Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh
Berdamai Dengan Hati


__ADS_3

Dengan sedikit terpaksa Dita pun menjawab panggilan telepon yang berasal dari Vino


"Halo"


"Kamu ada di mana Angel?" tanya Vino dengan serius


"Aku ada di rumah sakit"


"Apa kamu sakit? kenapa kamu ga bilang sama aku kalau kamu sakit? kamu ada di rumah sakit mana?" tanya Vino secara beruntun


Dita pun langsung mengerutkan keningnya


"Aku baik-baik aja, aku cuma lagi jenguk teman aku yang kemarin." jawab Dita


"Apa kamu pergi ke sana bersama laki-laki yang kemarin?" tanya Vino penuh penekanan


"Untuk apa aku pergi sama dia? aku datang sendiri ke sini," jelas Dita


Di seberang sana Vino pun tersenyum tipis


"Ada apa kamu telepon aku sampai berkali-kali?" tanya Dita


"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Vino dengan lembut


"Kamu sebenarnya kenapa sih? dari tadi kamu selalu melontarkan pertanyaan yang aneh-aneh!!" ucap Dita dengan menaikkan sedikit volume suaranya


"Maaf, aku cuma khawatir kalau kamu terlalu dekat dengan orang lain apalagi kalau orang itu laki-laki. Aku juga kepikiran kamu ada di mana? soalnya orang yang antar sarapan bilang kamu ga ada di apartemen," jelas Vino dengan lembut


Dita hanya bisa memarahi hatinya sendiri karena merasa berdebar dengan perhatian yang Vino berikan pada saat itu


"Kamu sudah sarapan belum? kalau belum, aku minta orang antar makanan ke sana ya." ucap Vino dengan lembut


"Ga perlu, sebentar lagi aku juga sudah mau pulang kok"


"Ya sudah kalau begitu, nanti di jalan jangan lupa untuk beli sarapan kamu. Nanti siang aku antar makan siang kamu seperti biasa," ucap Vino dengan lembut


"Hem..."

__ADS_1


Setelah memutuskan sambungan teleponnya Dita pun menyadari bahwa saat itu Angel sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan mata uang penuh arti


"Ada apa?" tanya Dita


"Aku cuma penasaran tentang sesuatu"


"Tentang apa?"


"Seperti yang aku jelaskan ke kamu tadi, aku baru berada di tubuh kamu setelah tubuh kamu terbangun. Sebelum itu aku seperti hantu gentayangan yang berada di sekitar orang tua aku," jawab Angel


"Jadi apa yang membuat kamu penasaran?" tanya Dita dengan serius


"Aku bisa melihat perubahan sikap Vino maupun cara dia menatap kamu, aku yakin itu tatapan mata yang penuh cinta." ucap Angel


Dita hanya terdiam karena dia sendiri sudah menyadari hal tersebut


"Yang membuat aku penasaran cuma satu, yang di sukai oleh Vino saat ini aku atau kamu?" lanjut Angel dengan serius


"Untuk yang satu itu aku ga bisa memberikan jawaban apapun sama kamu, kalau kamu benar-benar penasaran kamu bisa tanya tentang hal itu ke Vino suatu saat nanti." ucap Dita


Angel hanya tersenyum sinis


"Aku harap untuk saat ini kita bisa mengesampingkan semua urusan yang kurang penting, yang terpenting saat ini adalah kita menemukan cara agar bisa kembali ke tubuh kita masing-masing." ucap Dita dengan serius


Tiba-tiba saja Angel memberikan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis


"Apa maksud senyuman kamu itu?" tanya Dita dengan wajah serius


"Bukannya kamu sendiri akan merasa bahagia berada di dalam tubuh aku?" tanya Angel dengan nada sedikit sinis


"Kenapa kamu bisa punya pemikiran seperti itu?"


"Karena kehidupan yang aku miliki berpuluh-puluh kali lipat lebih baik dari kehidupan yang kamu miliki, bukannya hal itu juga permintaan kamu di malam itu." ucap Angel dengan sedikit sombong


Dita pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Kamu benar tentang itu Angel, kehidupan kamu memang jauh lebih baik dari aku. Tapi anak sombong seperti kamu ga akan pernah mengerti tentang pentingnya seseorang yang berharga di dalam hidup kita, bagi aku semua yang kamu miliki ga ada artinya di bandingkan aku bisa berada di samping ayah aku." ucap Dita dengan tegas

__ADS_1


Angel hanya terdiam dengan wajah tidak percaya, sedangkan Dita tidak ada niat lagi untuk berdebat lebih jauh dengan Angel. Dita pun terlihat mulai merapikan barang-barang bawaannya


"Apa kamu sudah mau pergi?" tanya Angel


"Ya, aku ga mungkin membiarkan ayah aku di luar sana sendirian terlalu lama. Ingat janji kamu sama aku," jawab Dita dengan tegas


"Sebelum kamu pergi selesaikan dulu semua biaya rumah sakit, aku ga mau laki-laki itu menanggung biaya pengobatan tubuh kamu." ucap Angel dengan serius


Dita pun langsung menatap ke arah Angel dengan wajah tegasnya


"Apa alasannya kamu menolak dia menanggung biaya rumah sakit?"


Angel langsung menampilkan wajah tidak suka mendengar hal tersebut


"Apa kamu manusia yang ga punya harga diri? setelah dia membuat tubuh kamu seperti ini, kamu masih bersedia menerima uang dia!!" ucap Angel penuh penekanan


Dita pun menggelengkan sedikit kepalanya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Angel pada saat itu


"Ini bukan masalah aku ga punya harga diri Angel, tapi dia benar-benar merasa bersalah atas kejadian itu. Kita cuma manusia biasa, apa hak kita untuk menghakimi seseorang?"


Angel masih memasang wajah keberatan dengan pendapat Dita pada saat itu, Dita pun mulai menceritakan kepada Angel semua yang dia tau yang tidak berada di dalam ingatan tubuh Dita. Di mulai dari pengorbanan sang ayah untuk mengumpulkan uang, hingga semua bentuk penyesalan yang Abimanyu lakukan untuk menebus kesalahannya terhadap Dita


"Bagaimana pendapat kamu Angel?" tanya Dita dengan serius


"Tetap aja itu semua ga bisa menebus kesalahan yang sudah mereka lakukan!!" jawab Angel dengan tegas


"Berdamai lah dengan hati kamu Angel"


"Apa maksud kamu?" tanya Angel sambil menatap tajam


"Sampai kapan kamu akan menjadi sosok yang kerasa hati? apa semua yang kamu miliki selama ini bisa membuat hidup kamu bahagia?" tanya Dita


Angel hanya terdiam dan menatap tajam ke arah Dita


"Selama kamu ga bisa berdamai dengan hati kamu sendiri dan mulai menghargai orang di sekitar kamu, maka kamu ga akan menemukan kata bahagia di dalam hidup kamu Angel." jelas Dita


Lagi-lagi Angel hanya bisa terdiam karena ucapan Dita benar adanya, sedangkan Dita memilih untuk segera pergi meninggalkan ruangan tersebut. Di dalam sana Angel hanya bisa terdiam merenungi semua kesalahan yang telah dia lakukan selama ini

__ADS_1


"Semua ucapan dia memang benar adanya, selama ini aku selalu merasa tidak pernah puas walaupun pencapaian yang aku raih sudah setinggi mungkin. Ternyata Angelina Maharani yang hebat harus mendapatkan pelajaran berharga dari seorang gadis biasa," batin Angel


Saat itu Angel terus merenungi kesalahan demi kesalahan yang pernah dia lakukan di masa lalu


__ADS_2