
Hari itu Risa tidak bisa menemani Dita karena dia harus menemani sang ibu di rumah sakit, itu juga alasan Risa kemarin terpaksa pergi meninggalkan Dita. Dita benar-benar merasa jenuh seharian berada di tempat itu seorang diri tanpa ada kegiatan apapun, sedangkan Vino siang itu tidak bisa datang karena harus bertemu dengan seseorang
Menjelang sore hari Dita mulai tak bisa menahan diri lagi, dia pun segera membersihkan diri lalu memutuskan untuk berjalan-jalan di taman. Dita berjalan dengan santai mengelilingi taman tersebut sambil tersenyum tipis melihat anak-anak kecil yang sedang asik bermain di taman tersebut
"Padahal tadi malam aku datang ke sini sama Vino, tapi suasana di taman ini jadi sedikit berbeda karena banyak orang." batin Dita sambil tersenyum tipis
Dita pun melihat sebuah bangku panjang yang berada di tempat tersebut dan hanya ada seorang nenek-nenek duduk di bangku itu, dia mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah bangku tersebut
"Apa aku boleh duduk di sini nek?" tanya Dita dengan ramah
Nenek tersebut hanya terdiam dan menatap Dita dengan tatapan mata yang terlihat kosong, lalu nenek tersebut memalingkan kembali wajahnya dan menatap jauh ke depan dengan tatapan mata yang sama
Walaupun tak mendapatkan jawaban apapun Dita tetap mendudukkan tubuhnya di bangku tersebut, dia pun menikmati kembali pemandangan yang tersedia di tempat itu
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba saja nenek tersebut mulai menatap ke arah Dita dengan senyuman yang penuh arti, Dita sendiri merasa sedikit bingung karena nenek tersebut bisa mengeluarkan ekspresi wajah yang seperti itu. Benar-benar seperti orang yang berbeda dengan orang yang sebelumnya
"Ada apa ya nek?" tanya Dita
"Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah di berikan kepada kamu nak," jawab nenek tersebut
Dita pun langsung memasang wajah bingung mendengar jawaban dari nenek itu, dia benar-benar tidak mengerti arah ucapan nenek tersebut
"Maaf, tapi maksud nenek apa ya nek?"
Lagi-lagi nenek tersebut memberikan sebuah senyuman yang penuh arti
"Kamu harus merasa bersyukur, karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk merasakan keajaiban di dalam hidup mereka." jawab nenek tersebut
Dita pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut
"Keajaiban? apa nenek ini tau kalau saat ini aku berada di dalam tubuh orang lain?" batin Dita dengan wajah tegang
"Sebab dan tujuan," ucap nenek tersebut
__ADS_1
"Maksud nenek?" tanya Dita
"Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini memiliki sebab dan tujuannya masing-masing," jawab nenek tersebut
"Apa nenek tau kalau aku...."
Dita langsung mengehentikan ucapan yang akan dia katakan karena nenek tersebut menganggukkan kepalanya sambil tersenyum penuh arti
"Nenek tau yang sedang terjadi sama kamu nak"
"Apa nenek bisa menjelaskan lebih rinci? karena aku benar-benar merasa bingung dengan semua yang terjadi nek," ucap Dita dengan serius
"Tadi sudah nenek katakan yang ingin kamu ketahui nak, semuanya ada di sebab dan tujuan." jelas nenek tersebut
"Aku benar-benar ga mengerti nek, apa maksud nenek dengan sebab dan tujuan?" ucap Dita
Sekali lagi nenek tersebut memberikan sebuah senyuman yang penuh arti
Nenek tersebut mulai memalingkan wajahnya dan menatap jauh ke depan, Dita pun langsung memegang salah satu tangan nenek tersebut. Nenek tersebut mulai menatap ke arah Dita tapi tatapan mata nenek tersebut sudah terlihat seperti awal
"Tolong nenek jelasin ke aku lebih jauh lagi nek, supaya aku bisa mengerti apa yang harus aku lakukan." ucap Dita dengan serius
"Kamu siapa?" tanya nenek tersebut dengan wajah bingung
"Apa maksud ucapan nenek tadi?" tanya Dita dengan wajah penasaran
Nenek tersebut hanya terdiam dengan wajah yang kebingungan, Dita pun mulai menyadari bahwa tatapan mata nenek tersebut sudah berbeda dengan sang nenek yang mengajak dia berbicara. Tak lama dari itu cucu sang nenek sudah berada di dekat mereka
"Aduh maaf ya mbak, apa nenek saya ada mengganggu mbak?"
