Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
88.


__ADS_3

Setelah pembicaraannya dengan Hoshi, maka pada tiga hari kemudian kedua orang itu membawa Citra ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan terbaik di sana.


Karena Bintang tidak bisa berbahasa Inggris, maka perempuan itu membiarkan Hoshi mengurus segalanya dan dia hanya menemani ibunya saja yang sudah dibaringkan di dalam sebuah ruangan khusus.


"Ibu,, saat ini kita akan mendapatkan perawatan yang terbaik untuk Ibu, jadi ibu harus bertahan. Ibu harus janji padaku bahwa ibu harus sembuh, harus!!!" Ucap perempuan itu sembari menempelkan tangan ibunya ke pipinya menikmati sentuhan tangan lembut ibunya.


Setelah beberapa jam, akhirnya Hoshi selesai mengurus semuanya lalu pria itu menghampiri Bintang dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi perempuan itu.


"Aku sudah membicarakan semuanya dengan dokter, dan besok ibumu akan mulai ditindaklanjuti, Jadi sekarang kita harus kembali dan beristirahat karena kau sudah lelah seharian berada di sini." Ucap Hoshi langsung diangguki oleh Bintang.


Jadi kedua orang itu berpamitan pada citra lalu meninggalkan rumah sakit untuk pergi ke apartemen yang telah disewa oleh Hoshi untuk mereka tempati selama mereka berada di luar negeri.


Begitu tiba di apartemen, ponsel Hoshi langsung berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah Christian.


"Halo ayah," ucap Hoshi menjawab telepon itu dengan matanya yang menatap ke arah Bintang yang langsung pergi ke dapur untuk memasak.


"Ayah dengar kamu pergi ke luar negeri, lalu Wiggle juga berada di luar negeri. Jadi siapa yang mengurus perusahaan?" Tanya pria dari seberang telepon yang merasa cemas akan perusahaan jika pria itu melalaikan perusahaan mereka.

__ADS_1


"Ah ayah, aku ke luar negeri untuk mengantar ibu Bintang berobat, tapi akan segera kembali besok pagi untuk mengurus perusahaan. Jadi ayah tenang saja." Ucap Hoshi langsung mengejutkan dua orang di seberang telepon yang mana Christian menyetel panggilan itu dalam mode pengeras suara.


Maka, Loren langsung antusias mengambil ponsel itu dan bertanya, "ibu Bintang sakit apa?"


Loren bertanya karena dia benar-benar tidak tahu, sebab Rossa belum menceritakan semuanya karena perempuan itu terlalu senang akan kebebasannya yang sudah ia dapatkan kembali setelah berhasil membuat kakaknya dan Bintang bersama-sama.


"Ah iya,,, jadi selama beberapa waktu terakhir ibu Bintang koma di rumah sakit dan dokter menyarankan untuk dibawa ke luar negeri demi mendapatkan perawatan yang lebih baik. Jadi sekarang aku berada di luar negeri bersama dengan Bintang, tapi besok aku akan kembali ke situ dan mengurus kembali masalah perusahaan." Ucap Hoshi langsung membuat Loren menghela nafas.


"Kalau begitu hati-hatilah di situ, dan semoga ibunya Bintang cepat sembuh, biar perusahaan untuk sementara diurus oleh ayahmu dan ibu." Ucap Loren yang jelas tahu bagaimana perasaan seseorang ketika anggota keluarganya sedang sakit dan apalagi Bintang hanya seorang diri saja tanpa keluarga jadi dia tentu tahu bagaimana perasaan perempuan itu.


Tetapi Hoshi yang ada di seberang telepon, dia kemudian berkata, "Ibu tidak perlu khawatir, aku bisa pulang besok pagi."


"Baik ibu," jawab Hoshi.


Setelah panggilan itu selesai, Hoshi kemudian berjalan ke arah Bintang dan melihat perempuan itu masih sibuk dengan acara memasaknya.


Jadi Hoshi segera menggulung lengan kemejanya dan pria itu mendekati Bintang membantu perempuan itu memasak makanan untuk mereka berdua.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam dan selesai mandi juga, keduanya berbaring di tempat tidur sambil berpelukan lalu tiba-tiba saja ketika Hoshi hampir saja memejamkan matanya untuk terlelap, Bintang kemudian terbangun.


"Ada apa sayang?" Tanya Hoshi ikut bangun karena merasa cemas dengan perempuan itu.


"Kau lanjutlah tidur, Aku hanya ingin pergi minum," ucap Bintang segera turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar meninggalkan Hoshi yang kebingungan di tempatnya.


Pria itu menatap ke atas nakas di samping tempat tidur dan terlihat di sana ada sebuah gelas berisi air minum, jadi pria itu segera bangun dan menyusul Bintang.


Betapa terkejutnya dia ketika hampir tengah malam seperti itu ternyata Bintang kembali lagi mengambil sekotak es krim dari dalam kulkas dan duduk melahapnya.


"Sayang," ucap pria itu menghampiri Bintang Karena merasa cemas akan kesehatan perempuan itu.


Bagaimana bisa seseorang menghabiskan begitu banyak kotak es krim dalam satu hari? Seandainya jika itu kotak es krim yang kecil, maka dia akan biasa-biasa saja tetapi itu adalah kotak es krim berukuran besar yang setidaknya berisi 1L es krim.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1



__ADS_2