?" tanya Vino dengan serius tanpa menoleh sama sekali


"Belum tau, karena anak itu sedang dalam perjalanan dan saat ini kita mau ke rumah orang tua anak itu dulu." jawab Dita lirih sambil menundukkan kepalanya


Vino pun melirik sekilas ke arah Dita karena mendengar suara Dita yang sudah seperti itu


"Aku belum pernah sekalipun melihat Angel mengeluarkan ekspresi seperti ini, siapa sebenarnya orang yang akan kami jenguk saat ini? jangan bilang kalau orang yang akan kami jenguk adalah seorang laki-laki dan sangat berarti di dalam hati Angel, kalau benar seperti itu, kenapa dari dulu dia bisa bersikap seperti itu sama aku?" batin Vino


Ada sedikit perasaan cemburu menghampiri hati Vino pada saat itu, entah mengapa seorang Alviano Putra Mahendra kini merasa sedikit kesulitan untuk mengendalikan perasaannya sendiri


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Vino penuh penekanan


Dita pun langsung menatap ke arah Vino


"Apanya yang laki-laki atau perempuan?"


"Orang yang mau kita jenguk ini laki-laki atau perempuan?" tanya Vino


"Perempuan," ucap Dita lirih


Lagi-lagi Dita menundukkan kepalanya dengan wajah yang terlihat banyak pikiran


"Apa orang yang akan kita jenguk saat ini berarti untuk kamu Angel?"


Dita hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya


"Aku benar-benar penasaran dengan orang yang akan kami jenguk saat ini, tapi sepertinya Angel sedang merasa terpukul. Sebaiknya aku ga memaksa dia untuk cerita lebih jauh," batin Vino

__ADS_1


Vino pun memberikan bungkusan makanan yang sudah dia persiapkan sebelum tiba di apartemen Angel


"Apa ini?" tanya Dita


"Makanan untuk makan malam, karena kita belum tau berapa lama kita berada di sana lebih baik kamu makan dari sekarang aja." jelas Vino dengan lembut


"Terima kasih," ucap Dita sambil tersenyum


Dita memang tersenyum di bibirnya pada saat itu, tapi entah mengapa Vino merasa bahwa senyuman Dita saat itu terlihat getir


"Bagaimana aku masih punya keinginan untuk makan sedangkan sebentar lagi aku bisa melihat tubuh aku, apa selamanya aku akan berada di dalam tubuh anak ini? kehidupan anak ini memang benar-benar baik seperti keinginan yang aku ucapkan di malam itu, tapi bagaimana dengan ayah? apa anak itu bisa bersikap baik terhadap ayah?" batin Dita


Vino memang tidak bisa mengetahui apa yang ada di dalam benak Dita pada saat itu, tetapi dia bisa merasakan bahwa ada beban yang sangat besar sedang menguasai hati dan pikiran Dita pada saat itu. Vino pun meletakkan tangannya di ujung kepala Dita dengan lembut


"Seberat apapun masalah yang ada di depan kita, jangan membuat kita menjadi lemah dan menyerah." ucap Vino dengan lembut


Dita pun langsung menatap ke arah Vino dan Vino memberikan senyuman hangat yang dia miliki


"Terima kasih ya," ucap Dita dengan tulus lalu tersenyum


Degh...


Vino pun langsung mengalihkan pandangan matanya karena merasa tak sanggup menatap senyuman Dita lebih lama lagi, saat itu dia merasakan jantungnya berdetak dengan sangat cepat


"Ada apa ini? pasti karena belakangan ini aku terlalu lelah bekerja, jantung aku jadi sedikit bermasalah." batin Vino


Sedangkan sang pembuat masalah untuk jantung Vino menikmati makanan tersebut tanpa tau apapun


"Dia benar, aku harus tetap kuat. Ada ayah yang masih membutuhkan aku," batin Dita

__ADS_1


Saat bertemu ayah Dita, Abimanyu pun langsung menyampaikan tentang kabar baik tersebut. Ayah Dita langsung sujud syukur mendengar kabar baik tersebut, air mata kebahagiaan pun mengalir dari kedua bola mata ayah Dita


Ingin sekali rasanya Dita memeluk tubuh sang ayah dengan sangat erat pada saat itu, tapi sudah pasti dia tidak bisa untuk melakukan hal tersebut. Tetapi jauh di dalam lubuk hati Dita saat itu dia benar-benar merasa bahagia, karena kini Dita semakin yakin bahwa sang ayah sangat mencintai dirinya


Tanpa menunda waktu lagi mereka semua segera menuju ke arah rumah sakit yang telah di tunjuk oleh Abimanyu untuk merawat tubuh Dita, mereka semua dengan setia menunggu kehadiran Angel yang berada di dalam tubuh Dita di sana


Semua orang yang berada di tempat itu sedang larut di dalam kecemasan hati mereka masing-masing, ada Dita yang tidak tau harus bersikap seperti apa saat nanti bertemu Angel. Ada Abimanyu yang sudah pasrah untuk menerima hukuman atas kesalahan yang sudah dia lakukan, tetapi antara mereka ayah Dita yang terlihat paling cemas. Ayah Dita belum bisa merasa tenang sebelum dia melihat buah hatinya


Semua orang mulai berkumpul saat Angel yang berada di dalam tubuh Dita tiba di tempat itu, sang ayah menangis penuh haru melihat buah hatinya benar-benar terselamatkan dari kejadian naas tersebut


Dita sendiri menjatuhkan air matanya melihat keadaan tubuhnya yang seperti itu, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia juga merasa bahagia akan hal tersebut. Lain hal dengan Angel yang berada di dalam tubuh Dita, karena dia menatap ke arah Dita yang berada di dalam tubuhnya dengan tajam


"Kamu ga pantas untuk menjatuhkan air mata kamu, karena pada kenyataannya aku yang harus merasakan semua rasa sakit yang seharusnya kamu rasakan." batin Angel


Tubuh Dita langsung mendapatkan penanganan terbaik di rumah sakit tersebut, setelah selesai melakukan beberapa pemeriksaan Angel pun di pindahkan ke ruang rawat terbaik di rumah sakit tersebut


Dita yang ingin memastikan sosok orang yang berada di dalam tubuhnya mencari kesempatan untuk mendekati Angel, Dita pun mendekatkan bibirnya ke telinga Angel


"Apa kamu Angel?" bisik Dita


Dita menjauhkan wajahnya karena dia tak mendengar jawaban apapun dan menatap ke arah Angel dengan seksama, Angel pun memberikan senyuman sombong yang biasa dia lakukan. Dita hanya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali


"Apa perasaan seperti ini yang selalu di rasakan oleh orang lain saat berhadapan dengan anak sombong ini?" batin Dita


"Jangan membahas apapun saat ini, terlalu ramai." ucap Angel


Dita pun setuju dengan pendapat Angel pada saat itu, dia pun memilih untuk berpamitan karena dia sadar tidak ada kesempatan untuk dia berbicara lebih jauh lagi bersama Angel


Kini di dalam ruang rawat Angel hanya tersisa ayah Dita dan Abimanyu, Abimanyu pun mulai berdiri tepat di samping tempat tidur dan menatap ke arah Angel dengan wajah penuh penyesalan

__ADS_1


"Dengan segenap hati saya ingin memohon maaf terhadap kamu, sedikit pun saya tidak ada niatan buruk terhadap kamu." ucap Abimanyu dengan tulus


__ADS_2