Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
24. Makan siang bersama CEO


__ADS_3

Dua orang yang berada dalam ruangan terus bekerja hingga akhirnya jam makan siang tiba.


Bintang melihat ponselnya yang mendapatkan pesan dari Wiggle bahwa makan siang untuk Hoshi sudah tiba, dan dia harus mengambilnya di ruangan pria itu lalu membawanya ke dalam ruangan.


Maka perempuan itu segera berdiri dan keluar dari ruangan diikuti tatapan tajam Hoshi yang merasa kesal jika perempuan itu pergi meninggalkannya.


"Kemana dia pergi?!!" Kesal pria itu menggertakkan giginya dengan tangan yang memegang pena langsung terkepal kuat.


Tetapi setelah dia menahan marahnya selama beberapa menit, Dia kemudian kembali melihat Bintang kini memasuki ruangan dengan membawa makan siang untuknya.


Maka dengan segera, hati pria itu menjadi lega, lalu dia melihat perempuan itu pergi ke arah meja yang biasa digunakan oleh Hoshi untuk makan siang.


Set set set...


Dengan teladan Bintang mengatur semua makanan di atas meja, lalu dia menghadap ke arah Hoshi sambil berkata, "makan siang tuan telah siap."


"Ok," jawab Hoshi dengan singkat, lalu pria itu kembali menunduk membubuhkan tanda tangan terakhirnya pada berkas terakhir yang harus ia tanda tangani sebelum meninggalkan pekerjaan untuk makan siang.


Namun, pria itu sangat terkejut ketika dia selesai membubuhkan tanda tangannya lalu melihat Bintang mengambil ponselnya dan hendak keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Selamat makan siang tuan," ucap perempuan itu lalu membuka pintu dan keluar dari ruangan.


Maka dengan segera Hoshi menjadi panik lalu pria itu berdiri dan berlari ke arah pintu membuka pintu.


"Kau mau ke mana?!" Tanya Hoshi dengan suara yang tegas dan tatapan yang tajam menatap perempuan yang langsung berhenti dan berbalik menatapnya.


"Bukankah Sekarang sudah jam makan siang?" Tanya Bintang langsung membuat Hoshi terdiam,


'Jadi dia mau pergi untuk makan siang?' pikir pria itu dalam hati lalu dia kembali berkata, "kau makan siang denganku saja."


Bintang yang mendengar itu langsung mempererat genggamannya pada ponselnya, lalu berkata, "Maaf Tuan, Saya tidak akan berani makan siang bersama dengan tuan. Dan juga, saya masih harus pergi untuk mengurus tanda pengenal saya."


Maka perempuan itu segera berlari ke ruang Wiggle dan mengambil makan siangnya yang telah Ia titipkan pada pria itu.


Bintang memang sengaja membawa bekal makan siangnya sendiri, karena dia mau menghemat pengeluarannya di kantor itu.


Dan yang lebih penting, dia belum memiliki tanda pengenal, jadi belum bisa pergi ke kantin restoran untuk mendapatkan makan siang.


Begitu membuka pintu, Wiggle langsung menyambutnya dengan senyum, "cepatlah, aku sudah memesankan makan siang untukmu." Ucap pria itu memperlihatkan dua paket makan siang yang ada di atas meja milik Wiggle.

__ADS_1


Tetapi Bintang berkata, "saya sudah membawa bekal saya sendiri dan juga, Tuan CEO meminta saya untuk menemaninya makan siang."


Mendengar itu, Wiggle langsung tersenyum melihat wajah Bintang yang tampak lesu.


"Jangan menolak permintaan atasanmu kalau kau tidak mau dipecat pada hari ini juga!!!" Ucap Wiggle langsung diangguki oleh Bintang lalu perempuan itu mengambil bekal miliknya yang ia bawa dari rumah.


"Bawalah juga ini, kau harus makan banyak, karena menghadapi tuan muda itu adalah hal yang sangat menguras tenaga dan menyiksa hati dan tubuh." Ucap wigel langsung membuat Bintang terkekeh, lalu dia mengambil makanan yang ada di atas meja dan pergi meninggalkan ruangan Wiggle.


Perempuan itu kembali ke ruangan Hoshi dan terkejut melihat ruangan itu kosong, tak ada lagi manusia yang menghuni ruangan tersebut.


"Kemana dia?" Ucap Bintang dengan langkah hati-hati berjalan ke arah meja makan dan meletakkan makanannya di sana.


Perempuan itu sangat terkejut ketika dari belakang muncul seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Bintang.


"Tu,, tuan!!" Ucap Bintang terkejut sembari menggeser posisi duduknya agar lebih jauh dari pria itu.


Tetapi karena terlalu ceroboh maka dia hampir saja terjatuh seandainya Hoshi tidak lebih cekatan menahan tubuh perempuan itu.


Deg!

__ADS_1


Deg!


__ADS_2