Dita pun mulai melepaskan tangan nenek tersebut dan menatap ke arah sang cucu
"Bukan, cuma nenek ini tadi ada bilang sesuatu ke saya." jawab Dita
__ADS_1
"Maaf ya mbak, nenek saya memang sudah pikun. Jadi nenek saya selalu lupa dengan apa yang baru saja dia lakukan atau dia katakan," jelas sang cucu
Dita pun langsung menatap ke arah nenek tersebut dan dia hanya melihat sosok seorang nenek dengan wajah yang kebingungan, dia pun terpaksa memendam seribu pertanyaan yang bersarang di dalam benaknya
Sang nenek di bawa oleh cucunya untuk pergi dari tempat itu, sedangkan Dita hanya bisa menatap ke arah punggung nenek tersebut dengan seksama
"Aku yakin kalau kata-kata nenek tadi mengandung sebuah makna, tapi kalau yang nenek itu maksud aku harus mencari sebab dan tujuan. Aku harus memulainya dari mana?" batin Dita
Sekeras apapun Dita berusaha untuk memutar otaknya dia tetap tidak bisa menemukan jawaban apapun dari semua pertanyaan yang dia miliki pada saat itu, dia pun memilih untuk kembali ke apartemen Angel setelah merasa puas berada di taman tersebut. Dita juga tidak bisa memungkiri bahwa kata-kata dari nenek tersebut terus terngiang di dalam benaknya
Saat pulang kerja Vino menyempatkan diri untuk datang ke apartemen Angel dengan alasan untuk membawakan makan malam, tanpa harus berdebat lebih dulu Dita langsung mempersilahkan Vino masuk ke dalam apartemen Angel
Dita pun merasa bersyukur akan kehadiran Vino di tempat itu, karena secara kebetulan mama Amel menghubungi Dita di malam itu. Vino juga ikut berbicara dan mengatakan kepada mama Amel kalau saat itu mereka sudah berada di luar kota, dia juga berjanji akan menjaga Angel dengan baik selama mereka berada di sana. Setelah memutuskan sambungan teleponnya Dita pun langsung menatap ke arah Vino dengan senyuman yang penuh arti
"Kenapa?" tanya Vino
"Aku ga menyangka aja, kalau kamu adalah pembohong ulung. Kamu benar-benar mahir dalam urusan berbohong," jawab Dita dengan nada suara mengejek
Mereka pun menyantap makan malam yang sudah Vino bawa dengan keadaan yang damai, tidak ada saling sindir ataupun tatapan mata yang sinis di antara mereka berdua. Tapi setelah mereka selesai makan Vino terlihat seperti enggan untuk meninggalkan tempat tersebut
"Apa kamu ga niat untuk pulang?" tanya Dita
Tiba-tiba saja Vino langsung memasang wajah terkejut
"Kenapa ekspresi wajah kamu begitu?" tanya Dita dengan tegas
"Aku cuma ga sangka aja kalau kamu ternyata tipe orang yang kejam, setelah kamu habiskan makanan yang aku bawa kamu usir aku pulang." jawab Vino dengan berpura-pura memasang wajah bersedih
"Dasar laki-laki pendendam!!" ucap Dita dengan wajah malasnya
Vino pun tertawa lepas melihat sikap Dita yang seperti itu, sedangkan Dita menatap Vino dengan lekat
"Awalnya aku pikir kamu adalah laki-laki yang sombong, karena aku menilai kamu hanya dari ingatan Angel. Tapi sekarang kamu mulai berhasil merubah penilaian aku terhadap kamu," batin Dita sambil tersenyum tipis
__ADS_1