
Brak!
Pintu mobil tertutup, lalu Bintang melangkah dengan gugup menuju rumah yang terlihat begitu besar dan mewah di hadapannya.
Sejak turun dari mobil, Dia merasa bahwa jantungnya berdegup 5 kali lebih kencang dari yang biasanya.
"Jangan gugup," ucap Hoshi tersenyum meraih tangan Bintang dan menggenggam tangan perempuan itu saat menyadari bahwa perempuan yang bersamanya sangatlah gugup.
"Bagaimana aku tidak gugup? Ini menakutkan!" Ucap Bintang yang merasa bahwa dia sangat takut dan malu serta merasa tidak pantas untuk bertemu dengan Tuan dan Nyonya Bhaltazar.
Namun, baru saja dia selesai berbicara ketika Loren sudah muncul dari dalam rumah dan berlari menghampiri mereka.
Wajah perempuan itu terlihat sangat cantik meski sudah berumur lebih dari 50 tahun dan penampilannya juga terlihat sangat modis mencerminkan seorang perempuan bangsawan.
__ADS_1
"Akhirnya kalian datang juga, dari tadi ibu sudah tidak sabar menunggu kedatangan kalian." Ucap Loren dengan wajah yang tampak berseri-seri seolah perempuan itu merasa sangat senang menyambut Bintang dan Hoshi.
Hal itu membuat Bintang merasa sangat aneh dan tak menyangka kalau perempuan itu memang ternyata sangat ramah dan selalu mudah bergaul dengan orang lain.
"Ayo,, masuk," kata Loren langsung merangkul Bintang membuat Bintang merasa sangat gugup karena itu pertama kalinya Dia sangat dekat dengan seseorang yang memiliki pengaruh besar di negara mereka.
"Bagaimana perjalananmu kemari? Hoshi tidak membuatmu kesal bukan?" Tanya Loren dengan wajah perempuan itu tak berhenti memperlihatkan kebahagiaannya.
Hal itu langsung membuat seluruh kegugupan Bintang menghilang dan dia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum hangat pada perempuan yang tampak begitu bahagia menyambut kedatangannya.
Dan lagi, sedari tadi perempuan itu terus mengatakan ibu dan ibu,,, hal itu membuat Bintang merasa aneh.
Tetapi begitu mereka memasuki rumah, Bintang akhirnya menyadari apa yang dimaksud oleh Loren ketika dia melihat seorang pria yang tampak berwibawa mendekati mereka.
__ADS_1
"Ah, ternyata menantuku sudah datang ke rumah, pantas saja istriku berlari dengan cepat keluar rumah, bahkan sampai melupakan suaminya. Ternyata dia datang menyambut menantu kami," kata Christian langsung membuat Bintang tertegun dengan di tempatnya karena tidak menyangka bahwa Tuan dan Nyonya Bhaltazar ternyata menganggapnya sebagai calon menantu mereka.
Jadi, Bintang bermaksud untuk meluruskan kesalahpahaman itu sehingga dia kemudian berkata, "Itu, Sebenarnya saya dan Tuan--"
"Apakah ayah dan ibu menyukai calon menantu kalian?" Sela Hoshi langsung membuat Bintang tersentak di tempatnya karena dia tidak menyangka bahwa Hoshi akan berkata seperti itu.
"Hm, tentu, Dia sangat cantik dan terlihat sangat baik. Oya, katanya namamu adalah Bintang? Kalau begitu namamu sama dengan nama Putra kami pantas saja kalian sangat cocok bersama." Ucap Christian dengan wajah yang begitu ramah menatap Bintang membuat Bintang kebingungan di tempatnya.
"Itu,, maksudnya nama say--"
"Hoshi, itu artinya Bintang." Sela Hoshi langsung membuat Bintang tertegun di tempatnya dan menatap pria itu dengan rasa tak percayanya.
Dia tidak pernah mengetahui bahwa ternyata arti dari nama pria itu adalah Bintang.
__ADS_1
"Iya, kami menamai Putra kami Hoshi, yang artinya dia adalah Bintang kehidupan kami. Sementara putri kami bernama Rossa yang artinya dia adalah bunga mawar kami yang hidup. Dan sekarang Bintang di rumah ini kembali bertambah lagi, Terima kasih sudah mau menerima anakku menjadi calon suamimu. Ke depannya Ibu harap kita bisa menjadi keluarga yang harmonis." Ucap Loren dengan suara yang terdengar begitu bahagia.
Hal itu membuat Bintang tak tega untuk menghancurkan hati perempuan dan laki-laki yang ada di depannya jadi dia mengukir senyum di bibirnya dan menganggukkan kepalanya.