
"Sial!! Beraninya kamu menyinggungku demi perempuan seperti dia?! Lihat saja penampilannya, dia mana sanggup untuk membayar gaun itu? Dan lagi, kamu harus tahu kalau aku berasal dari keluarga Sinaga yang artinya bahwa aku bersepupu dengan keluarga Bhaltazar!!
"Apakah kau menginginkan salon ini ditutup hanya karena kau menyinggung salah satu anggota keluarga Bhaltazar?!!" Tegas Jenny sembari menatap pelayan yang kini tampak bingung di tempatnya.
"Itu, aku tidak masalah kok kalau gaun itu diberikan padanya." Ucap Bintang yang merasa bahwa dirinya tidak pantas berdebat dengan anggota keluarga Bhaltazar.
Dia pun tidak mau merepotkan penata rias yang bersamanya karena dia tahu, bekerja untuk menyenangkan hati para konsumen itu adalah sebuah hal yang tidak mudah.
Sang penata rias yang mendengar itu merasa sangat lega karena akhirnya dia tidak harus membuat pilihan untuk memilih kedua perempuan yang sama-sama berhubungan dengan keluarga Bhaltazar.
Jadi dengan hati yang lega dan wajah yang berbinar-binar dia menatap Bintang sembari berkata, "Ah,, Terima kasih banyak atas pengertian Nona, pokoknya hari ini kami akan melayani Nona dengan sangat baik."
Melihat pelayan yang tampak senang pada Bintang langsung membuat Jenny berdecak kesal.
__ADS_1
"Heh,, hanya gaun itu saja, aku tidak butuh gaun yang jelek seperti itu!!!" Ucap Jenny yang merasa bahwa jika dia menerima gaun itu maka dia akan menerima sebuah gaun yang ditolak oleh seorang perempuan yang berasal dari keluarga miskin.
Kemiskinan perempuan itu dilihat dari pakaian dan barang-barang yang dikenakan oleh perempuan di depannya.
Setelah berbicara, Jenny kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan memilih mencari gaun yang lain.
Sementara sang penata rias dan juga Bintang, keduanya kebingungan menatap perempuan itu lalu beberapa detik kemudian menatap Bintang, "Nona yang tadi sudah tidak menginginkan gaun ini lagi, apakah Nona masih ingin memilih gaun ini ataukah saya harus mencarikan gaun yang lainnya?" Tanya penata rias.
"Ah, tidak perlu mencari gaun lain, aku rasa gaun itu sudah sangat cocok untukku. Terima kasih sudah memberikan gaun yang cantik." Ucap Bintang langsung membuat sang penata rias mengganggu senang karena dia senang melayani seorang tamu VIP yang begitu rendah hati dan tidak banyak neko-neko.
Biasanya untuk tamu VIP, ruang rias hanya diisi oleh satu orang, tetapi karena hari itu ada banyak sekali orang yang datang maka sang penata rias kembali meminta maaf pada Bintang karena perempuan itu harus berbagi ruangan dengan orang lain.
Dan sekali lagi, Bintang sama sekali tidak mempermasalahkannya, jadi sang penata rias merasa sangat senang lalu dia kemudian membawa Bintang ke sebuah ruang tata rias yang diisi oleh beberapa orang di dalamnya.
__ADS_1
"Silakan duduk di sini," ucap sang penata rias sembari menarikan kursi untuk Bintang agar perempuan itu duduk di kursi tersebut.
"Terima kasih," ucap Bintang lalu dia segera duduk di kursi dan melihat beberapa perempuan di samping kiri kanannya sedang di rias oleh masing-masing penata rias.
Tetapi, perempuan yang duduk di samping Bintang langsung menatap penata rias yang biasanya hanya melayani tamu VIP dan perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat perempuan yang dilayaninya tampak begitu kusam.
Bahkan pakaiannya jauh lebih kusam lagi dari wajah perempuan itu!!!
"Tunggu!! Kau,, Bagaimana bisa kau dilayani oleh penata rias Kim?" Tanya perempuan itu sembari menatap tajam Bintang.
Bintang yang mendengar ucapan itu kebingungan di tempatnya karena dia sama sekali tidak mengerti aturan di tempat itu, sementara penata rias Kim yang tadi bersamanya kini sedang pergi keluar untuk mengambil beberapa barang dari ruangan VIP.
"Ah,, itu, apakah ada masalah?" Tanya Bintang dengan bingung langsung membuat perempuan yang berada di samping Bintang kini berdiri dan menatap Bintang dengan mata melotot.
__ADS_1
"Masalah? Tentu saja masalah, kau ini bukanlah seorang pelanggan VIP, tetapi kenapa penata rias Kim harus menjadi penata riasan yang menangani mu?!!" Tanya perempuan itu kembali membuat Bintang kebingungan di tempatnya.