Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
*Main Part 59


__ADS_3

mAlbi yang gugup langsung tersenyum.


"Papa. Mama." Albi berucap sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Tingkah Albi tersebut membuat geli hati mereka yang melihatnya. Wajah Albi yang gugup pun semakin menambah lucu tingkah yang dia perbuat. Hal itu tentu saja mengundang tawa bahagia buat Dina dan kedua orang tuanya.


Tawa renyah di ruang keluarga. Kebahagiaan tergambar dengan sangat jelas di sana. Rumah besar itu, kini dipenuhi dengan kebahagiaan. Medina yang dulunya selalu merasa sedih karena kesendirian, kini terlihat sangat-sangat bahagia saat bersama keluarga yang sangat hangat dan penuh dengan kenyamanan.


.....


Satu minggu kemudian, hasil tes DNA itu keluar. Hasilnya sama dengan yang mereka harapkan. Dina positif anak mereka. Anak kandung dari pasangan terkaya di kota itu.


Saat itu, ketenangan barulah menghampiri Dina. Saat tahu kalau dia memang anak pasangan itu, dia begitu bahagia. Bukan karena pasangan itu orang karya. Tapi melainkan, karena pasangan itu memang benar orang tua kandung yang selama ini dia harapkan bertemu.


Kemudian, saat tahu kalau Dina menikah dengan Albi sudah lama tapi belum juga punya anak. Sang mama mendatangkan spesialis ke rumah untuk membantu anaknya.

__ADS_1


Dari hasil pemeriksaan itulah mereka tahu kalau Dina sudah banyak menkonsumsi jamu yang membuat dia susah untuk punya keturunan. Saat itu, Dina sangat rapuh. Tapi bahagianya, dia punya mama yang begitu bersemangat memberikan dirinya dukungan penuh.


Medina pun melakukan serangkaian terapi agar racun itu bisa menghilang dari tubuhnya. Dan, setelah beberapa bulan melakukan terapi dengan rutin, kabar baik pun terdengar di dalam rumah mewah tersebut.


Medina hamil. Kebahagiaan keluarga itu semakin membesar. Hingga sembilan bulan kemudian, terdengar tangisan bayi perempuan yang menambah bahkan melengkapi secara utuh kebahagiaan Medina dan keluarganya.


Perjalan panjang yang mereka lewati berakhir bahagia. Kesabaran Dina dalam membangun rumah tangga akhirnya berbuah manis. Semanis madu yang sulit untuk mendapatkannya, tapi khasiatnya sangat banyak.


Begitulah hidup. Tidak selamanya kita bersedih, juga tidak selamanya kita bahagia. Seperti roda yang terus berputar. Ada kalanya berada di atas, tapi juga tidak akan selama berada di atas. Karena roda itu tidak akan pernah berhenti berputar.


....


Sedikit cerita tentang mantan Albi, perempuan itu sangat menyesal saat bertemu dengan Albi yang telah hidup bahagia bersama Dina. Karena setelah menikah, dia tidak sebahagia ketika dirinya bersama dengan Albi.


Karena itulah, dia ingin berbaikan dengan Albi lagi. Perempuan itu berusaha mengejar Albi dengan banyak cara. Tapi sayangnya, Albi yang sekarang, bukan Albi yang dulu lagi. Godaan itu tidak berpengaruh buatnya. Bahkan, dia sempat membalas godaan itu dengan keras.

__ADS_1


Mantan Albi yang tidak terima berusaha mencelakai Medina. Uh, sayangnya, Medina bukan perempuan lemah lagi. Dia tidak bisa disakiti dengan mudah oleh siapapun. Apalagi dia punya dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang kaya. Makin tidak ada yang bisa menyentuh Dina sedikitpun.


Karena ulahnya itu, perempuan tersebut terpaksa mendekam di penjara. Tapi itu tidak lama. Karena selang beberapa bulan, dia harus dipindahkan ke rumah sakit jiwa karena gangguan mental yang dia alami.


....


Cinta dengan pondasi yang kuat mampu mengalahkan semua penghalang. Keluarga kecil Medina yang berjalan dengan penuh cinta, hidup bahagia sekarang. Dengan bayi kecil mereka, keutuhan itu sudah lengkap.


^~**SEKIAN**~^


_____________________________________________


Catatan kecil.


*Sampai bertemu di karya berikutnya. Semoga kalian puas dengan akhir dari karya ini yah. Terima kasih banyak atas dukungan yang kalian berikan buat aku. Tanpa kalian, karya ini tidak akan mampu aku selesaikan dengan baik. Percayalah, dukungan kalian sangat berarti buat aku. Karena komen yang kalian berikan, sangat berpengaruh buat aku yang sedang menulis karya ini. Terima kasih sekali lagi. Maaf jika ada kekurangan. Karena aku sadar, aku masih banyak kekurangan dalam membuat karya. I LOVE YOU ALL ....

__ADS_1


__ADS_2